Kabulan Suruh Putrinya Tidak Bekerja
[caption id="attachment_51411" align="aligncenter" width="720"]
Wulan, petugas Avsec Bandara Kualanamu ini tak kunjung diberi cuti meski usia kehamilannya sudah mendekati hari untuk melahirkan[/caption]
[caption id="attachment_51411" align="aligncenter" width="720"]
PT Angkasa Pura Solusi (APS) hingga kini belum mengeluarkan izin cuti hamil terhadap Wulan Purnama Sari (23) warga Dusun Sepakat, Desa Beringin Kecamatan yang bertugas sebagai petugas Aviation Security (Avsec) di Bandara Kualanamu. Padahal waktu melahirkan Wulan tinggal menunggu hari.
Namun karena khawatir dengan kondisinya, Wulan terpaksa memilih berisitirahat di rumah dan merawat kandungannya. "Izin cuti hamil dari PT APS tempatku bekerja belum keluar, tapi aku disuruh sama ayah tidak bekerja,” terang Wulan.
Sementara itu, Kabulan (48) ayah dari Wulan menegaskan hingga kini izin cuti hamil dari PT APS tempat anaknya belum keluar. Meski pun begitu, Kabulan meminta putrinya tidak bekerja dan beristirahat di rumah saja.
"Izin cuti hamilnya belum keluar juga, tapi aku tidak izinkan putriku bekerja. Kasihan aku lihat dia, nanti berpengaruh terhadap kandungannya apalagi waktu melahirkan sudah semakin dekat. Dokter menyarankan untuk istirahat,” ujarnya.
Menurut Kabulan, belum ada itikad baik dan penjelasan dari PT APS terkait kapan cuti putrinya akan keluar. "ari perusahaan belum ada kejelasan kapan izin cuti hamil putriku akan keluar. Setiap pihak PT APS ditanya tidak ada respon. Dari informasi yang aku dapat izin cuti anakku keluar tanggal 1 bulan Mei nanti. Tidak manusiawi PT APS itu,” tegas Kabulan. (walsa)
Namun karena khawatir dengan kondisinya, Wulan terpaksa memilih berisitirahat di rumah dan merawat kandungannya. "Izin cuti hamil dari PT APS tempatku bekerja belum keluar, tapi aku disuruh sama ayah tidak bekerja,” terang Wulan.
Sementara itu, Kabulan (48) ayah dari Wulan menegaskan hingga kini izin cuti hamil dari PT APS tempat anaknya belum keluar. Meski pun begitu, Kabulan meminta putrinya tidak bekerja dan beristirahat di rumah saja.
"Izin cuti hamilnya belum keluar juga, tapi aku tidak izinkan putriku bekerja. Kasihan aku lihat dia, nanti berpengaruh terhadap kandungannya apalagi waktu melahirkan sudah semakin dekat. Dokter menyarankan untuk istirahat,” ujarnya.
Menurut Kabulan, belum ada itikad baik dan penjelasan dari PT APS terkait kapan cuti putrinya akan keluar. "ari perusahaan belum ada kejelasan kapan izin cuti hamil putriku akan keluar. Setiap pihak PT APS ditanya tidak ada respon. Dari informasi yang aku dapat izin cuti anakku keluar tanggal 1 bulan Mei nanti. Tidak manusiawi PT APS itu,” tegas Kabulan. (walsa)