Mengantisipasi penyakit penyakit demam berdarah atau Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh jenis nyamuk Aedes Aegypti di Bandara Kualanamu , Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Medan wilayah Bandara Kualanamu melakukan fogging (pengasapan) di sekitar terminal kargo dan disekitar Bandara Kualanamu pada Selasa (16/2) pagi hingga sore hari.
Kepala KKP Kelas I Medan Bandara KNIA, dr Maruli Tua S membenarkan fogging tersebut yang dilakukan sekitaran bandara bertaraf internasional itu khususnya ditempat yang menjadi perkembangbiakan nyamuk seperti parit dan genangan air ,” fogging dilakukan selain di terminal fogging juga dilakukan di terminal kargo, yang penting ada paiet dan genangan air kita lakukan foiging,”terangnya.
Lanjut dr Maruli jika fogging merupakan antisipasi dini sebelum penyakit deman berdarah mewabah ,” lebih baik sejak dini dilakukan antisipasi pembasmian nyamuk daripada setelah terdampak. Kalau sudah terdampak baru dilakukan pencegahan, maka areal fogging tidak skala kecil lagi melainkan seluruh bandara harus disterilkan, sebab arealnya tidak aman lagi. Mumpung saat ini masih belum maka yang dicurigai saja diantisipasi, termasuk poging saat ini tempat perkembang biakan nyamuk saja diasapi dengan fogging ,” ujar dr Maruli.
Ditanya apakah sudah ada terjangkit DBD disekitaran Bandara Kualanamu ,menurut dr Maruli belum ada sampai sejauh itu ,” saat ini musim hujan dan perkembangbiakan nyamuk akan tinggi karena banyaknya genangan air maka dilakukanlah fogging,” tegasnya. Masih menurut dr Maruli jika kegiatan fogging akan dilakukan berkesinambungan, semisal sekali dalam tiga bulan.” kalau memang memungkikan sebulan sekali dilakukan, kita lihat situasinya lah. Kegiatan fogging terlaksana atas kerjasama pihak KKP dengan PT Angkasa Pura II sebagai pengelola Bandara Kualanamu .Diharapkan dengan dilakukannya fogging maka serangan DBD tidak ada di Bandara ini. Selain antisipasi DBD , virus lain juga tetap jadi prioritas termasuk antisipasi virus Zika, Mers dan lainnya,” jelas dr Maruli. (Walsa)
Ditanya apakah sudah ada terjangkit DBD disekitaran Bandara Kualanamu ,menurut dr Maruli belum ada sampai sejauh itu ,” saat ini musim hujan dan perkembangbiakan nyamuk akan tinggi karena banyaknya genangan air maka dilakukanlah fogging,” tegasnya. Masih menurut dr Maruli jika kegiatan fogging akan dilakukan berkesinambungan, semisal sekali dalam tiga bulan.” kalau memang memungkikan sebulan sekali dilakukan, kita lihat situasinya lah. Kegiatan fogging terlaksana atas kerjasama pihak KKP dengan PT Angkasa Pura II sebagai pengelola Bandara Kualanamu .Diharapkan dengan dilakukannya fogging maka serangan DBD tidak ada di Bandara ini. Selain antisipasi DBD , virus lain juga tetap jadi prioritas termasuk antisipasi virus Zika, Mers dan lainnya,” jelas dr Maruli. (Walsa)