Pangdam I BB Pantau Langsung Pencarian Helikopter di Samosir

Sebarkan:
[caption id="attachment_41621" align="aligncenter" width="417"]Pangdam I BB bersama rombongan saat baru tiba di Samosir Pangdam I BB bersama rombongan saat baru tiba di Samosir[/caption]

Guna memastikan kelancaran proses pencarian helikopter yang jatuh di kawasan Danau Toba, Kabupaten Toba Samosir, Panglima I /Bukit Barisan, Mayjend TNI-AD Lodewijk Pusung, turun langsung guna melakukan monitoring ke lokasi.
Seperti diketahui sebelumnya, helikopter komersial EC 130 dengan registrasi PK BKA yang lepas landas (take off) dari helipad Marihad Simbolon, di Desa Siparmahan, Kecamatan Harian, Samosir, Minggu (11/10) pukul 11.50 Wib menuju Bandara Kuala Namu Internasional Airpot (KNIA) itu, jatuh bersama 5 awaknya.

Jenderal bintang dua itu tiba di Posko utama pencarian di dermaga Onan Runggu, Samosir, Jumat (16/10) sekira pukul 16.00Wib menggunakan helikopter langsung meninjau posko dan melihat peta pencarian korban jatuhnya pesawat.

Lodewijk meminta Tim SAR gabungan untuk fokus melakukan pencarian walaupun ada kendala kalau kawasan Danau Toba diselimuti asap. Pangdam I/BB Lodewijk didampingi Danrem KS, Kolonel Fachri, Kombes Pol Helffi Assegaf, Kapolres Samosir AKBP Eko Suprihanto dan Pejabat Pemkab Samosir.

Sebelumnya diberitakan, Helikopter berisi 5 orang tersebut adalah milik PT Penerbangan Angkasa Semesta, berisi Capt. Teguh Mulyanto dan Engineer Hari Poerwanto, dan tiga penumpang bernama Nurhayanto, Giyatno dan Frans.

Helikopter itu di carter pengusaha asal Samosir yang tinggal di Jakarta yaitu pemilik Group Parna Raya, Marihad Simbolon.

Helikopter tiba dari Bandara Kuala Namu di rumah Marihad Simbolon di Desa Siparmahan, Kecamatan Harian, Samosir, Minggu (11/10) pukul 10.30 Wib.

Setelah menurunkan penumpangnya, helikopter take off pukul 11.30 dan harusnya tiba di KNIA, sekitar 45 menit berikutnya.(sam-1)

 
Sebarkan:

Baca Lainnya

Komentar