Salah satu hasil sensus yang selalu menjadi polemik di Kota Binjai khususnya, maupun di Indonesia, yakni mengenai pembagian jatah beras miskin (raskin), yang ditujukan bagi keluarga tidak mampu, masih banyak yang belum tepat sasaran.
Hal tersebut diungkapkan Pj Walikota Binjai, Riadil Akhir Lubis, yang diwakilkan oleh Sekdako Binjai Elyuzar Siregar, saat membuka sosialisasi sensus ekonomi tahun 2016, di Aula Pemko Binjai, Senin (14/12/15).
Sensus ekonomi sejatinya bertujuan untuk mengumpulkan dan menyajikan data dasar seluruh kegiatan ekonomi, kecuali sektor pertanian, sebagai landasan bagi penyusunan kebijakan, perencanaan dan evaluasi pembangunan.
Dengan kegiatan tersebut, akan didapat gambaran lengkap tentang level dan struktur perekonomian daerah, informasi dasar mengenai karakteristik usaha dan mengetahui daya saing bisnis di Kota Binjai.
Mensukseskan sensus ekonomi 2016, bukanlah tugas Badan Pusat Statistik (BPS) semata, melainkan tanggungjawab kita semua, baik unsure pemerintahan, masyarkat dan juga seluruh pelaku ekonomi.
Hal tersebut diungkapkan Pj Walikota Binjai, Riadil Akhir Lubis, yang diwakilkan oleh Sekdako Binjai Elyuzar Siregar, saat membuka sosialisasi sensus ekonomi tahun 2016, di Aula Pemko Binjai, Senin (14/12/15).
Sensus ekonomi sejatinya bertujuan untuk mengumpulkan dan menyajikan data dasar seluruh kegiatan ekonomi, kecuali sektor pertanian, sebagai landasan bagi penyusunan kebijakan, perencanaan dan evaluasi pembangunan.
Dengan kegiatan tersebut, akan didapat gambaran lengkap tentang level dan struktur perekonomian daerah, informasi dasar mengenai karakteristik usaha dan mengetahui daya saing bisnis di Kota Binjai.
Mensukseskan sensus ekonomi 2016, bukanlah tugas Badan Pusat Statistik (BPS) semata, melainkan tanggungjawab kita semua, baik unsure pemerintahan, masyarkat dan juga seluruh pelaku ekonomi.
“Mari kita menyikapi sensus ekonomi 2016 ini sebagai bentuk tanggungjawab kita semua kepada bangsa dan Negara, mari kita turut membantu Negara dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” Harap Elyuzar.
Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi Sumatera Utara, Ateng Hartono, yang bertindak sebagai narasumber, menyampaikan manfaat hasil sensus ekonomi yaitu, sebagai pemetaan potensi ekonomi wilayah menurut industry dan pelaku usaha, standar acuan indikator ekonomi.
Penyusunan kerangka sampel untuk berbagai kegiatan survey, pembangunan dan pemutakhiran basis data terpadu, karakteristik usaha, pemetaan daya saing bisnis dan prospek bisnis, serta perencanaan investasi di Indonesia.
“Saya berharap semua pihak, baik pemerintah, pengusaha dan seluruh masyarakat, untuk bersama-sama mensukseskan sensus ekonomi 2016, demi menyongsong masyarakat ekonomi ASEAN,” tegas Ateng, saat mengakhiri pemaparannya.
Hadir Kepala BPS Kota Binjai, Sunanto, Kepala Bagian Perekonomian, Ahmad Ilham, seluruh unsure SKPD Kota Binjai. (hendra)
Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi Sumatera Utara, Ateng Hartono, yang bertindak sebagai narasumber, menyampaikan manfaat hasil sensus ekonomi yaitu, sebagai pemetaan potensi ekonomi wilayah menurut industry dan pelaku usaha, standar acuan indikator ekonomi.
Penyusunan kerangka sampel untuk berbagai kegiatan survey, pembangunan dan pemutakhiran basis data terpadu, karakteristik usaha, pemetaan daya saing bisnis dan prospek bisnis, serta perencanaan investasi di Indonesia.
“Saya berharap semua pihak, baik pemerintah, pengusaha dan seluruh masyarakat, untuk bersama-sama mensukseskan sensus ekonomi 2016, demi menyongsong masyarakat ekonomi ASEAN,” tegas Ateng, saat mengakhiri pemaparannya.
Hadir Kepala BPS Kota Binjai, Sunanto, Kepala Bagian Perekonomian, Ahmad Ilham, seluruh unsure SKPD Kota Binjai. (hendra)