Eks asrama Yonif 124 di Jl Cemara/Jl Asrama, Brayan Bengkel, Medan Timur disinyalir merupakan lokasi peredaran narkoba.
Menurut Asisten Logistik Kodam I/Bukit Barisan, Kolonel Arm Anggoro mereka mencari 1 Kg sabu yang dikabarkan baru saja dikirim oleh salah seorang pemasok.
"Disinyalir, di daerah bangunan liar ini ada barang bukti seberat 1 Kg diduga sabu yang baru saja dikirim kemarin malam. Kita menduga, barang bukti itu masih tertimbun di sekitar bangunan liar ini," kata Anggoro, Sabtu (13/2/2016) sore.
Menurut Anggoro, adanya informasi 1Kg sabu itu didapati sebelum TNI melakukan penggusuran. Sabu tersebut diduga kuat disimpan di rumah warga sipil bernama Jhon.
"Pemilik rumah liar bernama Jhon sempat menghalangi saat akan kami tertibkan. Disinyalir, dia inilah pemilik sabu tersebut," kata Anggoro.
"Kami sepakat secara terus menerus melakukan eliminir peredaran narkoba yang semakin mengkhawatirkan. Mungkin, kerjasama ini akan terus berlanjut," kata Anggoro.
Dalam penertiban kali ini, petugas gabungan Kodam I/BB dan Polsekta Medan Timur berhasil membekuk seorang buronan kasus penikaman. Ia adalah Yeyen alias Iyen (30) warga Jl Lima, Pulo Brayan Bengkel, Medan Timur.
petugas TNI terus menyisir bangunan liar yang sudah dirubuhkan. Mereka memeriksa tiap barang pemilik rumah yang sudah dievakuasi ke tepi jalan.
"Kami yakin barang itu masih ada di sini. Makanya kami terus melakukan pemeriksaan hingga barang bukti itu kami temukan," ungkap Anggoro.(rel/bb)
"Pemilik rumah liar bernama Jhon sempat menghalangi saat akan kami tertibkan. Disinyalir, dia inilah pemilik sabu tersebut," kata Anggoro.
"Kami sepakat secara terus menerus melakukan eliminir peredaran narkoba yang semakin mengkhawatirkan. Mungkin, kerjasama ini akan terus berlanjut," kata Anggoro.
Dalam penertiban kali ini, petugas gabungan Kodam I/BB dan Polsekta Medan Timur berhasil membekuk seorang buronan kasus penikaman. Ia adalah Yeyen alias Iyen (30) warga Jl Lima, Pulo Brayan Bengkel, Medan Timur.
petugas TNI terus menyisir bangunan liar yang sudah dirubuhkan. Mereka memeriksa tiap barang pemilik rumah yang sudah dievakuasi ke tepi jalan.
"Kami yakin barang itu masih ada di sini. Makanya kami terus melakukan pemeriksaan hingga barang bukti itu kami temukan," ungkap Anggoro.(rel/bb)