Menikmati Manisnya Jambu Madu Hasil Petikan Sendiri

Sebarkan:
[caption id="attachment_50687" align="aligncenter" width="720"]Kebun jambu madu binjai Kebun jambu madu binjai[/caption]

Selain terkenal dengan buah rambutan, ternyata, jambu madu juga telah menjadi icon di Kota Binjai. Rasanya yang manis dan warnanya yang hijau membuat warga kerap kali mengkonsumsi jambu madu ini.

Tanaman holtikultura ini mulai banyak digemari oleh warga Binjai. Bahkan, tak sedikit warga mencoba membudidayakan tanaman jambu madu yang terkenal dengan kemanisan rasanya.

Mustafa (53) salah satunya, petani jambu madu yang sekarang ini terus membudidayakan dan melestarikannya.

Dengan luas area mencapai satu hektar yang berada di jalan Baru Megawati, Pasar IV, Jati Karya, Binjai Utara, Mustafa mencoba membudidayakan jambu madu.

"Tadinya ini hanya lahan kosong yang tak tau harus difungsikan untuk apa, namun kini saya menyulap menjadi kebun jambu madu dengan varietas yang beragam," ujarnya saat ditemui di area ladang jambu madu miliknya, Sabtu (16/4/16).

Sebagai Ketua Aspenta (asosiasi penangkaran pendidikan Sumatera utara) untuk wilayah Binjai, Mustafa tidak henti-hentinya mengembangkan budidaya jambu madu ini.
"Saya sebagai Ketua Aspenta Binjai, beserta anggota, sepakat untuk mengembangkan tanaman holtikultura seperti jambu madu. Jambu madu ini mempunyai berbagai varietas seperti jambu madu merah, hijau, citra dan mawar", tukasnya.

Bahkan pria yang gemar bercanda ini mengatakan, kalau Walikota Binjai dan masyarakat Binjai mendukung pembibitan dan pengembangan jambu madu ini untuk penghijauan tata kota.

"Untuk pemasaran masih lokal dan pemesanan masih dari kawan-kawan, sedangkan untuk penjualan berkisar 25 sampai 50 kilo gram perharinya, walikota beserta masyarakat Binjai mendukung pembibitan dan pengembangan jambu madu untuk penghijauan tata kota", sambung Mustofa.

Disini, warga penikmat jambu madu dapat memetik langsung sesuai dengan keinginannya dan dengan harga yang sama.

"Kalau pembeli pengen metik sendiri juga kita perbolehkan, kalau kita yang metikan juga boleh, tergantung selera pembeli, yang pasti harganya sama saja mau metik sendiri dan kita petikan," ungkapnya.
Sementara salah seorang pembeli jambu madu Yanti, mengatakan, sudah tiga kali ini membeli jambu madu tersebut karena harganya terjangkau dan rasanya yang manis.

"Ya bang, seingat saya, saya sudah tiga kali membeli jambu madu disini, jambunya manis dan harganya terjangkau, apa lagi kita dapat memetik langsung dengan harga yang sama", ujar Yanti.

Lebih lanjut dikatakannya, harga di ladang jambu madu ini juga lebih murah bila dibandingkan dengan harga yang ada di toko buah.

"Disini harga jambu madu cuma Rp 25.000 perkilogramnya, kalau di pasaran mencapai Rp 35.000, kalau untuk bibi hanya Rp 7000 sampai Rp 15.000, tergantung jenis, kan enak kita beli disini, sudah harganya murah, petik sendiri lagi," pungkasnya.(hendra)
Sebarkan:

Baca Lainnya

Komentar