Selama berada di penampungan sementara seluruh eks Gafatar asal Sumut yang berjumlah 303 orang akan mendapatkan pembekalan wawasan kebangsaan dan bela negara.
Aster Kasdam I/BB Kolonel Inf Mahmud Riadinata menjelaskan semala di penampungan sementara para eks Gafatar ini menjalani kegiatan sehari-sehari seperti di kesatuan.
"Ini hanya sementara untuk selanjutnya dipulangkan kerumah masing-masing , kita harapkan masyarakat dapat menerima mereka yang juga saudara kita. Selama dipenampungan sholat sama –sama, hanya tempatnya yang sendiri di mess atau dibarak,” tegas Mahmud.
Selain itu lanjut Mahmud jika pihaknya juga memberikan wawasan kebangsaan dan bela negara serta pembinaan rohani ,” kita juga akan memberikan wawasan kebangsaan dan bela negara serta pembinaan rohani,” ujarnya.
Sementara itu mantan Ketua Gafatar Deliserdang, Sutrisno mengaku mengikuti Organisasi Gafatar karena terpikat dengan banyaknya kegiatan kepedulian sosial bersama masyarakat.
"Saya enggak pernah berpikir kalau ujungnya itu seperti ini, yang pasti saya ikuti karena banyaknya kegiatan sosial kepada masyarakat," ujarnya didampingi istrinya, Nurhayati dan kedua putrinya saat ditemui di bus Damri berlabel tujuan ke Yonif 121/Macan Kumbang (MK), Kecamatan Galang, Deliserdang.
Guru Bahasa Inggris SMA Negeri 1 Galang ini akan memperbaiki citra nama baik keluarga di tengah-tengah masyarakat dengan membaur kepada masyarakat usai menjalani masa penampungan di Mako Yonif 121/MK selama delapan hari.
"Harapan saya dan keluarga tetap kembali ke masyarakat dan akan merubah image yang sudah ada. Selama ini kan kami tinggal di Desa Galang Suka Kecamatan Galang itu ngontrak. Jadi kami setelah nanti keluar dari penampungan di Yonif Macan Kumbang mau cari kontrakan lagi," ungkapnya.
Saat disinggung status pekerjaannya sebagai seorang PNS di Pemkab Deliserdang yang terancam, diakuinya tidak menjadi persoalan. Begitu juga dengan status sang istri, PNS guru Biologi di sekolah yang sama ,” tida masalah bagi saya status PNS guru jika memang tidak diakui lagi. Tidak hanya itu kerjaan (PNS guru) , tapi nanti saya akan melapor ke sekolah (Kepala Sekolah)," tuturnya.(walsa)
"Saya enggak pernah berpikir kalau ujungnya itu seperti ini, yang pasti saya ikuti karena banyaknya kegiatan sosial kepada masyarakat," ujarnya didampingi istrinya, Nurhayati dan kedua putrinya saat ditemui di bus Damri berlabel tujuan ke Yonif 121/Macan Kumbang (MK), Kecamatan Galang, Deliserdang.
Guru Bahasa Inggris SMA Negeri 1 Galang ini akan memperbaiki citra nama baik keluarga di tengah-tengah masyarakat dengan membaur kepada masyarakat usai menjalani masa penampungan di Mako Yonif 121/MK selama delapan hari.
"Harapan saya dan keluarga tetap kembali ke masyarakat dan akan merubah image yang sudah ada. Selama ini kan kami tinggal di Desa Galang Suka Kecamatan Galang itu ngontrak. Jadi kami setelah nanti keluar dari penampungan di Yonif Macan Kumbang mau cari kontrakan lagi," ungkapnya.
Saat disinggung status pekerjaannya sebagai seorang PNS di Pemkab Deliserdang yang terancam, diakuinya tidak menjadi persoalan. Begitu juga dengan status sang istri, PNS guru Biologi di sekolah yang sama ,” tida masalah bagi saya status PNS guru jika memang tidak diakui lagi. Tidak hanya itu kerjaan (PNS guru) , tapi nanti saya akan melapor ke sekolah (Kepala Sekolah)," tuturnya.(walsa)