Bot Nelayan Ditabrak Kapal Bermuatan Kontainer

Sebarkan:
3 Nelayan Asal Pantai Labu Selamat, 1 Hilang

[caption id="attachment_43012" align="aligncenter" width="360"]Rahman Rahman[/caption]

Bot Sri Indah dihantam kapal bermuatan puluhan kontainer di perairan Pulo Berhala, Kabupaten Serdang (Serdang Bedagai), Sabtu (7/11) malam . Akibatnya Ramlan salah satu nelayan hingga kini keberadaan belum ditemukan. Sedangkan tiga nelayan lainnya selamat setelah sempat terombang-ambing dilaut selama 6 jam dan selanjutnya ditolong kapal pukat.

Empat nelayan asal Kecamatan Pantai Labu dan Kecamatan Beringin itu, masing-masing, Ibnu Hajar alias Redet (34), Ramlan (34), Budi Santoso (28) ketiganya warga Dusun I Desa Paluh Sibaji Kecamatan Pantai Labu dan Rahman alias Olo (32) warga Gang Besi Desa Beringin Kecamatan Beringin.

[caption id="attachment_43013" align="aligncenter" width="360"]Budi Santoso Budi Santoso[/caption]
Menurut keterangan Redet saat ditemui Selasa (10/11) mengakui peristiwa tersebut terjadi, Jumat (6/11) lalu ayah empat anak ini bersama tiga temannya berangkat dari Pantai Labu menuju perairan sekitar Pulo Berhala untuk mencari ikan. Setelah mendapat 1 piber ikan, Redet yang bertindak sebagai tekong bot menambatkan botnya ditengah laut sambil menunggu jaring ikan. Sambil menunggu jaring ikan, Redet, Budi Santoso dan Olo tidur dibagian belakang bot. Namun tak lama kemudian, Ramlan yang tidak tidur mendadak membangunkan ketiga temannya dengan menyebutkan ada kapal.

Kaget bercampur bingung kemana akan menyelematkan diri, keempat nelayan itu berlari menuju haluan (depan) bot namun diwaktu yang hamper bersamaan, kapal bermuatan puluhan container dari arah Timur menuju Barat menghantam bagian belakang bot nelayan hingga ahkirnya bot yang mereka tumpangi terbalik dan pecah dan saat itu Redet dan Ramlan pun menyelamatkan diri terjun kelaut sedangkan Budi Santoso dan Rahman yang tidak bisa berenang itu pasrah diri.

Lima menit lamanya, Redet dan Ramlan berjibaku mengapung dipermukaan laut. Sedangkan Budi Santoso dan Rahman memegang bagian haluan bot. “Seperempat bot kami hancur. Kapal itu sangat panjang karena bermuatan puluhan container. Asal aku mengapung terpegang ku badan kapal bermuatan container itu. Karena lampu kapal bermuatan container itu terang sehingga aku bisa berenang sambil mengapung,” sebut Redet yang sudah menjadi nelayan sejak berusia 13 tahun itu.

[caption id="attachment_43014" align="alignleft" width="360"]Ibnu Hajar Ibnu Hajar[/caption]

Disaat mengapung itulah, Ramlan sempat memanggil Redet untuk mempertanyakan posisi Redet. Namun lima menit kemudian kapal pengangkut puluhan container itu berlalu, Redet memanggil Ramlan namun tak ada jawaban. Selanjutnya, Budi Santoso yang ketika itu tetap memegang Olo berteriak memanggil Redet. Dari balik bot yang nyaris seluruhnya karam itu, Redet berenang dan berkumpul bersama Budi Santoso dan Olo. Dengan memegang satu pelampung milik mereka, ketiganya pun bertahan mengapung diatas air. Tiga jam kemudian, 2 bot pukat langgar dan jalur nelayan asal Pagurawan yang mencari ikan menolong Redet, Budi Santoso dan Olo. Selanjutnya ketiga nelayan yang kondisinya sangat lemah itu dititipkan ke nelayan Pantai Labu. (walsa)
Sebarkan:

Baca Lainnya

Komentar