[caption id="attachment_41660" align="aligncenter" width="620"]
Bandara Kuala Namu[/caption]
Pemandangan dan pelayanan bandara Kualanamu International Airport (KNIA) terus menjadi perhatian publik. Bandara yang dikenal cukup mewah dan seharusnya menjadi kebanggaan Sumatera Utara ini dikenal paling amburadul pelayanannya.
Hal tersebut dikatakan oleh anggota komisi D DPRD Sumut Budiman Nadapdap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) komisi A, B dan E bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Sumut, Angkasa Pura II, Otoritas Bandara, dan puluhan supir taksi resmi yang sehari-hari bekerja di KNIA, Selasa (3/5/2016).
Budiman mengeluhkan soal kenyamanan di Bandara termasuk orang yang mengaku dari media.
"Saya tidak nyaman dengan orang yang mengaku dari media," katanya.
Kepada General Manager (GM) Angkasa Pura II Iwan Krishadianto, ia diminta untuk memperbaiki sistem kenyamanan di KNIA.
Pemandangan dan pelayanan bandara Kualanamu International Airport (KNIA) terus menjadi perhatian publik. Bandara yang dikenal cukup mewah dan seharusnya menjadi kebanggaan Sumatera Utara ini dikenal paling amburadul pelayanannya.
Hal tersebut dikatakan oleh anggota komisi D DPRD Sumut Budiman Nadapdap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) komisi A, B dan E bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Sumut, Angkasa Pura II, Otoritas Bandara, dan puluhan supir taksi resmi yang sehari-hari bekerja di KNIA, Selasa (3/5/2016).
Budiman mengeluhkan soal kenyamanan di Bandara termasuk orang yang mengaku dari media.
"Saya tidak nyaman dengan orang yang mengaku dari media," katanya.
Kepada General Manager (GM) Angkasa Pura II Iwan Krishadianto, ia diminta untuk memperbaiki sistem kenyamanan di KNIA.
"Kita masyarakat Sumatera Utara harus malu dengan pelayanan yang ada, termasuk moda pengangkutan taksi banyak yang liar," ucap Budiman.
Sementara, perwakilan supir taksi resmi, Sigit Sugiono mengutarakan kekesalannya soal banyaknya taksi-taksi gelap beroperasi di KNIA.
"Taksi resmi banyak yang mengeluhkan soal maraknya taksi gelap yang menggunakan mobil plat hitam," ujar Sigit.
Parahnya lagi, sebagai pengangkutan yang resmi kadang mengeluh soal ketiadaan penumpang yang disebabkan banyaknya angkutan gelap.
"Kami meminta GM Angkasa Pura harus menertibkannya," katanya.
Merespon pernyataan supir taksi, anggota komisi D, Leonard Samosir mengatakan bahwa supir taksi yang resmi juga harus mempersiapkan dan meningkatkam kemampuan dan kebersihan kendaraan.
"Mulai dari pakaian hingga kondisi mobil harus dipersiapkan tujuannya menarik simpati dari masyarakat. Apalagi banyak masyarakat lebih memilih angkutan gelap daripada angkutan resmi disebabkan kerapian supir," ujar Leonard.
Kemudian, GM Angkasa Pura ll Iwan mengatakan dirinya masih menjabat sebagai GM baru setengah bulan, jadi ia masih beradaptasi.
"Soal keluhan masyarakat itu secepatnya akan dituntaskan terutama dalam penertiban taksi gelap," katanya.
Iwan menyebutkan bahwa persoalan pelayanan dan taksi gelap ini sudah pernah dibahas dua kali bersama dengan Dishub dan Otoritas Bandara.
"Sudah pernah digelar rapat sebanyak dua kali dan membentuk tim kecil. Tim ini nantinya akan bertugas untuk menertibkan taksi gelap," ungkap Iwan.(snd)
Sementara, perwakilan supir taksi resmi, Sigit Sugiono mengutarakan kekesalannya soal banyaknya taksi-taksi gelap beroperasi di KNIA.
"Taksi resmi banyak yang mengeluhkan soal maraknya taksi gelap yang menggunakan mobil plat hitam," ujar Sigit.
Parahnya lagi, sebagai pengangkutan yang resmi kadang mengeluh soal ketiadaan penumpang yang disebabkan banyaknya angkutan gelap.
"Kami meminta GM Angkasa Pura harus menertibkannya," katanya.
Merespon pernyataan supir taksi, anggota komisi D, Leonard Samosir mengatakan bahwa supir taksi yang resmi juga harus mempersiapkan dan meningkatkam kemampuan dan kebersihan kendaraan.
"Mulai dari pakaian hingga kondisi mobil harus dipersiapkan tujuannya menarik simpati dari masyarakat. Apalagi banyak masyarakat lebih memilih angkutan gelap daripada angkutan resmi disebabkan kerapian supir," ujar Leonard.
Kemudian, GM Angkasa Pura ll Iwan mengatakan dirinya masih menjabat sebagai GM baru setengah bulan, jadi ia masih beradaptasi.
"Soal keluhan masyarakat itu secepatnya akan dituntaskan terutama dalam penertiban taksi gelap," katanya.
Iwan menyebutkan bahwa persoalan pelayanan dan taksi gelap ini sudah pernah dibahas dua kali bersama dengan Dishub dan Otoritas Bandara.
"Sudah pernah digelar rapat sebanyak dua kali dan membentuk tim kecil. Tim ini nantinya akan bertugas untuk menertibkan taksi gelap," ungkap Iwan.(snd)