Di-PHK, Ratusan Petugas Pencatat Meter Listrik Demo

Sebarkan:
[caption id="attachment_51394" align="aligncenter" width="720"]Massa pekerja pencatat meter PLN berunjukrasa karena di-PHK sepihak Massa pekerja pencatat meter PLN berunjukrasa karena di-PHK sepihak[/caption]

Ratusan petugas pembaca meter listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang tergabung di dalam Serikat Pekerja Pembaca Meter Listrik (SP2ML) Sumatera Utara melakukan aksi demo di Kantor PLN Area Lubuk Pakam pada Kamis (28/4).

Ratusan pekerja ini tiba di kantor PLN Area Lubuk Pakam dengan mengendarai ratusan sepeda motor dan mobil bak terbuka. Sesampainya dilokasi mereka pun langsung membentangkan poster bertuliskan tuntuttan mereka.
Dalam orasinya ratusan pekerja ini menuntut memperkerjakan kembali dua pekerja pembaca meter listrik yang di PHK. "Kami minta agar karyawan yang sudah di PHK dipekerjakan kembali,” teriak ratusan pekerja dengan pengawalan ketat petugas kepolisan.

Dari informasi yang diperoleh sudah ada dua pekerja pembaca meter listrik yang berkerja di bawah naungan PT Indah Mandiri Sari, masing – masing Baginda Siregar dari PLN rayon Medan Denai dan Parsidi dari PLN Rayon Delitua.

Menurut Parsidi warga marindal, Medan bahwa dirinya sudah bekerja 11 tahun sebagai pembaca meter listrik. Namun pada tanggal 14 April lalu dirinya di-PHK. "Aku sudah kerja sejak 11 tahun lalu sampai kini belum dapat pesangon. Surat PHKnya diantar kerumah. Alas an perusahaan memencat aku karena aku dituding provokator,” ujar bapak tiga anak ini.

Parsidi pun mengaku sejak dipecat , dirinya tidak ada pekerjaan. "Sejak dipecat aku tidak ada kerja lagi, sussahlah jadinya. Biasanya tanggal 1 sampai tanggal 20 setiap bulannya kami menangih tunggakkan kerumah-rumah , sementara untuk mencatat meteran mulai tanggal 23 sampai tanggal 30,” terangnya. (Walsa)
Sebarkan:

Baca Lainnya

Komentar