Banyak Tersangka Korupsi Asal Sumut, Ini Kata FKUB

Sebarkan:
Banyaknya tersangka kasus korupsi yang terlibat berasal dari Sumatera Utara ternyata membuat sejumlah organisasi di Sumatera Utara turut angkat bicara.

Wakil Sekertaris Forum Kerukunan Umar Beragama (FKUB) Provinsi Sumatera Utara Dr. H. Arifinsyah, M.Ag mengatakan, tidak adanya rasa sosialisme dan cinta rakyat membuat politisi terutama wakil rakyat rekap kali melakukan tindak korupsi yang berujung dengan penahanan sejumlah wakil rakyat.

"Negarawan masuk sel baru jadi pejabat, politisi sekarang pejabat dulu lalu masuk penjara. Kasusnya pun tak jauh-jauh, selalu masalah korupsi yang berdampak pada masyarakat," jelasnya, Sabtu (14/11/15).

Dengan mengurai kekayaan dan keragaman bangsa Indonesia serta tantangan masa kini, Arifinsyah, menilai faktor kearifan lokal seperti budaya merupakan tonggak kuat sebagai memperkokoh dan menjaga persatuan bangsa dan ketahanan bangsa.
Dilanjutkan, dengan nilai-nilai terkandung dalam wawasan kebangsaan dan konsensus kebangsaan, negarawan dan politisi jelas memiliki perbedaan yang sangat menonjol.

"Negarawan berpikir dirinya harus menyesuaikan dengan cita-cita Negara dan Bangsa, sementara politisi berpikir Negara dan Bangsa yang harus menyesuaikan dengan kepentingannya," ungkapnya.

Dia menjelaskan, dulu Negarawan tak siap untuk hidup mewah, sementara sekarang politisi tak siap hidup sederhana. "Dari perbedaan ini sudah jelas terlihat kalau Negarawan dan Politisi begitu berbeda, karena politisi selalu memikirkan kepentingan pribadi dan organisasinya saja, mungkin hanya sebagian politisi yang memikirkan warga, Bangsa dan Negara ini," pungkasnya.

Dr. H. Arifinsyah mengemukakan, lima point untuk terbangunnya karakter bangsa, yaitu berketuhanan, kebangsaan, kebersamaan, keadaban dan kejuangan. Karakteristik negawan harus memiliki kemampuan cemerlang dan jeli, lebih merupakan bakat yang terpadu dengan keberanian melawan arus.(hendra)
Sebarkan:

Baca Lainnya

Komentar