Terkait hilangnya brankas milik KPU Binjai yang berisikan uang tunai senilai Rp 250 juta dan 1191 kertas hologram untuk keperluan pilkada Kota Binjai, Polisi menduga, pelaku pembobol brankas milik KPU Binjai diindikasi ada keterlibatan orang dalam atas kejadian tersebut, Senin (02/11/15).
Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Bambang Tarigan mengatakan, dari olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan pihak reskrim Polres Binjai, kuat dugaan pelaku pembobol brankas milik KPU Binjai dilakoni oleh orang dalam.
Hal ini, lanjut dia, terlihat dari kondisi pintu ruangan tempat penyimpanan brankas yang sidikitpun tidak mengalami kerusakan.
"Kalau kita lihat dari olah TKP tadi, kuat dugaan hilangnya brankas KPU ada permainan orang dalam. Kita lihat tak satupun pintu ruangan yang rusak, berarti, yang mengambil itu memiliki kunci pintu ruangan tersebut," ujar mantan Kanit Tipikor Polres Binjai.
Hingga kini, kata perwira balok tiga dipundaknya ini, pihaknya telah memeriksa dan meminta keterangan dari sejumlah saksi terkait peristiwa ini.
"Kita sudah periksa sejumlah saksi, dari keterangan ini akan kita lakukan terus penyelidikan sampai kasus ini terungkap," ungkapnya.
Sebelumnya, kotak brankas KPU Kota Binjai yang berisi uang tunai sebanyak 250 juta rupiah dan 1191 kertas hologram pilkada yang akan di bagi ke 397 TPS di Kota Binjai raib digondol maling sekitar pukul 02.00 wib.
Saat diketahui kotak brankas tidak berada ditempat, bendahara KPU langsung melaporkannya ke pihak komisioner KPU dan Polisi. Petugas yang menerima laporan langsung turun kekantor KPU dan memeriksa ruangan bendahara tersebut. Anehnya, tidak satupun pintu diruangan bendahara yang rusak.
Petugas polisi dari Polres Binjai, kemudian memanggil dan memeriksa sedikitnya lima orang dari bagian keuangan KPU yang selalu berada di ruangan dan memegang kunci pintu rungan tersebut.(hendra)
Hingga kini, kata perwira balok tiga dipundaknya ini, pihaknya telah memeriksa dan meminta keterangan dari sejumlah saksi terkait peristiwa ini.
"Kita sudah periksa sejumlah saksi, dari keterangan ini akan kita lakukan terus penyelidikan sampai kasus ini terungkap," ungkapnya.
Sebelumnya, kotak brankas KPU Kota Binjai yang berisi uang tunai sebanyak 250 juta rupiah dan 1191 kertas hologram pilkada yang akan di bagi ke 397 TPS di Kota Binjai raib digondol maling sekitar pukul 02.00 wib.
Saat diketahui kotak brankas tidak berada ditempat, bendahara KPU langsung melaporkannya ke pihak komisioner KPU dan Polisi. Petugas yang menerima laporan langsung turun kekantor KPU dan memeriksa ruangan bendahara tersebut. Anehnya, tidak satupun pintu diruangan bendahara yang rusak.
Petugas polisi dari Polres Binjai, kemudian memanggil dan memeriksa sedikitnya lima orang dari bagian keuangan KPU yang selalu berada di ruangan dan memegang kunci pintu rungan tersebut.(hendra)