Saat ini pemerintah sedang berusaha meningkatkan hasil pertanian demi tercapainya program swasembada pangan, sesuai program Jokowi yang ditargetkan tahun 2017. Hal ini dapat tercapai jika sarana dan prasarana yang dibutuhkan petani terpenuh seperti ketersediaan air.
Namun jika ketersediaan air harus diganggu dengan keberadaan pembangunan instalasi pengambilan (pengelolaan) air maka hal ini akan menuai protes para petani. Disebabkan para petanilah yang paling akan dirugikan jika nantinya persedian air untuk lahan pertanian harus berkurang karena disedot untuk digunakan di instalasi pengelolaan air.
Seperti yang terjadi di Desa Bulu Cina Kecamatan Hamparan Perak. Para petani yang tergabung di Gabungan Perkumpulan Petani Pengelola Air ( GP3A) menolak pembangunan isntalasi pengambilan air diatas Bendungan Irigasi Sei Diski Desa Bulu Cina Kecamatan Hamparan Perak.
Penolakan pembangunan instalasi pengambilan air ini mendapat dukungan dari Amit Damanik yang merupakan anggota Komisi B DPRD Deliserdang yang membidangi pertanian.
Namun jika ketersediaan air harus diganggu dengan keberadaan pembangunan instalasi pengambilan (pengelolaan) air maka hal ini akan menuai protes para petani. Disebabkan para petanilah yang paling akan dirugikan jika nantinya persedian air untuk lahan pertanian harus berkurang karena disedot untuk digunakan di instalasi pengelolaan air.
Seperti yang terjadi di Desa Bulu Cina Kecamatan Hamparan Perak. Para petani yang tergabung di Gabungan Perkumpulan Petani Pengelola Air ( GP3A) menolak pembangunan isntalasi pengambilan air diatas Bendungan Irigasi Sei Diski Desa Bulu Cina Kecamatan Hamparan Perak.
Penolakan pembangunan instalasi pengambilan air ini mendapat dukungan dari Amit Damanik yang merupakan anggota Komisi B DPRD Deliserdang yang membidangi pertanian.
Amit Damanik pada Kamis (15/10/2015) malam menegaskan, penolakan ini disebabkan keresahan dan kekhawatiran para petani, dimana jika pembangunan instalasi pengambilan air ini tetap dilakukan, maka irigasi sepanjang sekira 2,5 Km yang direncanakan untuk mengairi lahan persawahan seluas 450 Ha bahkan dapat meningkat sampai 950 Ha, pasti akan kekeringan.
“Jika instalasi pengambilan air tetap dibangun akan mengakibatkan irigasi kekeringan sehingga para petani tidak bisa lagi bercocok tanam pada saat musim tanam pada bulan April sampai September setiap tahunnya ," jelasnya.
Tidak bisanya para petani ini bercocok tanam, menurut Amit Damanik, selain menurunkan penghasilan para petani padi sawah di empat desa masing - masing Desa Bulu Cina , Desa Kota Rantang , Desa Kota Datar serta Desa Paluh Manan, juga berdampak menurunnya stok pangan di Kabupaten Deliserdang.
Amit Damanik juga berharap agar tidak menimbulkan gejolak di tengah - tengah masyarakat, bahkan mengakibatkan adanya perlawanan dari para petani maka sebaiknya kegiatan pembangunan isntalasi pengambilan air dihentikan dan ditinjau kembali keberadaannya.
“Lokasi pembangunan sebaiknya dipindahkan kelokasi dibawah Bendungan Irigasi Sei Diski maupun Bendungan Irigasi Sei Arang Dalu. Bgaimana bisa mencapai program swasembada pangan yang merupakan program Jokowi jika irigasinya petani kesulitan mendapatkan air untuk lahan pertaniannya. Seharusnya ada sosialisasi sebelum dibangun , tapi ini tidak ada sosialisasi , jangan ditunggu masyarakat marah," tegasnya. (walsa)
“Jika instalasi pengambilan air tetap dibangun akan mengakibatkan irigasi kekeringan sehingga para petani tidak bisa lagi bercocok tanam pada saat musim tanam pada bulan April sampai September setiap tahunnya ," jelasnya.
Tidak bisanya para petani ini bercocok tanam, menurut Amit Damanik, selain menurunkan penghasilan para petani padi sawah di empat desa masing - masing Desa Bulu Cina , Desa Kota Rantang , Desa Kota Datar serta Desa Paluh Manan, juga berdampak menurunnya stok pangan di Kabupaten Deliserdang.
Amit Damanik juga berharap agar tidak menimbulkan gejolak di tengah - tengah masyarakat, bahkan mengakibatkan adanya perlawanan dari para petani maka sebaiknya kegiatan pembangunan isntalasi pengambilan air dihentikan dan ditinjau kembali keberadaannya.
“Lokasi pembangunan sebaiknya dipindahkan kelokasi dibawah Bendungan Irigasi Sei Diski maupun Bendungan Irigasi Sei Arang Dalu. Bgaimana bisa mencapai program swasembada pangan yang merupakan program Jokowi jika irigasinya petani kesulitan mendapatkan air untuk lahan pertaniannya. Seharusnya ada sosialisasi sebelum dibangun , tapi ini tidak ada sosialisasi , jangan ditunggu masyarakat marah," tegasnya. (walsa)