Sejak dimulainya pelaksanaan kampanye tanggal 27 Agustus hingga 5 Desember 2015 mendatang, selama 101 hari ini dimanfaatkan bagi Tim Solid Bersaudara yang diketuai H. OK David Purba, tokoh sentral pemekaran Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), untuk terus menggalang massa guna menyukseskan pemenangan pasangan H. Soekirman dan Darma Wijaya dalam Pilkada Sergai periode 2015-2020. Siang tadi (6/9/2015) acara digelar di rumah Adham Nuh Desa Pantai Cermin Kanan Kecamatan Pantai Cermin, Sergai.
Ketua Tim SOLID BERSAUDARA H. OK. David Purba didampingi Sekretaris Khaidir, Bendahara Hotman Pranoto, menyampaikan, komitmennya dalam mendukung pasangan H. Soekirman dan Darma Wijaya, karena keduanya merupakan asli putra daerah, dan penerimaan PNS diprioritaskan putra daerah, serta para pejabat yang tinggal di luar Sergai untuk berdomisili di Sergai.
Kata mereka, sosok H Soekirman ini sejalan dengan keinginan diawal-awal pemekaran yang memiliki tujuan untuk menggenjot pembangunan demi mensejahterahkan masyarakat Serdang Bedagai (Sergai). “Ingatlah sejarah pemekaran Kab. Sergai agar kita dapat mengetahui siapa yang pantas untuk menjadi pemimpin, marilah kita bersatu padu,” ujarnya.
Ditambahkan H. OK. David Purba, pasangan H. Soekirman, tak lain Darma Wijaya adalah sosok yang didalam dirinya mengalir darah Melayu dan Banjar. Untuk itu, kepada para orang tua kami kiranya dapat bersama-sama mendukung dan memenangkan pasangan H. Soekirman dan Darma Wijaya pada Pilkada Sergai yang akan dilaksanakan, Rabu 9 Desember 2015 mendatang, terangnya.
Sementara, Cabup H. Soekirman dalam pertemuan ini mengajak untuk mengingat kembali, peristiwa sejarah tanggal 5 September 2005, bagi orang melayu, karena salah seorang putra melayu terbaik Sumut yang menjadi korban pesawat Mandala. Dan pada tanggal 15 Agustus 2005, di Pondok Permai saya bersama Tengku Rizal Nurdin, menghadiri lomba layang-layang internasional. Hari ini, tanggal 5 September 2015, H. OK. David Purba mengenalkan pasangan saya, Darma Wijaya yang juga orang melayu, ujarnya.
Dikatakan Soekirman, didalam pemerintahan 8 tahun saya mendampingi pak Erry sebagai Wakil Bupati, dan 2 tahun sebagai Bupati. Banyak orang mengatakan 2 tahun terakhir Sergai dingin, guru-guru sekolah gairah bekerja biasa, belum banyak yang bisa kita lakukan, 10 tahun Sergai, asset Deli Serdang belum diserahkan, ketika saya menjabat semua asset kekayaan deli serdang yang ada di Sergai diserahkan, termasuk 9 desa di Kecamatan Deli Serdang, ujarnya.
Belum lagi, Pemkab Sergai meraih predikat keuangan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diberikan BPK Perwakilan Sumut sejak 1,5 tahun menjabat Bupati. Karena itu, biarlah saya dikatakan pelit, asal keuangan Pemkab Sergai berjalan bagus. Dan sejak tahun 2014 hingga 2015, saya tidak mau menerima dana Bansos Provinsi. Karena dana bansos itu pasti banyak digunakan untuk kepentingan politik, terangnya. (Redha)
Sementara, Cabup H. Soekirman dalam pertemuan ini mengajak untuk mengingat kembali, peristiwa sejarah tanggal 5 September 2005, bagi orang melayu, karena salah seorang putra melayu terbaik Sumut yang menjadi korban pesawat Mandala. Dan pada tanggal 15 Agustus 2005, di Pondok Permai saya bersama Tengku Rizal Nurdin, menghadiri lomba layang-layang internasional. Hari ini, tanggal 5 September 2015, H. OK. David Purba mengenalkan pasangan saya, Darma Wijaya yang juga orang melayu, ujarnya.
Dikatakan Soekirman, didalam pemerintahan 8 tahun saya mendampingi pak Erry sebagai Wakil Bupati, dan 2 tahun sebagai Bupati. Banyak orang mengatakan 2 tahun terakhir Sergai dingin, guru-guru sekolah gairah bekerja biasa, belum banyak yang bisa kita lakukan, 10 tahun Sergai, asset Deli Serdang belum diserahkan, ketika saya menjabat semua asset kekayaan deli serdang yang ada di Sergai diserahkan, termasuk 9 desa di Kecamatan Deli Serdang, ujarnya.
Belum lagi, Pemkab Sergai meraih predikat keuangan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diberikan BPK Perwakilan Sumut sejak 1,5 tahun menjabat Bupati. Karena itu, biarlah saya dikatakan pelit, asal keuangan Pemkab Sergai berjalan bagus. Dan sejak tahun 2014 hingga 2015, saya tidak mau menerima dana Bansos Provinsi. Karena dana bansos itu pasti banyak digunakan untuk kepentingan politik, terangnya. (Redha)