Dampak Kabut Asap
Akibat kabut asap pekat yang menyelimuti Bandara Kualanamu pada Sabtu (24/10) sejak pagi. Sedikitnya ada 10 penerbangan yang seharusnya mendarat di Bandara Kualanamu harus dialihkan ke bandara lain ( divert) serta dua penerbangan terpaksa harus kembali ke bandara asal ( Return To Base).
Duty manajer Bandara Kualanamu Indra Lubis menerangkan sekira pukul 06.00 Wib sampai pukul 09.00 Wib tadi pagi jarak pandang di Bandara Kualanamu hanya 350 meter. Akibat rendahnya jarak pandang ini , menurut Indra Lubis pihaknya terpaksa memberikan peringatan kepada petugas penerbangan jika jarak pandang tidak layak untuk terbang ," tadi pagi jarak pandang hanya 350 meter , sehingga kita beritahukan ke petugas penerbangan jika jarak pandang tidak layak terbang ," terang Indra.
Akibat jarak pandang yang rendah dan tidak layak terbang terpaksa sedikitnya 10 penerbangan yang seharusnya mendarat di Bandara Kualanamu harus divert ke Batam dan Aceh serta Penang. Dirincikan Indra Lubis untuk penerbangan yang divert ke Batam masing - masing Sriwijaya Air SJ 010 dari Jakarta , Citilink QG 830 dari Jakarta , QG 832 dari Jakarta.
Sedangkan yang divert ke Aceh masing - masing Garuda Indonesia GA 180 dari Jakarta , GA 194 dari Jakarta , GA 182 dari Jakarta , GA 184 dari Jakarta , Lion Air JT 979 dari Surabaya , JT 300 dari Jakarta sementara divert ke Penang adalah Silk Air MI 234 dari Singapura ," untuk yang divert ada 10 penerbangan , divert ke Batam ada 3 penerbangan , divert ke Aceh ada 6 penerbangan dan divert ke Penang ada satu penerbangan ," ujarnya.
Selain diver ada dua penerbangan yang harus mendarat kembali ke bandara asal masing - masing Batik Air ID 6880 terpaksa harus mendarat kembali ke Jakarta dan Malaysia Airlines MH 860 yang terpaksa kembali ke Kuala Lumpur.(walsa)