Ada Kemungkinan Eks Gafatar Tidak Diterima Masyarakat

Sebarkan:
Dinas Sosial Deliserdang Akan Carikan Tempat Penampungan

[caption id="attachment_50201" align="aligncenter" width="602"]Acara Gafatar yang dihadiri Wagino di Deliserdang beberapa tahun lalu (foto:net) Acara Gafatar yang dihadiri Wagino di Deliserdang beberapa tahun lalu (foto:net)[/caption]

Mengantisipasi adanya penolakan masyarakat terhadap eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) asal Deliserdang seperti yang terjadi di daerah lainnya, Dinas Sosial Deliserdang akan mencari tempat penampungan sementara.

Sekretaris Dinas Sosial Deliserdang Muna Lubis yang dikonfirmasi melalui ponselnya jika sudah ada kesepakatan jika Badan Kesatuan Bangsa (Kesbang) Deliserdang yang menangani pemulangan eks Gafatar.

"Kemarin sudah ada disepakati jika Kesbang yang menangani pemulangan Gafatar, kami kerjasama dengan Kesbang,” ujar Muna.

Ditanya apakah para eks Gafatar ini akan diberikan untuk modal usaha mengingat para eks Gafatar ini tidak memiliki pekerjaan dan rumah , Muna menjelaskan jika pihaknya belum pembahasan untuk modal usaha.

"Belum sampai pembahasan ke pemberian modal usaha, diserahkan ke pihak keluarga dulu,” terangnya.
Lalu bagaimana jika ada penolakan masyarakt terhadap para eks Gafatar ini, Muna menegaskan jika pihaknya akan mencari tempat penampungan sementara para eks Gafatar ini. "Kalau tidak diterima masayarakat maka Dinas Sosial akan mencari tempat penampungan sementara seperti panti. Kita tetap koordinasi dengan Dinas Sosial provinsi Sumatera Utara karena kita tidak memiliki tempat penampungan,” tegas Muna.

Sebelumnya Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Antar Lembaga Badan Kesatuan Bangsa (Kesbang) Kabupaten Deliserdag Marwan Nasution pada Kamis (7/4) menerangkan jika eks Gafatar yang merupakan warga Deliserdang sebanyak 52 rencananya pada Sabtu (9/4) nanti akan dipulangkan kepada pihak keluarga masing – masing.

"Sabtu pagi eks Gafatar asal Deliserdang akan diantar ke keluarga masing – masing, untuk warga Deliserdang ada 52 orang eks Gafatar,” terang Marwan.

Dirincikan Marwan jika 52 orang eks Gafatar asal Deliserdang ini terdiri dari 11 Kepala Keluarga (KK) yang berasal dari beberapa Kecamatan di Kabupaten Deliserdang yang berasal dari beberapa kecamatan seperti Kecamatan Galang, Percut Seituan, Labuhan Deli, Sunggal, Patumbak.

"52 eks Gafatar asal Deliserdang terdiri dari 11 KK. Dari 52 orang itu , 30 diantaranya anak – anak. Untuk yang paling tua itu Pardi ,umurnya 45 tahun yang membawa istri dan empat anaknya,” ujar Marwan.

Ditanya latar belakang para eks Gafatar asal Deliserdang ini, Marwan menjelaskan jika para eks Gafatar mulai dari Pegawai Negri Sipil (PNS) hingga warga sipil.

Saat disinggung jika para eks Gafatar ini tidak memiliki pekerjaan dan rumah lagi, Marwan mengungkapkan jika para eks Gafatar ini ada yang tidak memiliki pekerjaan dan rumah lagi.

"Karena tidak ada lagi pekerjaan dan rumah lagi maka akan dipulangkan ke pihak keluarga masing –masing. Setelah seminggu dirumah pihak keluarga baru dipikirkan apa usaha mereka. Kita hanya rencana pemulangan saja, sampai saat ini belum ada bantuan dari Pemkab,” tegas Marwan.(walsa)
Sebarkan:

Baca Lainnya

Komentar