Puluhan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang mangkir saat dilakukan tes urin di Kantor Bupati Deliserdang yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Deliserdang pada Senin (15/2) pagi.
Dari antra puluhan pejabat yang mangkit tersebut diantaranya tiga staf ahli masing – masing Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Redwin, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Ezwir serta Staf Ahli Bidang Pembangunan Manginar Silaen. Padahal sebelumnya Bupati Deliserdang Ashari Tambunan sudah melakukan tes urin.Dimana dalam tes urin ini , Ashari Tambunan menempati urutan keempat dalam melakukan tes urin.
Dari antra puluhan pejabat yang mangkit tersebut diantaranya tiga staf ahli masing – masing Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Redwin, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Ezwir serta Staf Ahli Bidang Pembangunan Manginar Silaen. Padahal sebelumnya Bupati Deliserdang Ashari Tambunan sudah melakukan tes urin.Dimana dalam tes urin ini , Ashari Tambunan menempati urutan keempat dalam melakukan tes urin.
Selain tiga staf ahli tersebut sejumlah pimpinan SKPD juga mangkir dalam pemeriksaan tes urin tersebut diantaranya Kepala Dinas Sosial Raslan Sitompul , Kepala Badan Ketahanan Pangan Rosita Siregar dan Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Deliserdang Rabiatul Adawiyah Lubis.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Deliserdang, M Ali Yusuf Siregar menjelaskan jika tes urin ini hanya dilakukan satu hari saja dimana yang dilakukan tes urin untuk pejabata eselon II dan eselon III ,” kalau yang belum, nanti mereka suruh datang sendiri ke BNN. Kalau enggak mau, ini perintah Bupati. Mana berani mereka kalau uda instruksi dari Bupati,” tegas Ali.
Sementara itu AKBP Joko Susilo menyebut, ada 91 urine yang telah diambil oleh BNN Kabupaten Deliserdang. Menurut dia, hasil urine dari para pejabat itu akan keluar sore hari ,” ada 91 yang positif diambil urinenya. 1 mangkok (urine) itu dan alatnya sesuai yang kita anggarkan sekitar Rp100 ribu. Disini yang kami inginkan bukan mencari apakah ada atau tidak. Tapi ingin buktikan Pemerintah Deliserdang mendapatkan aparatur negara yang bersih narkoba. Sudah hal yang baik jika dari tingkat SKPD sudah mau bersedia,” tegasnya. (Walsa)
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Deliserdang, M Ali Yusuf Siregar menjelaskan jika tes urin ini hanya dilakukan satu hari saja dimana yang dilakukan tes urin untuk pejabata eselon II dan eselon III ,” kalau yang belum, nanti mereka suruh datang sendiri ke BNN. Kalau enggak mau, ini perintah Bupati. Mana berani mereka kalau uda instruksi dari Bupati,” tegas Ali.
Sementara itu AKBP Joko Susilo menyebut, ada 91 urine yang telah diambil oleh BNN Kabupaten Deliserdang. Menurut dia, hasil urine dari para pejabat itu akan keluar sore hari ,” ada 91 yang positif diambil urinenya. 1 mangkok (urine) itu dan alatnya sesuai yang kita anggarkan sekitar Rp100 ribu. Disini yang kami inginkan bukan mencari apakah ada atau tidak. Tapi ingin buktikan Pemerintah Deliserdang mendapatkan aparatur negara yang bersih narkoba. Sudah hal yang baik jika dari tingkat SKPD sudah mau bersedia,” tegasnya. (Walsa)