Waktu Pencarian Heli Jatuh di Danau Toba Ditambah

Sebarkan:
[caption id="attachment_41688" align="aligncenter" width="650"]Suasana pencarian korban helikopter jatuh di Danau Toba Suasana pencarian korban helikopter jatuh di Danau Toba[/caption]

 

Waktu pencarian helikopter EC 130 yang jatuh di Perairan Danau Toba setelah memasuki hari ketujuh akan dilakukan penambahan waktu pencarian selama tiga hari kedepan.

Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Helfi Assegaf didampingi Kakan Basarnas Sumut Rochmali mengatakan, jadwal pencarian tahap pertama selama 7 hari sudah selesai namun pencarian akan tetap dilanjutkan.

“Pencarian akan dilanjutkan namun personel akan dilakukan pengurangan khususnya yang pencarian di darat. Personel akan difokuskan untuk mempunyai keahlian di bidangnya dalam pencarian di perairan,” ungkapnya, Sabtu (17/10)

Lanjutnya, pencarian difokuskan pada bibir danau dari daerah Onan Runggu hingga daerah Sitio-tio. Ada 11 kapal yang dilibatkan dalam pencarian. “Hari ini (17/10), pencarian akan menurunkan 232 personel SAR gabungan,” ungkapnya.
Sementara, Asisten Manajer PT PAS Hendra leo yang merupakan pemilik helikopter EC 130 mengatakan, pihaknya sudah mengajukan penambahan waktu pencarian. Selain itu juga sudah dilakukan pengajuan penambahan peralatan sonar deteksi yang lebih canggih.

“PT PAS akan mengajukan penambahan waktu pencarian. Bahkan informasi dari Basarnas akan menurunkan sonar yang mampu mendeteksi lebih 1000,” ungkap Leo.

Masih kata Leo, pihaknya juga akan menurunkan dua unit helikopter untuk membantu pencarian. “Jika cuaca menginjinkan maka PT PAS juga akan menurunkan dua unit heli. Karena kondisi cuaca di Samosir maka pendaratan dilakukan di Sibolga,” ungkapnya.

Ditanya terkait seperti apa bentuk pertanggungjawaban terhadap korban penumpang heli, Leo mengatakan, pihaknya belum bisa membicarakan hal tersebut karena pencarian masih dilakukan. “Belum bisa kita membicarakan masalah santunan kepada penumpang karena nasib penumpang belum sepenuhnya diketahui,” ungkapnya.

Sedangkan Letkol Marinir Yustinus ditemui di posko pencarian mengatakan, personelnya masih akan tetap melakukan pencarian meski tahap pertama pencarian sudah selesai. “Kita masih berharap pencarian masih akan membuahkan hasil. Lokasi pencarian juga sudah dipersempit dengan adanya penemuan Frans, dua bangku heli dan sepatu dari Danau Toba,” ungkapnya.

Pantauan METRO, helikopter SAR yang disiagakan di posko pencarian Onan Runggu sempat terkendala karena kondisi perairan Danau Toba yang diselimuti kabut asap. “Kabut asap diatas Danau Toba masih tebal sehingga pencarian dengan menggunakan helikopter tidak dapat dilakukan,” ungkap Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Helfi Assegaf.

Masih kata Helfi, pihaknya masih menunggu konfirmasi terkait kondisi cuaca. “Kalau nanti sudah ada informasi yang menyatakan cuaca membaik maka pencarian dengan helikopter dapat digunakan,” ungkapnya. (bbs)
Sebarkan:

Baca Lainnya

Komentar