Maraknya aktivitas galian c ilegal di Kota Binjai, yang tidak bisa ditertibkan Pemerintah dan aparat kepolisian Polres Binjai, akhirnya menuai badai bagi masyarakat.
Seorang bocah, Rido Pratama (11) warga Lorong Tengah, Lingungan 8, Kelurahan Mencirim, Binjai Timur, jadi tumbal keserakahan pengusaha galian
C ilegal yang ada di Pantai Kodok Lingkungan 9, Kelurahan Mencirim, Binjai Timur.
Rido ditemukan tewas tenggelam di lobang bekas galian C Pantai Kodok, saat bermain dengan teman-temannya, Senin (29/2/16).
Informasi dihimpun, galian C yang masih beroperasi itu terletak tidak jauh dari pemukiman warga sekitar. Walau dijaga beberapa orang berbadan besar, namun Rido dan temannya tetap bermain di pinggir tebing galian.
Secara tidak sengaja, Rido terpeleset hingga masuk ke lobang galian C. Karena galian C sudah lama dikeruk, maka kedalaman galian C pun sudah sampai 50 meter.
Walau para pekerja galian C melihat Rido tenggelam, mereka tidak mau menolong dengan cepat, hingga akhirnya bocah kelas 6 SD itu tewas.
Setelah jenazah Rido bisa dievakuasi, Rido langsung dibawa ke rumah mereka untuk dimakamkan. Polisi yang mendapat informasi pun langsung pergi ke
rumah duka untuk membuat laporan polisi. Orang tua Rido, tidak mau anak
mereka dibawa untuk visum.
Menurut orang tua korban, Heri, anaknya pergi ke galian C untuk mencari kerang kecil. "Anak saya main di pinggir galian C. Anak saya tenggelam dan
ditolong orang yang sedang memancing," katanya.
PS Kasubag Humas Polres Binjai IPTU Siswanto Ginting yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. "Kejadiannya memang di galian C. Namun,
orang korban tidak mau untuk divisum," katanya.(hendra)
Secara tidak sengaja, Rido terpeleset hingga masuk ke lobang galian C. Karena galian C sudah lama dikeruk, maka kedalaman galian C pun sudah sampai 50 meter.
Walau para pekerja galian C melihat Rido tenggelam, mereka tidak mau menolong dengan cepat, hingga akhirnya bocah kelas 6 SD itu tewas.
Setelah jenazah Rido bisa dievakuasi, Rido langsung dibawa ke rumah mereka untuk dimakamkan. Polisi yang mendapat informasi pun langsung pergi ke
rumah duka untuk membuat laporan polisi. Orang tua Rido, tidak mau anak
mereka dibawa untuk visum.
Menurut orang tua korban, Heri, anaknya pergi ke galian C untuk mencari kerang kecil. "Anak saya main di pinggir galian C. Anak saya tenggelam dan
ditolong orang yang sedang memancing," katanya.
PS Kasubag Humas Polres Binjai IPTU Siswanto Ginting yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. "Kejadiannya memang di galian C. Namun,
orang korban tidak mau untuk divisum," katanya.(hendra)