[caption id="attachment_40592" align="alignleft" width="500"]
Ilustrasi nenek-nenek[/caption]
Seoul, Tren penularan penyakit menular seksual di tiap negara rupanya berbeda-beda. Meskipun di Barat kebanyakan infeksi menular seksual ditemukan pada pasangan usia subur, namun di Korea Selatan, lansia justru banyak yang sakit kelamin.
Dari hasil laporan Pharmscore, sebuah perusahaan analis swasta terungkap bahwa jumlah lansia di Korea Selatan yang terserang infeksi menular seksual meningkat drastis dalam kurun tahun 2010-2014. Bahkan angka tertingginya dicapai lansia wanita.
Data tersebut menyebutkan jumlah wanita berusia 80 tahun ke atas yang terserang infeksi menular seksual bertambah sebanyak 21,6 persen dalam kurun waktu tersebut. Dari yang hanya 662 kasus di tahun 2010, melonjak tajam menjadi sebanyak 1.447 kasus di tahun 2014.
Anehnya, ketika dibandingkan dengan jumlah pasien lansia pria yang terkena infeksi menular seksual, hanya terjadi peningkatan sebanyak 8,8 persen dalam periode yang sama, atau dari 408 kasus naik menjadi 572 kasus saja.
Seoul, Tren penularan penyakit menular seksual di tiap negara rupanya berbeda-beda. Meskipun di Barat kebanyakan infeksi menular seksual ditemukan pada pasangan usia subur, namun di Korea Selatan, lansia justru banyak yang sakit kelamin.
Dari hasil laporan Pharmscore, sebuah perusahaan analis swasta terungkap bahwa jumlah lansia di Korea Selatan yang terserang infeksi menular seksual meningkat drastis dalam kurun tahun 2010-2014. Bahkan angka tertingginya dicapai lansia wanita.
Data tersebut menyebutkan jumlah wanita berusia 80 tahun ke atas yang terserang infeksi menular seksual bertambah sebanyak 21,6 persen dalam kurun waktu tersebut. Dari yang hanya 662 kasus di tahun 2010, melonjak tajam menjadi sebanyak 1.447 kasus di tahun 2014.
Anehnya, ketika dibandingkan dengan jumlah pasien lansia pria yang terkena infeksi menular seksual, hanya terjadi peningkatan sebanyak 8,8 persen dalam periode yang sama, atau dari 408 kasus naik menjadi 572 kasus saja.
Namun bila dibandingkan dengan total pasien dari segala umur yang terserang infeksi menular seksual di Korea, tahun ini jumlahnya memang bertambah. Choi menuturkan ada kenaikan sebanyak 5,5 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai angka 393.025 orang.
"Nampaknya ini karena usia harapan hidup masyarakat Korea meningkat, dan kemudahan untuk mendapatkan akses, khususnya pengobatan disfungsi ereksi," papar peneliti, Choi Seong Gyu seperti dikutip dari Strait Times, Sabtu (3/10/2015).
Akibatnya, lanjut Choi, makin banyak lansia di Korea yang kembali aktif berhubungan seksual dengan pasangan masing-masing.
"Sayangnya ini tidak dibarengi dengan pemahaman tentang bagaimana cara melindungi diri mereka dan pasangan mereka dari serangan infeksi seksual," imbuhnya.
Padahal seiring dengan bertambahnya usia, sistem imun atau kekebalan seseorang akan cenderung menurun, utamanya bagi wanita. Wajar bila Choi kemudian menemukan adanya peningkatan tren serangan infeksi seksual pada wanita tua di Korea.
Kendati demikian, terlepas dari usia, Choi menemukan tren infeksi menular seksual di Korea rupanya memang lebih banyak ditemukan pada wanita.
Terbukti dari hasil perbandingan total pasien antara tahun ini dengan tahun lalu, pasien wanita tetap mendominasi dengan jumlah mencapai 73,9 persen, walaupun uusia pasien terbanyak berada dalam kelompok 30-an tahun, diikuti dengan usia 20-an dan 40-an.
Akan tetapi tidak dijelaskan dengan pasti jenis penyakit seksual apa saja yang banyak ditemukan pada lansia wanita di Korea.(dc)
"Nampaknya ini karena usia harapan hidup masyarakat Korea meningkat, dan kemudahan untuk mendapatkan akses, khususnya pengobatan disfungsi ereksi," papar peneliti, Choi Seong Gyu seperti dikutip dari Strait Times, Sabtu (3/10/2015).
Akibatnya, lanjut Choi, makin banyak lansia di Korea yang kembali aktif berhubungan seksual dengan pasangan masing-masing.
"Sayangnya ini tidak dibarengi dengan pemahaman tentang bagaimana cara melindungi diri mereka dan pasangan mereka dari serangan infeksi seksual," imbuhnya.
Padahal seiring dengan bertambahnya usia, sistem imun atau kekebalan seseorang akan cenderung menurun, utamanya bagi wanita. Wajar bila Choi kemudian menemukan adanya peningkatan tren serangan infeksi seksual pada wanita tua di Korea.
Kendati demikian, terlepas dari usia, Choi menemukan tren infeksi menular seksual di Korea rupanya memang lebih banyak ditemukan pada wanita.
Terbukti dari hasil perbandingan total pasien antara tahun ini dengan tahun lalu, pasien wanita tetap mendominasi dengan jumlah mencapai 73,9 persen, walaupun uusia pasien terbanyak berada dalam kelompok 30-an tahun, diikuti dengan usia 20-an dan 40-an.
Akan tetapi tidak dijelaskan dengan pasti jenis penyakit seksual apa saja yang banyak ditemukan pada lansia wanita di Korea.(dc)