[caption id="attachment_49785" align="aligncenter" width="640"]
Panen perdana padi varietas kartika I-82, dengan pola tanam semoi organik jajar legowo 2:1 kerjasama Yonif 100/raider - kodim 0203/Lkt dan pemda langkat dalam rangka meningkatkan swasembada pangan di wilayah Kab Langkat, tepatnya demplot raider 100, digelar pada Kamis (31/3/2016).
Dan yon 100, Mayor OP Panggabean, selaku ketua poktan dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya untuk perwujudan salah satu program nawacita yang dicanangkan presiden, yakni ketahanan pangan.
Katanya, lahan yang ada di lingkungan Raider 100 ada sebanyak 188 hektar. Terdiri dari 100 ha lahan tidur, dan 80 ha bangunan serta markas. 'Lahan tidur inilah yang kita manfaatkan,' katanya.
Dari 100 ha lahan tidur tersebut, 46 ha di antaranya sudah ditanam padi dengan pola semi organik jajar legowo 2:1. Sebanyak 15,5 ha padi ditanami dengann bibit varietas kartika I-82.
Untuk penanaman perdana, atau yang saat ini sedang dipanen, dilakukan pada 26 Desember 2015 lalu. 'Namun memang hasil ini belum maksimal karena kita punya beberapa kendala,' ujar Mayor OP Panggabean.
Kendala itu di antaranya, terkait pengairan. Sebab sistem pengairan yang ada di daerah ini dibagi untuk dua lokasi, yakni Namu Ukur dan Namu Sira-sira. Jadi tidak selamanya air yang dibutuhkan sawah itu mengaliri sawah.
Di samping itu, pihaknya juga sulit mengubah mainset petani tentang pola tanam dan berbagai hal lainnya guna meningkatkan hasil panen.
"Namun meski begitu, masyarakat berminat tinggi. Hal ini bisa dibuktikan dari banyaknya permintaan,' katanya, seraya menambahkan program ini sangat berguna dan dapat meningkatkan kesejahteraan prajurit dan masyarakat petani. 'Di samping itu, kita berupaya untuk menciptakan beras bebas yang bebas dari kandungan zat kimia,' akhirnya.
Kadistanprovsu yang membacakan sambutan plt gubsu yang tidak hadir karena buka musrembang provsu mengatakan, swasembada pangan adalah program priorittas provsu. Karena itu, pihaknya sangat memprioritaskan rehabilitasi irigasi, optimalisasi lahan, bantuan untuk produktivitas petani.
Untuk mencapai hal itu, pemprovsu sangat membutuhkan bantuan lintas instansi. Di antaranya, pengadaan benih, distribusi pupuk, penyediaan alat pertanian guna pra tanam, tanam dan panen.
Saat ini, kata Kadistan, provinsi sumut masih berada di peringkat ke 6 untuk produksi padi, yakni 4 juta ton, jagung 1,5 juta ton, 3000 ton
Ubi kayu 1,6 juta ton ubi jalar.
Sampai saat ini, tambah dia, realisasi tanam padi 490 ribu ha. Ketersediaan teknologi tidaklah cukup apabila tanpa bantuan dari pihak-pihak, seperti tni, menteri pertanian, ppl, poktan dan pemda.
'Bahkan, kita sangat Perlu posko simpul kordinasi, mulai dari tingkat lingkungan hingga provinsi,' katanya.
Sementara itu, perwakilan Mentan, yakni ketua tim upsus sumut ali jamil harahap mengatakan, pihaknya sangat memberi apresiasi TNI. Karena, semua tni saat ini tidak ada yang tidak turun ke sawah lagi di seluruh indonesia. Ini sebagai bukti dukungan untuk sukseskan program swasembada pangan.
Disebutkannya, target nasional adalah 76 juta ton untuk 2016. Sumut sendiri adalah sebagai penyangga nasional. 'Saya yakin posisi 5 akan didapat lagi oleh sumut. Kenapa? Karena sewaktu rapat di solo kemarin, posisi kita sudah ada tergambar akan di posisi 5 nasional,' katanya.
Kemenangan sumsel dari sumut hanya karena kondisi alamnya. Dimana kalau musim kering terjadi, mereka bisa tanam di lebak dalam.
'Salah satu indikasi akan bisa meraih 5 besar itu, karena Target maret jadi 90 ribu, mungkin akan bisa mendekati. Karena sampai tadi malam, angkanya mungkin akan bisa terlampaui. Karena itu, sumut perlu dapat apresiasi,' ujarnya.
Pihaknya juga mengapresiasi pangdam yang sudah kembangkan kartika I-82 yang bulirnya mencapai 500 per malai. 'Kalau ini bisa dipertahankan, akhir tahun ini pintu ekspor beras akan dibuka,' ujarnya menyemangati.
Sementara itu, Pangdam I/BB, Mayjend TNI Lodewyk Pusung, TNI sudah melakukan MoU dengan Mentan pada 2014 akhir. Karena itu, TNI sudah bertekad untuk mensukseskan target swasembadapangan 2017. 'Indonesia harus swasembada pangan. Itu semua gampang kalau ada kemauan. Yang kita lakukan ini adalah bagian dari itu. Kita bahkan menuju kemandirian pangan,' sebutnya.
Target kodam I/BB adalah untuk mencetak sawah 2800 hektar di tahun 2016. Itu bahkan bisa tercapai bahkan lebih, karena Madina lagi menyusul 1000 hektar. 'Sumut ini luar biasa suburnya karena lahannya lebih baik dari provinsi lain,' katanya sembari memperkenalkan Hadi, si penemu bibit padi varietas kartika I-82 dan sudah 5 bulan di sumut karena tertarik dengan kesuburan daerah ini.
