[caption id="attachment_44471" align="aligncenter" width="650"]
Panglima Kodam I Bukit Barisan Mayjen TNI Lodewyk Pusung[/caption]
Pangdam I/BB, Mayjend TNI Lodewyk Pusung menegaskan, sejak Mei mendatang, program cetak sawah dengan luas 550 hektar akan dimulai di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
Hal itu dikatakan Pangdam, Mayjend Lodewyk Pusung didampingi Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Syahrul M. Pasaribu saat melakukan kunjungan kerja ke Tapsel, Kamis (21/4/2016).
Pangdam I/BB, Mayjend TNI Lodewyk Pusung menegaskan, sejak Mei mendatang, program cetak sawah dengan luas 550 hektar akan dimulai di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
Hal itu dikatakan Pangdam, Mayjend Lodewyk Pusung didampingi Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Syahrul M. Pasaribu saat melakukan kunjungan kerja ke Tapsel, Kamis (21/4/2016).
“Tujuan utama saya kemari untuk melihat program cetak sawah di Kabupaten Madina, karena bulan depan program cetak sawah seluas 550 hektar ini akan kita mulai untuk tahun ini,” kata Pangdam.
Di tahun berikutnya, kata Pangdam, akan dicek kembali di daerah mana yang bisa dicetak sawah. “Ini semua tujuannya untuk meningkatkan produksi pangan di wilayah Sumatera Utara. Dan kita berharap di tahun 2017, Indonesia sudah swasembada pangan,” jelasnya.
Untuk mewujudkan swasembada pangan ini, menurut Pangdam, di Sumut harus dipacu. “Alhamdulillah hingga kini kita belum menemui hambatan dalam program ini, karena kita terus melakukan koordinasi. Dan setibanya di Madina, kita juga akan melakukan rapat terkait cetak sawah ini,” sebutnya.
Disinggung mengenai medan latihan, Pangdam menyebutkan, pembangunan medan latihan di daerah Siabu, Kabupaten Madina. “Medan latihan ini juga akan kita tinjau, dan ini bukan dikuasai oleh TNI. Itu hanya untuk menjaga daerah tersebut dengan memanfaatkannya sebagai tempat berlatih anggota TNI. Di medan latihan ini nantinya akan dibangun areal perkantoran, barak, lapangan tembak dan lapangan latihan perang grilya,” jelas Pangdam.(ist)
Di tahun berikutnya, kata Pangdam, akan dicek kembali di daerah mana yang bisa dicetak sawah. “Ini semua tujuannya untuk meningkatkan produksi pangan di wilayah Sumatera Utara. Dan kita berharap di tahun 2017, Indonesia sudah swasembada pangan,” jelasnya.
Untuk mewujudkan swasembada pangan ini, menurut Pangdam, di Sumut harus dipacu. “Alhamdulillah hingga kini kita belum menemui hambatan dalam program ini, karena kita terus melakukan koordinasi. Dan setibanya di Madina, kita juga akan melakukan rapat terkait cetak sawah ini,” sebutnya.
Disinggung mengenai medan latihan, Pangdam menyebutkan, pembangunan medan latihan di daerah Siabu, Kabupaten Madina. “Medan latihan ini juga akan kita tinjau, dan ini bukan dikuasai oleh TNI. Itu hanya untuk menjaga daerah tersebut dengan memanfaatkannya sebagai tempat berlatih anggota TNI. Di medan latihan ini nantinya akan dibangun areal perkantoran, barak, lapangan tembak dan lapangan latihan perang grilya,” jelas Pangdam.(ist)