Pembunuh Dosen itu Mengaku Kerap Diancam

Sebarkan:
2016-05-03_12.55.12

Roymando Sah Siregar, pelaku pembunuhan berencana terhadap seorang dosen Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FIKIP) Nuraini ternyata mengaku kerap diancam oleh korban yang terkenal sebagai dosen 'killer'.

Hal ini dikatakan Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Drs. Raden Rudi Winarso melalui Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Helfi Assegaf saat melakukan kunjungannya ke Polres Langkat bersama rombongan, Selasa (3/5/16).
"Jadi saat kita periksa, pelaku mengaku kalau dirinya kerap mendapatkan ancaman dari korban, bila dia tidak menuruti prosedur, maka nilainya akan jelek dan tak lulus mata kuliah yang diajarkan korban," jelasnya.

Dari keterangan pelaku, pembunuhan tersebut memang telah direncanakan. Sebelum menuju kampus, pelaku telah mempersiapkan pisau dan martil yang akan digunakannya untuk membunuh korban.

"Pembunuhan ini memang sudah direncanakanya, jadi segala peralatan untuk melakukan aksinya sudah disiapkannya dari rumahnya dan dibawa menuju kampus," pungkasnya.

Dikatakannya, polisi juga mengamankan sejumlah mahasiswa yang dianggap telah menghalangi tugas saat polisi akan mengevakuasi pelaku dan saat ini sejumlah mahasiswa masih dimintai keterangannya.

"Kita juga mengamankan sejumlah mahasiswa, sebab saat polisi akan melakukan evakuasi terhadap pelaku, sejumlah mahasiswa ini mencoba menghalang-halangi," terangnya.

Pelaku dikenakan pasal 340 tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.(hdr)
Sebarkan:

Baca Lainnya

Komentar