[caption id="attachment_53174" align="aligncenter" width="720"]
Lokasi kejadian (atas). Salah satu korban ketika mendapat penanganan medis pasca dievakuasi ke puskesmas Namu Ukur Selatan (bawah)[/caption]
Kejadian maut dalam tragedi banjir bandang di Pemandian Alam Petar dan Pelaruga di Dusun I, Desa Rumah Galuh, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, sore hari tadi (29/6/2016), langsung mendapat perhatian khusus dari Kapolres Binjai AKBP Mohamad Rendra Salipu.
Sesuai surat elektroniknya yang sampai kepada kru Metro Online via pesan grup WhatsApp menyebutkan, dalam tragedi itu total korban ada 15 orang. 2 ditemukan tewas, 1 hilang dan selebihnya selamat.
Keterangan dihimpun, siang tadi sekira pukul 13.00 wib, rombongan keluarga korban Johanes Simamora dan Gloria Maranata br Simamora serta 2 saudaranya yang selamat yakni Andreas dan Andreasi Simamora, tiba di pemandian Alam Petar di Dusun I, Desa Rumah Galuh.
Satu keluarga ini hendak menuju pemandian Kolam Abadi dengan didampingi oleh Pemandu/Ranger yang bernama Bayu Sitepu.
Kejadian maut dalam tragedi banjir bandang di Pemandian Alam Petar dan Pelaruga di Dusun I, Desa Rumah Galuh, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, sore hari tadi (29/6/2016), langsung mendapat perhatian khusus dari Kapolres Binjai AKBP Mohamad Rendra Salipu.
Sesuai surat elektroniknya yang sampai kepada kru Metro Online via pesan grup WhatsApp menyebutkan, dalam tragedi itu total korban ada 15 orang. 2 ditemukan tewas, 1 hilang dan selebihnya selamat.
Keterangan dihimpun, siang tadi sekira pukul 13.00 wib, rombongan keluarga korban Johanes Simamora dan Gloria Maranata br Simamora serta 2 saudaranya yang selamat yakni Andreas dan Andreasi Simamora, tiba di pemandian Alam Petar di Dusun I, Desa Rumah Galuh.
Satu keluarga ini hendak menuju pemandian Kolam Abadi dengan didampingi oleh Pemandu/Ranger yang bernama Bayu Sitepu.
"Demikian juga rombongan korban ketiga yang bernama Hadi Santoso. Mereka ada berjumlah 9 orang. Tiba di Pemandian Alam Pelaruga di Dusun I, Desa Rumah Galuh," rinci Kapolres.
Rombongan Hadi Santoso ini, katanya, juga dengan tujuan yan sama, yakni Kolam Abadi dengan dipandu oleh Ranger yang bernama Berma Sembiring.
Ketika kedua rombongan tersebut sedang mandi-mandi di Kolam Abadi, sekira pukul 14.00 Wib air di pemandian tersebut tiba-tiba meluap setinggi 2 meter dengan arus yang sangat deras.
"Kondisi inilah yang membuat kedua rombongan yang lagi mandi di kolam abadi tersebut terbawa arus yang tiba-tiba meluap tadi, sehingga ketiga korban hanyut," sebut Kapolres lewat surat elektroniknya tersebut.
Sedangkan yang lainnya, berhasil selamat dengan bantuan pemandu/ranger masing-masing, sebagian lagi bisa mencapai tepian berkat upaya sendiri.
Selanjutnya, oleh dua rombongan tadi langsung melakukan pencarian terhadap ketiga korban dibantu oleh masyarakat sekitar.
Hingga malam ini, sudah ditemukan 2 korban dalam keadaan meninggal dunia sekitar 500 meter dari lokasi mereka hanyut. Jasadnya langsung dievakuasi ke Puskesmas Kecamatan Sei Bingai, tepatnya di Kelurahan Namu Ukur Selatan.
"Untuk korban atas nama Gloria Maranata br Simamora, pencariannya akan dilanjutkan besok pagi karena situasi yang tidak mendukung dan hari sudah gelap," ujarnya.
Terpisah, Dandim 0203/Langkat berpesan, kondisi cuaca dan curah hujan yang sering tidak menentu belakangan ini, pihaknya berharap agar masyarakat menghindari berwisata alam di lokasi-lokasi yang rawan banjir dan longsor.
"Belakangan ini kan hujannya cukup deras. Mohon lah masyarakat untuk mengundurkan niatnya sampai kondisi cuaca sudah mulai tepat," pintanya saat dihubungi untuk mengetahui kondisi terakhir di lokasi kejadian.(jhon)
Rombongan Hadi Santoso ini, katanya, juga dengan tujuan yan sama, yakni Kolam Abadi dengan dipandu oleh Ranger yang bernama Berma Sembiring.
Ketika kedua rombongan tersebut sedang mandi-mandi di Kolam Abadi, sekira pukul 14.00 Wib air di pemandian tersebut tiba-tiba meluap setinggi 2 meter dengan arus yang sangat deras.
"Kondisi inilah yang membuat kedua rombongan yang lagi mandi di kolam abadi tersebut terbawa arus yang tiba-tiba meluap tadi, sehingga ketiga korban hanyut," sebut Kapolres lewat surat elektroniknya tersebut.
Sedangkan yang lainnya, berhasil selamat dengan bantuan pemandu/ranger masing-masing, sebagian lagi bisa mencapai tepian berkat upaya sendiri.
Selanjutnya, oleh dua rombongan tadi langsung melakukan pencarian terhadap ketiga korban dibantu oleh masyarakat sekitar.
Hingga malam ini, sudah ditemukan 2 korban dalam keadaan meninggal dunia sekitar 500 meter dari lokasi mereka hanyut. Jasadnya langsung dievakuasi ke Puskesmas Kecamatan Sei Bingai, tepatnya di Kelurahan Namu Ukur Selatan.
"Untuk korban atas nama Gloria Maranata br Simamora, pencariannya akan dilanjutkan besok pagi karena situasi yang tidak mendukung dan hari sudah gelap," ujarnya.
Terpisah, Dandim 0203/Langkat berpesan, kondisi cuaca dan curah hujan yang sering tidak menentu belakangan ini, pihaknya berharap agar masyarakat menghindari berwisata alam di lokasi-lokasi yang rawan banjir dan longsor.
"Belakangan ini kan hujannya cukup deras. Mohon lah masyarakat untuk mengundurkan niatnya sampai kondisi cuaca sudah mulai tepat," pintanya saat dihubungi untuk mengetahui kondisi terakhir di lokasi kejadian.(jhon)