Pekan Olahraga dan Seni IGRA

Puluhan pedagang dalam acara Pekan Olahraga dan Seni Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) di Gedung Cadika Pramuka, Lubukpakam dikutip atau dipungli senilai Rp150.000 per harinya pada Senin (25/4).
Pengutipan itu dikeluhkan oleh seluruh pedagang karena pengutipan itu terlalu besar hingga Rp150.000 per pedagang dan tidak setimpal dengan dagangan yang dijajahkan oleh para pedagang.
Dengan terpaksa para Pedagang kecil itu harus rela mengeluarkan uangnya dan apabila tidak bayar maka tidak boleh berjualan di area dalam area Cadika.
Puluhan pedagang dalam acara Pekan Olahraga dan Seni Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) di Gedung Cadika Pramuka, Lubukpakam dikutip atau dipungli senilai Rp150.000 per harinya pada Senin (25/4).
Pengutipan itu dikeluhkan oleh seluruh pedagang karena pengutipan itu terlalu besar hingga Rp150.000 per pedagang dan tidak setimpal dengan dagangan yang dijajahkan oleh para pedagang.
Dengan terpaksa para Pedagang kecil itu harus rela mengeluarkan uangnya dan apabila tidak bayar maka tidak boleh berjualan di area dalam area Cadika.
"Ada kuitansinya, saya hanya jualan siput mainan yang harganya Rp2.000, uda saya bayar sama panitia. Kalau enggak dibayar gak boleh jualan. Kalau sudah begini bagaimana saya mencari untuk keluarga,” ujar Rafiah (48).
Hal senada juga dikeluhkan penjual burung emprit, Isar (38). Dia berjualan di dalam Cadika pada acara IGRA itu harus memberikan uang Rp150.000.
"Dikutip mereka tadi, perempuan yang ngutip alasannya untuk sponsor anda jualan disini, begitu katanya kalau tidak bayar tidak boleh berjualan di acara ini,” terang Isar.
Salah seorang pengurus Cadika Pramuka, Sugeng yang ada di Cadika tersebut terkejut ada panitia acara yang mengutip uang oleh para pedagang. Padahal belum pernah ada acara di Cadika, panitia mengutip uang dari pedagang.
"Biasanya pedagang bebas masuk kesini (cadika) untuk berjualan. Nah ini kok dikutip mereka (Panitia IGRA),” ujarnya.
Berdasarkan pantauan, di lokasi acara sempat terjadi kericuhan antara keluarga pedagang dengan pihak panitia yang diketahui bernama AS Harahap karena adanya pengutipan yang terlalu mahal.
"Apa maksudnya kalian kutip ini, ini pedagang kecil cari untung sikit saja susah, ini kalian kutip mahal kali,” teriak pedagang. (Walsa)
Hal senada juga dikeluhkan penjual burung emprit, Isar (38). Dia berjualan di dalam Cadika pada acara IGRA itu harus memberikan uang Rp150.000.
"Dikutip mereka tadi, perempuan yang ngutip alasannya untuk sponsor anda jualan disini, begitu katanya kalau tidak bayar tidak boleh berjualan di acara ini,” terang Isar.
Salah seorang pengurus Cadika Pramuka, Sugeng yang ada di Cadika tersebut terkejut ada panitia acara yang mengutip uang oleh para pedagang. Padahal belum pernah ada acara di Cadika, panitia mengutip uang dari pedagang.
"Biasanya pedagang bebas masuk kesini (cadika) untuk berjualan. Nah ini kok dikutip mereka (Panitia IGRA),” ujarnya.
Berdasarkan pantauan, di lokasi acara sempat terjadi kericuhan antara keluarga pedagang dengan pihak panitia yang diketahui bernama AS Harahap karena adanya pengutipan yang terlalu mahal.
"Apa maksudnya kalian kutip ini, ini pedagang kecil cari untung sikit saja susah, ini kalian kutip mahal kali,” teriak pedagang. (Walsa)