Kapolri Jenderal Badrodin Haiti turun langsung meninjau lokasi pembakaran gereja Kuria Kristen Indonesia (KKI) yang beralamat di Desa Suka Makmur, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil yang terjadi pada, Selasa (13/10) kemarin.
Kapolri mendarat dari bandara Syekh Hamzah Fansuri Aceh Singkil dan melakukan pertemuan dengan sejumlah pejabat di Polres. Usai melakukan pertemuan, Kapolri langsung menuju lokasi pembakaran yang didampingi Kapolda Aceh, Irjen Pol Husein Hamidi dan Pangdam Iskandar Muda, Mayjen Agus Kriswanto.
Badrodin Haiti kepada sejumlah wartawan mengatakan, situasi sudah terlihat kondusif dari hari sebelumnya. Beberapa warga sudah terlihat melakukan aktivitas seperti biasanya. Namun, beberapa warga Desa Suka Makmur masih mengungsi ke Balige, Sumatera Utara.
Hanya beberapa warga lainnya yang nekat tinggal, namun pada malam harinya tidur mengungsi di rumah warga lain. "Kalau malam kami mengungsi di rumah warga lain yang jaraknya jauh dari kejadian, " ungkap warga Suka Makmur di tempat kejadian pembakaran gereja.
Sedangkan jumlah korban, kata Kapolri, saat terjadinya bentrok antar warga yang terjadi Selasa (13/10) kemarin sebanyak lima orang, satu diantaranya tewas akibat terkena peluru senapan angin yang biasa digunakan untuk memburu babi.
Saat ini pihak keamanan baik Polri dan TNI masih bersiaga dibeberapa titik rumah ibadah.
Badrodin menjelaskan, motif terjadinya bentrok antar warga itu dipicu dari tuntutan sejumlah warga kepada pemerintah setempat agar membongkar gereja yang tidak mengantongi izin sesuai perjanjian ditahun 1979 dan tahun 2001 silam.
Jumlah gereja dan undung-undung di Aceh Singkil saat ini mencapai 22 unit. Dari jumlah tersebut baru lima gereja dan undung-undung yang sudah memiliki izin. Sementara tujuh masih dalam proses perizinan dan 10 gereja dan undung-undung yang rencananya akan dibongkar pada tanggal 19 Oktober mendatang.
Mengenai senapan angin yang digunakan kelompok lain untuk menembak massa yang mengakibatkan meninggal dunia, Kapolri mengaku saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap pemilik senapan tersebut. Badrodin juga menegaskan kepada Kapolda Aceh untuk menindak tegas pelaku baik yang membakar gareja ataupun yang melakukan penembakan." Saya sudah menegaskan kepada pak Kapolda agar menindak tegas pelaku sesuai hukum yang berlaku, " kata Kapolda.
Badrodin menjelaskan, untuk menyelesaikan permasalahan ini, akan dimusyawarahkan di level tingkap provinsi Aceh.
Sementara, Bupati Aceh Singkil, H. Sapriadi Manik, SH saat dikejar beberapa wartawan terlihat mengkir dari kejaran wartawan. Beberapa pertanyaan yang dilontarkan wartawan, Bupati hanya terlihat buru-buru masuk kedalam mobil.
Sebelumnya, Kapolda Aceh, Irjen Pol Husein Hamidi kepada wartawan mengaku pihaknya saat ini sudah mengantongi identitas pemilik senapan yang menewaskan satu orang warga Desa Belusema, Kecamatan Simpang Kanan saat terjadinya bentrokkan. " Saat ini kita sudah mengantongi identitas pemilik senapan itu. Saya berharap kepada warga yang menyimpan senapan itu untuk menyerahkan ke Polres Aceh Singkil ," kata Kapolda.
Menurut Kapolda, senapan tersebut hanya bisa dimiliki yang memiliki izin seperti perbakin. "Senapan itu tidak boleh disalahgunakan apalagi menembak warga," ungkap Kapolda.
Sementara menunggu kedatangan Kapolri, Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah tiba di Aceh Singkil dan langsung menuju rumah korban, Syamsul (25) warga Desa Belusema kecamatan Simpang Kanan yang terkena tembakan senapan angin dibagian kepala.
Sementara sebelumnya, bentrok yang terjadi di Kabupaten Aceh Singkil mengakibatkan dua orang tewas dan tiga luka-luka berat dan satu luka ringan. Bahkan satu undung-undung di Desa Suka Makmur Kecamatan Gunung Meriah juga dikabarkan ikut dibakar oleh ribuan massa, Selasa (13/10).
