Lima Kecamatan Terendam

Hujan yang mengguyur seharian pada perayaan tahun baru cina (imlek) tahun ini membawa duka. Sebab, ribuan rumah di Lima Kecamatan, Kota Binjai, diterjang banjir. Ratusan warga yang rumahnya terendam air harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Ketinggian air sejauh ini setinggi pinggang orang dewasa. Tidak menutup kemungkinan air akan terus meninggi. Mengingat intensitas air terus meninggi karena hujan sejauh ini masih mengguyur Kota Binjai, Senin (8/2/16).
Tim SAR dari gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polri dan TNI terus bekerjasama mengevakuai warga anak-anak dan lansia. Para korban banyak yang terjebak banjir yang datang secara tiba-tiba. Air yang datang dengan begitu cepat diduga karena lauppan air sungai Sei Bingai, Bangkatan dan Mencirim yang mengelilingi rumah warga disana.
Hujan yang mengguyur seharian pada perayaan tahun baru cina (imlek) tahun ini membawa duka. Sebab, ribuan rumah di Lima Kecamatan, Kota Binjai, diterjang banjir. Ratusan warga yang rumahnya terendam air harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Ketinggian air sejauh ini setinggi pinggang orang dewasa. Tidak menutup kemungkinan air akan terus meninggi. Mengingat intensitas air terus meninggi karena hujan sejauh ini masih mengguyur Kota Binjai, Senin (8/2/16).
Tim SAR dari gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polri dan TNI terus bekerjasama mengevakuai warga anak-anak dan lansia. Para korban banyak yang terjebak banjir yang datang secara tiba-tiba. Air yang datang dengan begitu cepat diduga karena lauppan air sungai Sei Bingai, Bangkatan dan Mencirim yang mengelilingi rumah warga disana.
Banjir terparah sendiri terjadi di Kelurahan Setia, Binjai Kota, Kelurahan Menciri, Binjai Timur dan Kelurahan Berngam Binjai Kota. Ketinggian yang awalnya hanya setinggi setengah meter dalam waktu satu jam sudah mencapai semeter atau sepinggang orang dewasa. "Awalnya air hanya setengah meter atau selutut orang dewasa. Tapi, satu jam ditunggu karena klami pikir surut. Tiba-tiba saja naik hingga semeter dan diduga akan terus naik," terang Juni, salah satu korban banjir.
Hal inilah yang membuat warga yang awalnya tenang menjadi panik. Dengan sesegera mungkin, warga yang rumahnya mulai dimasuki air lantas berusaha menyelamatkan diri. Baik anak-anak dan lansia lantas dikeluarkan dari rumah. Beberapa warga yang rumahnya terendam airpun menyelamatkan barang2 elektronik mereka.
Listripun dimatikan secara otomatis oleh PLN agar tidak menimbulkan korseleting. "Kami takut bang. Ini banjir terparah sepanjang tahun ini. Apa lagi hujan masih terus turun. Air tiba-tiba saja naiknya. Sekitar pukul dua tadi naik airnya dan sampai saat ini belum turun juga. Makanya aku bawa anak-anak untuk mengungsi sesaaat," keluh Surya, warga lain sambil menggendong anaknya.
Merekapun menduga, meluapnya air sungai yang terjadi dilatar belakangi hujan yang terus turun. Belum lagi sungai mulai mengalami pendangkalan akibat sampah dan abrasi sehingga membuat sungai menjadi dangkal. "Ini bisa saja terjadi bang. Soalnya sungai yang dulunya dalam sekarang menjadi rendah," terang beberapa warga.
Terpisah Kabib Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Binjai Yosrizal mengakui, mengerahkan seluruh anggota untuk mengevakuai warga dibantu unsur Polri dan TNI. Mereka juga membangun posko-posko ppengungsian didaerah yang dinilai rawan banjir. Karena hujan masih turun dan agar dapat bekerja dengan cepat mengantisipasi banjir meninggi. (hendra)
Hal inilah yang membuat warga yang awalnya tenang menjadi panik. Dengan sesegera mungkin, warga yang rumahnya mulai dimasuki air lantas berusaha menyelamatkan diri. Baik anak-anak dan lansia lantas dikeluarkan dari rumah. Beberapa warga yang rumahnya terendam airpun menyelamatkan barang2 elektronik mereka.
Listripun dimatikan secara otomatis oleh PLN agar tidak menimbulkan korseleting. "Kami takut bang. Ini banjir terparah sepanjang tahun ini. Apa lagi hujan masih terus turun. Air tiba-tiba saja naiknya. Sekitar pukul dua tadi naik airnya dan sampai saat ini belum turun juga. Makanya aku bawa anak-anak untuk mengungsi sesaaat," keluh Surya, warga lain sambil menggendong anaknya.
Merekapun menduga, meluapnya air sungai yang terjadi dilatar belakangi hujan yang terus turun. Belum lagi sungai mulai mengalami pendangkalan akibat sampah dan abrasi sehingga membuat sungai menjadi dangkal. "Ini bisa saja terjadi bang. Soalnya sungai yang dulunya dalam sekarang menjadi rendah," terang beberapa warga.
Terpisah Kabib Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Binjai Yosrizal mengakui, mengerahkan seluruh anggota untuk mengevakuai warga dibantu unsur Polri dan TNI. Mereka juga membangun posko-posko ppengungsian didaerah yang dinilai rawan banjir. Karena hujan masih turun dan agar dapat bekerja dengan cepat mengantisipasi banjir meninggi. (hendra)