Pria Bertato “Diana” dan Pelajar SMK Ini Bonyok Dimassa

Sebarkan:
[caption id="attachment_43838" align="alignright" width="329"]Apriadi Apriadi[/caption]

 

Aksi Apriadi alias Apri (27) warga Gang Abas Desa Ramunia 2 Kecamatan Beringin dan Ahmad Abdi Maulana alias Nanang (15) warga Gang Besi Desa Ramunia Kecamatan Beringin berujung apes. Rencana jahat yang sudah semalaman dibahas untuk mencuri sepeda motor di kawasan benteng persawahan Pulo Naga Desa Denai Lama Kecamatan Pantai Labu itu malah menuai petaka dan keduanya terancam masuk bui.

Soalnya aksi Apri yang memiliki tato bertuliskan “Diana” pada tangan kirinya dan Nanang yang mengaku masih siswa kelas 1 jurusan TKJ di SMK Lestari Kecamatan Beringin itu terlihat warga dan langsung diteriaki maling hingga bonyok dibalbal massa pada Rabu (25/ 11) sekira pukul 16.30Wib.

Sehari sebelumnya Apri berjumpa dengan Nanang di salah satu gubuk kosong dekat tempat tinggal mereka. Gubuk yang biasa digunakan anak-anak kampong untuk berkumpul itu ternyata perkenalan pertama Apri dan Nanang. Apri, bapak beranak 1 dan tidak punya pekerjaan menetap itu langsung menawarkan niatnya pada Nanang. Anak sulung dari 3 bersaudara itupun sempat menolak ajakan Apri karena takut melakukannya. Namun dengan iming-iming akan diberikan uang Rp 200ribu ditambah sedikit move, Nanang pun tak kuasa menolaknya. Setelah matang semalaman merencanakan targetnya, esoknya aksi pun digelar.
[caption id="attachment_43839" align="alignright" width="263"]Nanang Nanang[/caption]

Dengan mengenderai sepedamotor Honda Supra milik orangtua Nanang, keduanya pun berangkat menuju kawasan persawahan Pulo Naga Desa Denai Lama Kecamatan Pantai Labu. Dilokasi itu pandangan Keduanya pun langsung tertuju pada sepedamotor Honda Supra yang terparkir. Melihat situasi yang menurut Apri menguntungkan, aksi pun dilakukan. Parahnya, Apri malah menurunkan Nanang dekat dengan targetnya dan menyuruh untuk mengambilnya. Sementara Apri malah siaga diatas sepedamotor milik orangtua Nanang. Melihat keduanya seperti mempereteli sepedamotor yang terparkir dibenteng persawahan itu, warga pun langsung berteriak maling.

Parahnya, setelah mendengar teriakan itu Apriadi langsung tancap gas meninggalkan Nanang yang gugup bercampur takut. Tanpa dikomando, massa pun langsung berdatangan dan menghajar nanang lebih awal. Nasib apes pun menimpa Apriadi. Sepedamotor yang ditungganginya terjatuh. Massa pun turut menghajarnya hingga bonyok. “Aku semalam kenal dengan bang Apri itu di gubuk dekat kampong kami. Terus diajaknya aku mencuri kreta. Katanya kalo berhasil kretanya mau dipakenya dan aku akan dikasi uang Rp 200ribu”, aku Nanang sambil meringis kesakitan di RSUD Deliserdang.

Sementara keterangan Nanang itu langsung dibantah Apriadi. Menurutnya, aksi itu merupakan rencana mereka berdua sewaktu bertemu di gubuk kosong dekat kediaman mereka. “Bohong dia itu bang, itu ide kami berdua. Karena katanya dia sudah pernah main sama si Puput saudaraku ngambil Honda Revo”, sebut Apriadi di ruang IGD RSUD Deliserdang.

Terpisah, Kapolsek Beringin AKP Iwan Kurnianto ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian itu dan mengatakan sedang melakukan pemeriksaan terhadap keduanya. “Keduannya digebuki massa dan sekarang sedang diperiksa penyidik”, sebutnya. (walsa)
Sebarkan:
Komentar