Seribuan Penghuni Lapas Tj Balai Diberi Wawasan Kebangsaan

Sebarkan:
[caption id="attachment_49352" align="aligncenter" width="300"]Kegiatan pencerahan kepada para tahanan di lapas tj balai Kegiatan pencerahan kepada para tahanan di lapas tj balai[/caption]

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD), khususnya Kodim 0208/Asahan tidak pernah lelah dalam melaksanakan Pembinaan Teritorial (Binter), salah satunya pelaksanaan MoU Wawasan Kebangsaan antara Kodim 0208/AS dengan Lapas Tanjung Balai pada hari Jum’at tanggal 18 Maret 2016.

Kegiatan Serbuan Teritorial ini dilaksanakan Dandim 0208/AS Letkol Inf Enjang dengan memberikan materi Wasbang 4 Konsensus Dasar sebagai pencerahan kepada para narapidana penghuni Lapas Klas II-B Tanjung Balai.

Acara ini dihadiri oleh Kalapas, Rudik Arminanto BcIP SH MH, beserta anggota 46 orang dan 1.100 orang Narapidana penghuni Lapas Tanjung Balai.
Kepada peserta yang hadir, Letkol Inf Enjang menyampaikan mengenai makna dan fungsi Pancasila sebagai dasar negara, pengertian dan prinsip Nasionalisme, prinsip Patrionalisme serta Implementasi Pancasila dalam kehidupan sehari hari, upaya memperkuat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan sikap serta perilaku yang perlu ditanamkan/dikembangkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Selain itu dia juga memberikan materi tentang Proxy War, bahwa bangsa Indonesia sekarang dihadapkan pada sebuah ancaman nyata yang tidak ringan. Sebuah fenomena yang berbeda dari masa-masa sebelumnya telah berkembang dan harus diwaspadai.

“Pada hakikatnya perang ini merupakan sebuah konfrontasi antara dua kekuatan besar dengan menggunakan pemain pengganti untuk menghindari konfrontasi secara langsung dengan alasan mengurangi risiko pada kehancuran yang fatal,” ujarnya.

Menurutnya, biasanya pihak ketiga yang bertindak sebagai pemain pengganti adalah negara kecil. Tetapi kadang bisa juga aktor non negara yang dapat berwujud LSM, Ormas, kelompok masyarakat atau perorangan. “Singkatnya, Proxy War merupakan kepanjangan tangan dari suatu negara yang berupaya mendapatkan kepentingan strategisnya namun menghindari keterlibatan langsung suatu perang yang mahal dan berdarah," jelasnya.

Letkol Inf Enjang menambahkan dalam kegiatan ini ditujukan untuk menyatukan pemahaman, gerak langkah dan tindakan utamanya diantara generasi muda bangsa menghadapi ancaman nyata bangsa Indonesia. Seruan Ir Soekarno, menurutnya, kiranya masih sangat relevan untuk terus dipedomani.

Terlebih bangsa Indonesia adalah sebuah bangsa besar mempunyai latar belakang sejarah panjang. “Hal ini antara lain dibuktikan adanya kerajaan-kerajaan di wilayah Nusantara yang menjadi penguasa Asia Tenggara dimasa lalu, sebelum terbentuknya Republik Indonesia,” tandasnya.(rel/bb)
Sebarkan:

Baca Lainnya

Komentar