Dalam kesempatan itu, Pangdam juga menawarkan kepada masyarakat petani yang mau menggunakan bibit padi Kartika I-82 ini. 'Saya kasih gratis. Dengan harapan maksimalkan ini.
Panen ini mungkin 6 ton per hektar, ini pun masih kurang maksimal karena ada beberapa kendala,' ujarnya.
Selanjutnya sambutannya, Pangdam mengajak semua petani untuk menggunakan teknologi. Jangan lagi manual, supaya hasil panen maksimal. 'Petani harus Belajar buat pupuk organik. Kita di kodam ada laboratoriumnya, silahkan datang untuk belajar. Jadi tidak lagi tergantung sama pupuk mahal itu,' katanya.
'Masa depan indonesia, ada di pertanian. Karena itu mari manfaatkan teknologi utk meningkatkannya. Semua kegiatan ini, saya pantau langsung dari kodam. Ada niat, pasti bisa,' akhirnya.
Seusai panen perdana padi dan dilanjut dengan panen jagung, pangdam juga menghadiri rapat upsus dengan para Dandim sejajaran Kodam I/BB dan pejabat pertanian dari pemda, pemko dan provsu untuk perluasan cetak sawah.
Turut hadir dalam acara itu, kasdam, kabinda, sejumlah pejabat skpd provsu, Kadis pertanian sumut, Dansat Brimobdasu, Dan lantamal, Wakil bupati langkat, Sekda binjai. (Amjon)
'Bahkan, kita sangat Perlu posko simpul kordinasi, mulai dari tingkat lingkungan hingga provinsi,' katanya.
Sementara itu, perwakilan Mentan, yakni ketua tim upsus sumut ali jamil harahap mengatakan, pihaknya sangat memberi apresiasi TNI. Karena, semua tni saat ini tidak ada yang tidak turun ke sawah lagi di seluruh indonesia. Ini sebagai bukti dukungan untuk sukseskan program swasembada pangan.
Disebutkannya, target nasional adalah 76 juta ton untuk 2016. Sumut sendiri adalah sebagai penyangga nasional. 'Saya yakin posisi 5 akan didapat lagi oleh sumut. Kenapa? Karena sewaktu rapat di solo kemarin, posisi kita sudah ada tergambar akan di posisi 5 nasional,' katanya.
Kemenangan sumsel dari sumut hanya karena kondisi alamnya. Dimana kalau musim kering terjadi, mereka bisa tanam di lebak dalam.
'Salah satu indikasi akan bisa meraih 5 besar itu, karena Target maret jadi 90 ribu, mungkin akan bisa mendekati. Karena sampai tadi malam, angkanya mungkin akan bisa terlampaui. Karena itu, sumut perlu dapat apresiasi,' ujarnya.
Pihaknya juga mengapresiasi pangdam yang sudah kembangkan kartika I-82 yang bulirnya mencapai 500 per malai. 'Kalau ini bisa dipertahankan, akhir tahun ini pintu ekspor beras akan dibuka,' ujarnya menyemangati.
Sementara itu, Pangdam I/BB, Mayjend TNI Lodewyk Pusung, TNI sudah melakukan MoU dengan Mentan pada 2014 akhir. Karena itu, TNI sudah bertekad untuk mensukseskan target swasembadapangan 2017. 'Indonesia harus swasembada pangan. Itu semua gampang kalau ada kemauan. Yang kita lakukan ini adalah bagian dari itu. Kita bahkan menuju kemandirian pangan,' sebutnya.
Target kodam I/BB adalah untuk mencetak sawah 2800 hektar di tahun 2016. Itu bahkan bisa tercapai bahkan lebih, karena Madina lagi menyusul 1000 hektar. 'Sumut ini luar biasa suburnya karena lahannya lebih baik dari provinsi lain,' katanya sembari memperkenalkan Hadi, si penemu bibit padi varietas kartika I-82 dan sudah 5 bulan di sumut karena tertarik dengan kesuburan daerah ini.
Dalam kesempatan itu, Pangdam juga menawarkan kepada masyarakat petani yang mau menggunakan bibit padi Kartika I-82 ini. 'Saya kasih gratis. Dengan harapan maksimalkan ini.
Panen ini mungkin 6 ton per hektar, ini pun masih kurang maksimal karena ada beberapa kendala,' ujarnya.
Selanjutnya sambutannya, Pangdam mengajak semua petani untuk menggunakan teknologi. Jangan lagi manual, supaya hasil panen maksimal. 'Petani harus Belajar buat pupuk organik. Kita di kodam ada laboratoriumnya, silahkan datang untuk belajar. Jadi tidak lagi tergantung sama pupuk mahal itu,' katanya.
'Masa depan indonesia, ada di pertanian. Karena itu mari manfaatkan teknologi utk meningkatkannya. Semua kegiatan ini, saya pantau langsung dari kodam. Ada niat, pasti bisa,' akhirnya.
Seusai panen perdana padi dan dilanjut dengan panen jagung, pangdam juga menghadiri rapat upsus dengan para Dandim sejajaran Kodam I/BB dan pejabat pertanian dari pemda, pemko dan provsu untuk perluasan cetak sawah.
Turut hadir dalam acara itu, kasdam, kabinda, sejumlah pejabat skpd provsu, Kadis pertanian sumut, Dansat Brimobdasu, Dan lantamal, Wakil bupati langkat, Sekda binjai. (Amjon)