[caption id="attachment_51332" align="aligncenter" width="720"]
Panglima TNI berfoto bersama sesuai penyambutan[/caption]
Panglima TNI Jenderal Gatot Numayanto menceritakan pada saat presiden Jokowi barusan dilantik, presiden memerintahkannya untuk mencari lokasi agar bisa dijadikan tempat relokasi yang lebih baik buat korban letusan gunung Sinabung.
Panglima TNI Jenderal Gatot Numayanto menceritakan pada saat presiden Jokowi barusan dilantik, presiden memerintahkannya untuk mencari lokasi agar bisa dijadikan tempat relokasi yang lebih baik buat korban letusan gunung Sinabung.
"Jadi kalau kita feedback ke belakang, setelah letusan gunung sinabung,presiden joko widodo begitu dilantik, 9 hari kemudian datang kemari ,dan beliau mengatakan bahwa erupsi sinabung akan berkepanjangan. Sehingga beliau memutuskan dan memetakan untuk mengadakan relokasi tempat dan memerintahkan kepada TNI, kepada saya pada saat itu masih KSAD dan seminggu kemudian saya datang kesini untuk berkoordinasi dengan plt gubsu dan BNPB untuk mencari tempat dan kami diskusikan juga beberapa alternatif yang terbaik," kata Gatot kepada para wartawan di Mesjid Al-Hikmah, Desa Siosar, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, rabu (27/4/2016).
Kemudian, lanjut Gatot, dulunya disini adalah hutan yaitu hutan Siosar. Pada kunjungan pertama tadinya masyarakat merasa sedih sampai kapan mereka di tempat penampungan. Sampai akhirnya, ia menemukan Siosar sebagai daerah relokasi yang bagus.
"Sekarang mereka sudah bisa tersenyum, gembira dan hari ini kita melihat bagaimana perbedaan, perbedaan membuat perekat yang sangat kuat, yaitu peresmian gereja dan mesjid secara bersamaan. Yang berbicara didepan tadi juga dari tokoh agama kristen dan islam. Inilah sebagai indahnya ke-bhineka tunggal-ikaan," kata Jenderal bintang empat ini.
Gatot juga berharap perbedaan dapat menjadi semangat bagi masyarakat.
"Semoga ini semua menjadi semangat bagi masyarakat sini untuk membangun dan bisa memiliki kehidupan yang lebih indah dari sebelumnya. Saya datang kesini adalah mewakili pemerintah untuk meresmikan rumah ibadah tadi," pungkas Gatot.(snd)
Kemudian, lanjut Gatot, dulunya disini adalah hutan yaitu hutan Siosar. Pada kunjungan pertama tadinya masyarakat merasa sedih sampai kapan mereka di tempat penampungan. Sampai akhirnya, ia menemukan Siosar sebagai daerah relokasi yang bagus.
"Sekarang mereka sudah bisa tersenyum, gembira dan hari ini kita melihat bagaimana perbedaan, perbedaan membuat perekat yang sangat kuat, yaitu peresmian gereja dan mesjid secara bersamaan. Yang berbicara didepan tadi juga dari tokoh agama kristen dan islam. Inilah sebagai indahnya ke-bhineka tunggal-ikaan," kata Jenderal bintang empat ini.
Gatot juga berharap perbedaan dapat menjadi semangat bagi masyarakat.
"Semoga ini semua menjadi semangat bagi masyarakat sini untuk membangun dan bisa memiliki kehidupan yang lebih indah dari sebelumnya. Saya datang kesini adalah mewakili pemerintah untuk meresmikan rumah ibadah tadi," pungkas Gatot.(snd)