Korban meninggal diketahui bernama Samsul (25) warga Kampong Belusema Kecamatan Suro, Aceh Singkil. Sedangkan satu korban lainnya yang belum diketahui namanya dikabarkan meninggal setelah dirawat di rumah sakit karena mengalami luka berat. Kejadian itu memuncak mulai sekitar pukul 10.30 wib. Korban yang meninggal di sholatkan di masjid Al - Muhlisin Kampong Lipat Kajang Bawah Kecamatan Simpang Kanan. Sementara tiga warga lainnya yang mengalami luka berat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Aceh Singkil. Kelima korban tersebut semuanya berasal dari umat muslim.
Kabar yang dihimpun dari beberapa sumber korban yang bernama Samsul mengalami luka tembak dibagian kening yang dilakukan oleh pihak nasrani dengan menggunakan senjata pemburu babi. "Sekarang korban sudah di sholatkan dan akan dikebumikan. Korban mengalami luka tembak yang dilakukan pihak nasrani dengan menggunakan senjata rakitan " cerita warga yang enggan menyebutkan namanya.
Sementara satu korban yang meninggal di rumah sakit terkena senjata tajam tombak dari nasrani. Kedua korban yang meninggal dikabarkan berasal dari warga Desa Belusema.
Sepanjang jalan lintas singkil Kecamatan Suro terlihat sepi seperti Kota mati dan hampir semua pintu rumah warga tertutup. Hanya terlihat beberapa warga berkumpul dipinggir jalan. Sementara dari aparat keamanan baik polisi dan TNI tetap bersiaga dipinggir jalan untuk mengantisipasi terjadinya kerusuhan antar dua kubu. (Bbs)
Sementara, Bupati Aceh Singkil, H. Sapriadi Manik, SH saat dikejar beberapa wartawan terlihat mengkir dari kejaran wartawan. Beberapa pertanyaan yang dilontarkan wartawan, Bupati hanya terlihat buru-buru masuk kedalam mobil.
Sebelumnya, Kapolda Aceh, Irjen Pol Husein Hamidi kepada wartawan mengaku pihaknya saat ini sudah mengantongi identitas pemilik senapan yang menewaskan satu orang warga Desa Belusema, Kecamatan Simpang Kanan saat terjadinya bentrokkan. " Saat ini kita sudah mengantongi identitas pemilik senapan itu. Saya berharap kepada warga yang menyimpan senapan itu untuk menyerahkan ke Polres Aceh Singkil ," kata Kapolda.
Menurut Kapolda, senapan tersebut hanya bisa dimiliki yang memiliki izin seperti perbakin. "Senapan itu tidak boleh disalahgunakan apalagi menembak warga," ungkap Kapolda.
Sementara menunggu kedatangan Kapolri, Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah tiba di Aceh Singkil dan langsung menuju rumah korban, Syamsul (25) warga Desa Belusema kecamatan Simpang Kanan yang terkena tembakan senapan angin dibagian kepala.
Sementara sebelumnya, bentrok yang terjadi di Kabupaten Aceh Singkil mengakibatkan dua orang tewas dan tiga luka-luka berat dan satu luka ringan. Bahkan satu undung-undung di Desa Suka Makmur Kecamatan Gunung Meriah juga dikabarkan ikut dibakar oleh ribuan massa, Selasa (13/10).
Korban meninggal diketahui bernama Samsul (25) warga Kampong Belusema Kecamatan Suro, Aceh Singkil. Sedangkan satu korban lainnya yang belum diketahui namanya dikabarkan meninggal setelah dirawat di rumah sakit karena mengalami luka berat. Kejadian itu memuncak mulai sekitar pukul 10.30 wib. Korban yang meninggal di sholatkan di masjid Al - Muhlisin Kampong Lipat Kajang Bawah Kecamatan Simpang Kanan. Sementara tiga warga lainnya yang mengalami luka berat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Aceh Singkil. Kelima korban tersebut semuanya berasal dari umat muslim.
Kabar yang dihimpun dari beberapa sumber korban yang bernama Samsul mengalami luka tembak dibagian kening yang dilakukan oleh pihak nasrani dengan menggunakan senjata pemburu babi. "Sekarang korban sudah di sholatkan dan akan dikebumikan. Korban mengalami luka tembak yang dilakukan pihak nasrani dengan menggunakan senjata rakitan " cerita warga yang enggan menyebutkan namanya.
Sementara satu korban yang meninggal di rumah sakit terkena senjata tajam tombak dari nasrani. Kedua korban yang meninggal dikabarkan berasal dari warga Desa Belusema.
Sepanjang jalan lintas singkil Kecamatan Suro terlihat sepi seperti Kota mati dan hampir semua pintu rumah warga tertutup. Hanya terlihat beberapa warga berkumpul dipinggir jalan. Sementara dari aparat keamanan baik polisi dan TNI tetap bersiaga dipinggir jalan untuk mengantisipasi terjadinya kerusuhan antar dua kubu. (Bbs)