BNN Deliserdang " Takut" Tes Urine Anggota Dewan

Sebarkan:


Meskipun sudah sempat menjadi perbincangan hangat, namun hingga kini rencana BNN Deliserdang untuk melakukan test  urin terhadap 50 orang anggota DPRD Deliserdang belum juga terlaksana.


Padahal sudah sejak bulan Juni 2015 lalu pemberitahuan dari BNN masuk ke pimpinan dewan. Dimana saat itu Kepala BNN Deliserdang masih dijabat oleh AKBP Magdalena Sirait.


Meski saat baru menjabat Kepala BNN Deliserdang sekarang, AKBP Joko Susilo berjanji untuk melanjutkan program yang sebelumnya telah teragenda namun sampai sekarang hal itu belum juga dilakukan.


Belum terlaksananya pemeriksaan ini menimbulkan keraguan atas kinerja BNN Deliserdang  yang terkesan takut melakukan test urin.

AKBP Joko Susilo yang dikonfirmasi Kamis, (15/10) membantah jika  disebut pihaknya takut untuk melakukan pemeriksaan urin dewan ini. Ia menjelaskan sebenarnya pihaknya sudah lama mempersiapkan untuk pelaksanaan kegiatan itu hanya saja belum ada waktu yang tepat dari masing masing anggota dewan.
“Kesiapan kita sudah sejak dari adanya pengajuanlah. Siapa bilang kita gak berani, bukan persoalan takut melakukannya ini, tapi enggak ada waktu yang cocok dari anggota DPRD. Makanya coba tanyakan sama Ketua DPRD. Kalau dari kita siap aja, tinggal dari DPRD kapan bisanya,” tegasnya.


Anggota Komisi B DPRD Deliserdang Amit Damanik menerangkan bahwa dirinya sangat setuju dan mendukung dilakukannya test urine ini ,” cocok sekali kalau ada test  urine , saya setuju sekalilah ,” tegasnya singkat.

Sementara itu Ketua DPRD Deliserdang, Riki Prandana Nasution yang mempersilahkan untuk pihak BNN melakukan pemeriksaan urin kapan saja. Menurutnya selagi yang akan dilakukan itu baik ia atas nama pimpinan siap mendukungnya.
“ Inisiatif BNN ajalah kapan, kalau mesti nunggu banyak yang hadir dikantor susahlah. Kita dukung sekali itu. Suka hati mainkan aja, lihat saja pas ramai kapan. Kalau sesuai hukum setahu saya kalau ada praduga kan bisa saja dilakukan pemeriksaan,” terangnya.

Jika memang siap, lanjut Riki tidak mesti anggota dewan saja yang harus diperiksa. Menurutnya perlu juga pemeriksaan urin dilakukan terhadap staf dan wartawan yang ada di DPRD Deliserdang. “Memang kalau cuma dua orang dewan yang hadir ya kasian juga BNN datang kesini cuma itu saja yang diperiksa urinnya. Intinya dah gak zaman lagilah sekarang ini karena ada rencana pemeriksaan itu setel setel cuci dulu. Itu salah. Kapan bisa mainkan,”tegasnya. (walsa)

Sebarkan:

Baca Lainnya

Komentar