Irwan Tarigan (IT) alias Iwan (26), warga Pasar VI Tanah Merah, Kelurahan Bakti Karya, Kecamatan Binjai Selatan, babak belur diamuk massa, usai merampas kalung emas seorang pengendara sepedamotor di Jalan Sawo, Kelurahan Bandar Senembah, Kecamatan Binjai Barat, Rabu (30/3/16).
Akibat peristiwa itu, pelaku mengalami luka memar dan pendarahan parah di kepala, dan sekujur tubuhnya. Beruntung dia bisa selamat, setelah polisi cepat menghentikan aksi anarkis warga, lalu mengamankannya menuju Mapolsek Binjai Barat.
Informasi dihimpun, aksi amuk massa bermula saat Liza Safitri (24), warga Jalan Sawo, Gang Bengkoang, Kelurahan Bandar Senembah, Kecamatan Binjai Barat, keluar rumah bersama sang suami Zainal Arifin (31), serta kedua putrinya, Dwi (6) dan Amel (4), bermaksud membeli air minum isi ulang tidak jauh dari kediaman mereka.
"Saat itu, posisi saya mengendarai sepedamotor, berboncengan dengan Dwi dan Amel. Sedangkan suami saya, mengendarai becak bermotor, tepat di depan saya," terang Liza.
Namun saat melintasi Jalan Sawo, menjelang persimpangan Jalan Jenderal Gatot Subroto, tiba-tiba sepedamotor Honda Beat BK 2634 RAI, yang dikendarai Liza, dipepet sepedamotor Yamaha Vixion, yang dikendarai IT, dan rekannya P (28). Seketika itu, IT merampas kalung emas dari leher Liza, lalu melarikan diri.
"Menyadari hal itu, spontan saja saya berteriak minta tolong," ujar Liza.
Mendengar teriakan itu, suami korban Zainal Arifin, yang saat itu mengendarai becak bermotor secara beriringan tepat di depan kendaraan istrinya, langsung berupaya menahan laju sepedamotor kedua pelaku.
Zainal bahkan sempat menarik baju IT, serta menyebabkan sepedamotor kedua pelaku oleng dan jatuh, tepat di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Simpang Jalan Sawo.
"Seketika itulah, puluhan warga segera berdatangan, dan berupaya menangkap kedua pelaku," seru Zainal.
Naas bagi IT, dia justru tertangkap dan menjadi sasaran aksi anarkis warga. Sedangkan rekannya P luput dari kejaran warga, dan dengan cepat melarikan diri mengendarai sepedamotor ke arah Jalan Kedondong.
Beruntung IT bisa selamat, setelah polisi cepat tiba ke lokasi amuk massa. Oleh polisi, pelaku lantas diamankan menuju Mapolsek Binjai Barat, berikut barang bukti seuntai kalung emas 24 karat seberat 3 gram milik korban.
Kapolres Binjai, AKBP Mulya Hakim Solichin, saat diwawancara wartawan melalui Kapolsek Binjai Barat, AKP Zakaria Lubis, didampingi Kanit Reksim, Ipda Junaidi, mengaku pihaknya telah menahan tersangka IT.
"Pelaku yang menjadi sasaran amuk massa sudah kita tahan. Namun mengingat lukanya cukup parah, sementara ini dia dirawat di rumah sakit," jelas Zakaria.
Sebaliknya dia mengaku masih akan mendalami kasus tersebut, serta terus berupaya menangkap satu pelaku perampasan lainnya, yakni P, yang diketahui melarikan diri saat hendak ditangkap warga.
"Masih kita selidiki, apakah kedua pelaku ini sebelumnya pernah beraksi di tempat itu. Sebab berdasarkan catatan kita, aksi kejahatan serupa sudah empat kali terjadi di tempat itu," ujar Zakaria, yang mengaku menjerat pelaku dengan Pasal 363 KUHP.(hendra)
Mendengar teriakan itu, suami korban Zainal Arifin, yang saat itu mengendarai becak bermotor secara beriringan tepat di depan kendaraan istrinya, langsung berupaya menahan laju sepedamotor kedua pelaku.
Zainal bahkan sempat menarik baju IT, serta menyebabkan sepedamotor kedua pelaku oleng dan jatuh, tepat di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Simpang Jalan Sawo.
"Seketika itulah, puluhan warga segera berdatangan, dan berupaya menangkap kedua pelaku," seru Zainal.
Naas bagi IT, dia justru tertangkap dan menjadi sasaran aksi anarkis warga. Sedangkan rekannya P luput dari kejaran warga, dan dengan cepat melarikan diri mengendarai sepedamotor ke arah Jalan Kedondong.
Beruntung IT bisa selamat, setelah polisi cepat tiba ke lokasi amuk massa. Oleh polisi, pelaku lantas diamankan menuju Mapolsek Binjai Barat, berikut barang bukti seuntai kalung emas 24 karat seberat 3 gram milik korban.
Kapolres Binjai, AKBP Mulya Hakim Solichin, saat diwawancara wartawan melalui Kapolsek Binjai Barat, AKP Zakaria Lubis, didampingi Kanit Reksim, Ipda Junaidi, mengaku pihaknya telah menahan tersangka IT.
"Pelaku yang menjadi sasaran amuk massa sudah kita tahan. Namun mengingat lukanya cukup parah, sementara ini dia dirawat di rumah sakit," jelas Zakaria.
Sebaliknya dia mengaku masih akan mendalami kasus tersebut, serta terus berupaya menangkap satu pelaku perampasan lainnya, yakni P, yang diketahui melarikan diri saat hendak ditangkap warga.
"Masih kita selidiki, apakah kedua pelaku ini sebelumnya pernah beraksi di tempat itu. Sebab berdasarkan catatan kita, aksi kejahatan serupa sudah empat kali terjadi di tempat itu," ujar Zakaria, yang mengaku menjerat pelaku dengan Pasal 363 KUHP.(hendra)