Rumah Disatroni Perampok, Penghuni Diikat dan Disekap

Sebarkan:
FB_IMG_1457598010854

Sebuah rumah milik Akuang, yang berada di komplek perumahan Binjai Indah blog G-8, di jalan Tengku Amir Hamzah, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, Sumatera Utara distaroni kawanan perampok, lima orang penghuni rumah diikat dan disekap, Kamis (10/3/16).

Sedikitnya ratusan juta uang tunai, emas dan senjata api jenis softgun raib di bawa kawanan perampok.

Menurut seorang penghuni rumah, Nidar mengatakan, peristiwa sendiri terjadi sekitar pukul 03.30 pagi. Saat itu, seluruh penghuni rumah sedang tertidur lelap.

Kemudian kawanan perampok yang diduga berjumlah lima orang masuk dengan cara melompat dari pagar rumah dan mencongkel jendela dapur dan langsung masuk kedalam rumah.

Setelah masuk, kelima orang perampok langsung masuk kesalah satu kamar tidur dan mengikat tangan, kaki dan mulut penghuni rumah yang berada di dalam kamar.
"Kawanan perampok juga mengancam dengan sebilah parang dan mengatakan akan membunuh penghuni rumah jika mencoba berteriak, makanya kami jadi takut dan diam saja," jelasnya.

Setelah itu, lanjut Nidar, kawanan perampok masuk kesetiap kamar dan menyekap sedikitnya lima orang penghuni rumah.

"Kami ada lima orang di dalam rumah, semuanya disekap, tangan kami diikat pakai tali sepatu, mulut kami disumpal dengan kain selimut," ujarnya.

Dia juga mengaku baru bebas setelah pemilik rumah lolos dan melepaskan ikatannya.

Sementara itu, petugas kepolisian yang menerima laporan langsung turun kelokasi dan mengamankan lokasi tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolres Binjai, AKBP Mulya Hakim S yang turun ke lokasi mengatakan, petugas juga masih mengumpulkan sejumlah barang bukti seperti alat pengikat korban, linggis serta memasang police line disejumlah lokasi yang digunakan kawanan perampok untuk masuk kedalam rumah.

Dari hasil laporan pemilik rumah, lanjut dia, sedikitnya ratusan juta uang tunai, emas dan satu senjata api jenis softgun berhasil dibawa kabur kawanan perampok tersebut.

"Kalau kerugian kerugian diperkirakan mencapai seratusan juta rupiah, namun kita masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus ini. Polisi juga masih memburu kawanan perampok tersebut," pungkasnya.(hendra)
Sebarkan:
Komentar