Tidak Miliki Izin dan Diduga Sediakan Penari Striptis
Tempat hiburan Barcelona yang terletak di Jalan William Iskandar, Pancing, Kecamatan Percut Seituan seakan tak takut beroperasi. Padahal, hiburan malam yang tak mengantongi izin dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang itu, sudah pernah ditutup paksa oleh penegak Peraturan Daerah (Perda), Satuan Polisi Pamong Praja.
Sayangnya, penutupan paksa yang dilakukan penegak Perda itu hanya terkesan seremonial. Pasalnya, Barcelona hanya bertahan dua hari tak beroperasi yang kemudian selanjutnya hingga kini masih beroperasi.
Kepala Kantor Perizinan dan Pelayanan Terpadu Kabupaten Deliserdang Kamaluddin yang dikonfirmasi wartawan pada Jumat (18/12) tak membantah, kalau Barcelona tidak lagi mengantongi izin. "Memang enggak punya izin, Barcelona. Bukan tanggung jawab kita. Di Satpol PP lah itu," kata Kamaluddin.
Pemkab Deliserdang seakan tutup mata melihat keberadaan Barcelona yang tak mengantongi izin operasional tersebut. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Deliserdang pun berjanji akan meninjau keberadaan Barcelona yang diduga menyediakan penari striptis tersebut.
Tempat hiburan Barcelona yang terletak di Jalan William Iskandar, Pancing, Kecamatan Percut Seituan seakan tak takut beroperasi. Padahal, hiburan malam yang tak mengantongi izin dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang itu, sudah pernah ditutup paksa oleh penegak Peraturan Daerah (Perda), Satuan Polisi Pamong Praja.
Sayangnya, penutupan paksa yang dilakukan penegak Perda itu hanya terkesan seremonial. Pasalnya, Barcelona hanya bertahan dua hari tak beroperasi yang kemudian selanjutnya hingga kini masih beroperasi.
Kepala Kantor Perizinan dan Pelayanan Terpadu Kabupaten Deliserdang Kamaluddin yang dikonfirmasi wartawan pada Jumat (18/12) tak membantah, kalau Barcelona tidak lagi mengantongi izin. "Memang enggak punya izin, Barcelona. Bukan tanggung jawab kita. Di Satpol PP lah itu," kata Kamaluddin.
Pemkab Deliserdang seakan tutup mata melihat keberadaan Barcelona yang tak mengantongi izin operasional tersebut. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Deliserdang pun berjanji akan meninjau keberadaan Barcelona yang diduga menyediakan penari striptis tersebut.
"Surat akan kami kirim ke pimpinan untuk meninjau itu (Barcelona). Dalam minggu ini, kami akan turun ke lapangan. Saya orang situ (Percut Seituan) dan itu Dapil (daerah pemilihan) saya," aku anggota DPRD Deliserdang, Misnan Al Jawi.
Dikatakan Misnan, jika memang terbukti tak mengantongi izin operasional yang dikeluarkan Pemkab Deliserdang, sejatinya Barcelona harus ditutup. Menurutnya, jika berlarut, Barcelona dapat merusak generasi selanjutnya.
Selain itu, Barcelona juga telah menyalahi aturan. Pasalnya, tempat hiburan Barcelona itu berdiri berdekatan dengan tempat ibadah dan tempat belajar, yakni MAN.
"Jika memang terbukti tidak ada izin, kami minta dinas terkait untuk menutup itu," sebut Misnan.
Tempat hiburan Barcelona memang persoalan lama. Berulang kali organisasi kemasyarakatan (Ormas) yang berlandaskan agama sudah berorasi di depan Barcelona. Mereka menuntut agar Barcelona ditutup oleh Pemkab Deliserdang.
Memang, penutupan paksa pernah dilakukan oleh Satpol PP. Namun kini, Barcelona kembali beroperasi hingga larut malam.
Menanggapi hal ini, Manager Operasional Barcelona, Hotma Siagian berang ketika dikonfirmasi melalui telepon selularnya. Dia juga seakan tak takut, kalau tempat hiburannya kembali didemo oleh masyarakat.
Menurutnya, pengoperasian Barcelona sudah sesuai aturan main. "Sepanjang kami benar dan bekerja demi anak istri, suami bahkan keluarga, walapun semua makian, hinaan kami rasakan, kami semua tetap tegar dan bertahan demi untuk hidup," tulis Hotma melalui pesan singkatnya. (Walsa)
Dikatakan Misnan, jika memang terbukti tak mengantongi izin operasional yang dikeluarkan Pemkab Deliserdang, sejatinya Barcelona harus ditutup. Menurutnya, jika berlarut, Barcelona dapat merusak generasi selanjutnya.
Selain itu, Barcelona juga telah menyalahi aturan. Pasalnya, tempat hiburan Barcelona itu berdiri berdekatan dengan tempat ibadah dan tempat belajar, yakni MAN.
"Jika memang terbukti tidak ada izin, kami minta dinas terkait untuk menutup itu," sebut Misnan.
Tempat hiburan Barcelona memang persoalan lama. Berulang kali organisasi kemasyarakatan (Ormas) yang berlandaskan agama sudah berorasi di depan Barcelona. Mereka menuntut agar Barcelona ditutup oleh Pemkab Deliserdang.
Memang, penutupan paksa pernah dilakukan oleh Satpol PP. Namun kini, Barcelona kembali beroperasi hingga larut malam.
Menanggapi hal ini, Manager Operasional Barcelona, Hotma Siagian berang ketika dikonfirmasi melalui telepon selularnya. Dia juga seakan tak takut, kalau tempat hiburannya kembali didemo oleh masyarakat.
Menurutnya, pengoperasian Barcelona sudah sesuai aturan main. "Sepanjang kami benar dan bekerja demi anak istri, suami bahkan keluarga, walapun semua makian, hinaan kami rasakan, kami semua tetap tegar dan bertahan demi untuk hidup," tulis Hotma melalui pesan singkatnya. (Walsa)