Guru Pasutri Tewas, Putrinya Kritis

Sebarkan:
Tabrakan Maut Bus Medan Jaya Dengan Sepeda Motor

FB_IMG_1463907181592

Tabrakkan maut terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Desa Pardamean , Kecamatan Tanjung Morawa pada Minggu (22/5) antara sepeda motor Honda Revo BK 4529 SM dengan Bus Medan Jaya BK 7214 DM.

Pengendaea Revo, Haposan Siahaan (45) Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mengajar di salah satu sskolah di Lubuk Pakam yang membonceng Makdalena Napituplu (42) istrinya yang juga mengajar di salah satu sekolah dasar (SD) di Tanjung Morawa, keduanya meninggal dunia. Sedangkan putrinya Patrisia Siahaan (12) pelajar di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP), kritis.

Saat itu setelah selesai berbelanja, dengan mengendarai sepeda motor Haposan bersama keluarganya bermaksud akan pulang kerumahnya yang terletak di Dusun II Desa Pardamean, Kecamatan Tanjung Morawa. Sesampainya dilokasi, sepeda motor Haposan yang melaju dari arah Lubuk Pakam - Tanjung Morawa bermaksud menyebrang kearah Lubuk Pakam - Tanjung Morawa. Namun saat ditengah bahu jalan , sepeda motor yang dikendarai Haposan ditabrak bus Medan Jaya dengan nomor pintu 87 yang melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Lubuk Pakam - Tanjung Morawa.
FB_IMG_1463907186910

Kerasnya tabrakan ini mengakibat sepeda motor yang dikendarai Haposan terpental, Makdalena pun tewas dilokasi kejadian. Sementara Haposan dan putria Patrisia mengalami luka - luka disekujur tubuh. Warga sekitar yang melihat hal ini pun langsung membawa Haposan, jenasah Makdalena dan Patrisia ke Rumah Sakit Grand Medistra Lubuk Pakam.

Sesampainya di rumah sakit, Haposan dan Patrisia pun mendapatkan perawatan dari tim mesia di ruang IGD. Namun takdir berkata lain, Haposan akhirnya meninggal. Sementara itu Patrisia merintih menahan rasa sakit.

Anggota keluarga dan tetangga yang menunggu diluar ruang IGD tidak kuasa menahan kesedihan saat mengetahui jika Haposan dan istrinya sudah meninggal.

Isak tangis keluarga dan tetangga Haposan seketika pecah. Anggota keluarga dan tetangga Haposan yang ada dirumah sakit pun berusaha menenangkan anak laki - laki Haposan yang terus menangis. "Ssudah aku larang adikku jangan ikut biar ada kawanku dirumah. Cantik kali mamakku sama adikku. Kenapa mak kau pergi," teriak anak laki - laki Haposan.

R.Sitorus (50) yang merupakan kerabat Haposan yang juga satu gereja dengan Haposan menerangkan jika Haposan dan keluarganya mau pulang sehabis belanja namun saat akan menyebrang sepeda motor mereka ditabrak bus Medan Jaya dari belakang ," pulang belanja , saat mau menyebrang ditabrak bus Medan Jaya dari belakang. Suami istri meninggal, putrinya selamat. Jenasah langsung dibawa pulang," terangnya.(DS)
Sebarkan:

Baca Lainnya

Komentar