BCW Bertekat Akan Terus Kejar Perkara Korupsi

Sebarkan:
[caption id="attachment_42349" align="aligncenter" width="640"]Ilustrasi korupsi Ilustrasi korupsi[/caption]

Lembaga Binjai Corruption Watch (BCW) Binjai bertelat akan terus mengejar sejumlah kasus korupsi yang ada di Kota Binjai demi menekan angka korupsi yang ada di tanah air.

Ketua BCW Binjai, Gito Affandy menegaskan bahwa dengan suasana dan nuansa baru ini, sebagai Ketua kita telah membangun komitmen kepada seluruh pengurus/ biro dan anggota untuk mengejar seluruh laporan dugaan KKN yang belum tersentuh sesuai koridor Hukum.

Baik itu laporan di KPK khususnya Jajaran Polri, Kejaksaan disemua level sebagaimana laporan yang sudah disampaikan. Tidak saja dalam kasus dugaan KKN, kasus Kriminal umum terkait kepentingan masyarakat yang belum memperoleh keadilan hukum juga menjadi prioritas.

Gito mengaku sangat prihatin dengan kinerja aparat penegak hukum mulai Polres Binjai, Poldasu dan Mabes Polri serta Kejari Binjai, Kejatisu dan Jaksa Agung termasuk KPK yang semua itu sudah dilapori baik saat dirinya memimpin LSM Wanacakra sampai terbentuknya lembaga BCW Binjai yang sudah berkiprah hampir 4 tahun.
Termasuk Pemko Binjai baik dibawah kepemimpinan HM.Ali Umri dua priode dan HM.Idaham satu priode (2010-2015), ini benar-benar mengecewakan, menyusul peranan DPRD Kota Binjai yang banyak pura-pura tidak mengerti dengan substansi yang kita lapori atau memang tidak mengerti sama sekali sehingga enggan menyikapi. Memang kita maklum dengan basic para oknum anggot Dewan.

Apapun masukan dalam bentuk kritik, saran, pendapat yang kitasampaikan melalui surat resmi, sepertinya tidak menggugah hati oknum penguasamaupun oknum jajaran DPRD. Malah seperti alergi melihat elemen kontrol yangkerab mengkritik kecuali yang membuatnya senang, tersanjung. Padahal, sanjunganitu racun, kritik itu mengingatkan karena tidak ada manusia yang sempurna.

Pasca rapat tahunan BCW yang diselenggarakan diaula Kantor Kesbang Linmas Kota Binjai per Januari 2015 silam yang turut dihadiri olehWakil Walikota, Kasi Intel Kejari, Kasi Intel Polres, Ketua Komisi mewakiliDPRD serta tuan rumah Kepala Kesbang Linmas, bahwa dalam pidato bimbingan dansambutannya, kelima pentolan ini mengapresiasi sedikikitnya 26 kasus yangsebelumnya dipaparkan pimpinan rapat yang dikatakan mentok ditangan Eksekutif,Judikatif dan Legislatif.

"Namun faktanya, dari 26 kasus itu, hingga sekarang belum tersentuh oleh kopetensi tiga Lembaga Pemerintah untuk level Binjai sehingga,dari 26 kasus, sekarang sudah bertambah. Ini bentuk implementasi kinerjaLembaga Negara (Eksekutif, Judikatif dan Legislatif) Kota Binjai yangbenar-benar lumpuh karena faktor tertentu. Inilah yang akan kita kejar apapunkonsekwensinya," tegas Gito.(hendra)
Sebarkan:

Baca Lainnya

Komentar