[caption id="attachment_46238" align="aligncenter" width="360"]
Keluarga asal Binjai yang hilang ini diduga ikut Gafatar[/caption]
Munculnya kasus orang 'hilang' dan memilih gabung ke organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), yang terjadi di beberapa daerah, bahkan juga terjadi di Kota Binjai.
Ternyata, sebelum dinyatakan Gafatar sebagai aliran sesat dan tidak dibenarkan berada di Indonesia, Gafatar Kota Binjai pernah mengurus Surat Keterangan Terdaftar (SKT) ke Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kota Binjai.
Munculnya kasus orang 'hilang' dan memilih gabung ke organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), yang terjadi di beberapa daerah, bahkan juga terjadi di Kota Binjai.
Ternyata, sebelum dinyatakan Gafatar sebagai aliran sesat dan tidak dibenarkan berada di Indonesia, Gafatar Kota Binjai pernah mengurus Surat Keterangan Terdaftar (SKT) ke Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kota Binjai.
"Memang setahun yang lalu Gafatar pernah mengajukan SKT ke Kesbangpolinmas. Mereka juga sering mengadakan kegiatan sosial di Kota Binjai," jelas Kaban Kesbangpolinmas Binjai, Drs. Janu Asmadi Lubis saat dihubungi melalui selularnya, Jumat (15/1/16).
Dijelaskannya, saat Gafatar Binjai akan mengajukan SKT, pihak Kesbangpolinmas Binjai tidak memberikan surat dan izin kepada pengurus Gafatar tersebut.
"Kami tidak berikan SKT kepada mereka, karena kami belum tau apa gerakan dan visi misi meraka, sehingga Pemerintah Kota Binjai memeutuskan tidak mengeluarkan SKTnya," ujarnya.
Hingga sekarang, lanjut Janu, pihak Kesbangpolinmas telah melakukan pendataan dan pengamatan dan terus melakukan pemantauan di Komunitas Intelijen Daerah (Kominda).
"Kesbangpolinmas tidak tinggal diam, kami juga terus melakukan pengamatan terkait keberadaan Gafatar yang ada di Binjai, namun sejak lama Gafatar di Binjai telah di bekukan," ungkapnya.
Dia juga berharap agar masyarakat jeli dan cermat menghadapi masalah Gafatar ini, jika ada tindakan dan gerakan yang mencurigakan oleh oknum warga, segera laporkan ke pihak Kesbangpolinmas dan pihak yang berwajib.
"Peran masyarakat sangat penting, jadi kita juga minta masyarakat jeli dan cermat menyikapi masalah ini," pungkasnya Janu yang juga menjabat sebagai Plt. Kadis Pendidikan.(hendra)
Dijelaskannya, saat Gafatar Binjai akan mengajukan SKT, pihak Kesbangpolinmas Binjai tidak memberikan surat dan izin kepada pengurus Gafatar tersebut.
"Kami tidak berikan SKT kepada mereka, karena kami belum tau apa gerakan dan visi misi meraka, sehingga Pemerintah Kota Binjai memeutuskan tidak mengeluarkan SKTnya," ujarnya.
Hingga sekarang, lanjut Janu, pihak Kesbangpolinmas telah melakukan pendataan dan pengamatan dan terus melakukan pemantauan di Komunitas Intelijen Daerah (Kominda).
"Kesbangpolinmas tidak tinggal diam, kami juga terus melakukan pengamatan terkait keberadaan Gafatar yang ada di Binjai, namun sejak lama Gafatar di Binjai telah di bekukan," ungkapnya.
Dia juga berharap agar masyarakat jeli dan cermat menghadapi masalah Gafatar ini, jika ada tindakan dan gerakan yang mencurigakan oleh oknum warga, segera laporkan ke pihak Kesbangpolinmas dan pihak yang berwajib.
"Peran masyarakat sangat penting, jadi kita juga minta masyarakat jeli dan cermat menyikapi masalah ini," pungkasnya Janu yang juga menjabat sebagai Plt. Kadis Pendidikan.(hendra)