Bandara Kualanamu dan sekitarnya hingga Minggu (25/10) sore ini masih diselimuti kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan di sejumlah provinsi di Indonesia seperti Sumatera Selatan, Jambi, Riau dan provinsi lainnya. Akibatnya, jadwal penerbangan di bandara bertaraf internasional itu jadi kacau.
Kacaunya jadwal penerbangan ini pun mengakibatkan tumpukan penumpang di terminal keberangkatan. Bahkan penumpang harus menunggu hinga berjam - jam untuk bisa diterbangkan ke tempat tujuan.
Duty manajer Bandara Kualanamu , Jasirin menerangkan dampak kabut asap ini mengakibatkan gangguan jadwal penerbangan baik untuk keberangkatan maupun kedatangan. Dirincikan Jasirin hingga sore ini sedikitnya 5 penerbangan harus dibatalkan selain itu dua penerbangan terpaksa harus dialihkan (divert) ke Batam dan Aceh ," dampak kabut asap ini , lima penerbangan dibatalkan dan dua penerbangan divert," terang Jasirin.
Untuk penerbangan yang batal masing - masing Wings Air IW 1258 tujuan Sibolga, Lion Air JT 124 tujuan Penang , Garuda Indonesia GA 7116 tujuan Gunung Sitoli , Lion Air JT 140 tujuan Pekan Baru serta Wings Air IW 1259 dari Sibolga ," untuk yang dibatalkan tujuam Gunung Sitoli , Sibolga , Penang serta Pekan Baru ," ujar Jasirin.
Sementara untuk penerbangan yang divert yaitu Citilink QG 140 dari Halim Perdana Kusuma tujuan Bandara Kualanamu harus dialihkan ke Batam serta Lion Air JT 210 dari Jakarta tujuan Bandara Kualanamu harus dialihkan ke Aceh ," selain batal dan divert , jadwal penerbangan juga mengalami keterlambatan ( delay) selama 2 sampai 7 jam. Ini dampak buruknya jarak pandang baik di Bandara Kualanamu maupun bandara tujuan ," jelas Jasirin.
Jasirin pun mengakui akibat terganggunya jadwal penerbangan ini terjadi penumpukan penumpang di terminal keberangkatan ," ada penumpukan penumpang di ruang tunggu domestik, tetapi masih aman tidak terjadi sesuatu, penumpang sudah paham jika hal ini terjadi akibat kondisi alam ," tegasnya.
Sementara itu Nanda ( 29) salah seorang penumpang asal Riau mengakui jika pesawatnya ditunda hingga pukul 18.00 Wib ," akibat kabut asap penerbangannya ditunda , sudah hampir 7 jam aku menunggu tapi belum ada kejelasan akan diberangkatkan”ucapnya.
Amatan di Bandara Kualanamu, terjadi penumpukan penumpang baik counter milik maskapai, di terminal keberangkatan lantai III dan diruang tunggu domestik. Bahkan akibat kelelahan menunggu keberangkatan terlihat para penumpang tertidur diatas bangku yang disediakan. Sebagian penumpang lainnya yang tidak sabar menunggu keberangkatan memilih membatalkan keberangkatannya dan mengembalikan tiketnya ( refund). (walsa)
Sementara untuk penerbangan yang divert yaitu Citilink QG 140 dari Halim Perdana Kusuma tujuan Bandara Kualanamu harus dialihkan ke Batam serta Lion Air JT 210 dari Jakarta tujuan Bandara Kualanamu harus dialihkan ke Aceh ," selain batal dan divert , jadwal penerbangan juga mengalami keterlambatan ( delay) selama 2 sampai 7 jam. Ini dampak buruknya jarak pandang baik di Bandara Kualanamu maupun bandara tujuan ," jelas Jasirin.
Jasirin pun mengakui akibat terganggunya jadwal penerbangan ini terjadi penumpukan penumpang di terminal keberangkatan ," ada penumpukan penumpang di ruang tunggu domestik, tetapi masih aman tidak terjadi sesuatu, penumpang sudah paham jika hal ini terjadi akibat kondisi alam ," tegasnya.
Sementara itu Nanda ( 29) salah seorang penumpang asal Riau mengakui jika pesawatnya ditunda hingga pukul 18.00 Wib ," akibat kabut asap penerbangannya ditunda , sudah hampir 7 jam aku menunggu tapi belum ada kejelasan akan diberangkatkan”ucapnya.
Amatan di Bandara Kualanamu, terjadi penumpukan penumpang baik counter milik maskapai, di terminal keberangkatan lantai III dan diruang tunggu domestik. Bahkan akibat kelelahan menunggu keberangkatan terlihat para penumpang tertidur diatas bangku yang disediakan. Sebagian penumpang lainnya yang tidak sabar menunggu keberangkatan memilih membatalkan keberangkatannya dan mengembalikan tiketnya ( refund). (walsa)