[caption id="attachment_51692" align="aligncenter" width="720"]
Warga Desa Sibaganding Kecamatan Bangun Purba melakukan blokir jalan[/caption]
Aksi blokir jalan ini sebagai bentuk protes warga terhadap pengaspalan jalan yang di lakukan sepanjang 900 meter sepanjang Dusun I, Dusun II dan Dusun III yang dilakukan asal-asalan.
Pemblokiran jalan ini dilakukan dengan cara memalangkan pelepah daun kelapa kering, bambu dan kayu kering di pinggir jalan. Selain itu warga juga menghadang truk yang membawa hasil bumi yang melintas dari jalan tersebut.
Aksi blokir jalan ini sebagai bentuk protes warga terhadap pengaspalan jalan yang di lakukan sepanjang 900 meter sepanjang Dusun I, Dusun II dan Dusun III yang dilakukan asal-asalan.
Pemblokiran jalan ini dilakukan dengan cara memalangkan pelepah daun kelapa kering, bambu dan kayu kering di pinggir jalan. Selain itu warga juga menghadang truk yang membawa hasil bumi yang melintas dari jalan tersebut.
"Aspalnya tipis aja bahkan ada bagian jalan yang tidak ada aspalnya. hanya pasir dan batu split saja. Kalau hujan turun jalan ini pasti rusak,” terang warga serentak.
Bantu Tarigan (59) kaker bercucu 7 warga Dusun III menerangkan jika sebelumnya tiga tahun yang lalu sempat dilakukan pengerasan jalan namun tidak jadi dilakukan pengaspalan.
Menurutnya bahwa pekerja proyek pengaspalan ini hanya sekedar menutup jalan yang sudah dikeraskan. "Sekira tiga tahun yang lalu sempat dilakukan pengerasan jalan tapi tidak diaspal. Lihat aja ini hanya ditutup sama pasir dan batu split saja. Bahan materialnya juga dibiarkan berserakan di bahu jalan yang dapat membahayakan pengendara dan jalan berabu,” terangnya.
Lanjut Bantu Tarigan jika sudah sejak puluhan tahun lalu jalan desa mereka tidak pernah diaspal dan mereka berharap banyak dengan pengaspalan ini. "Sejak puluhan tahun lalu jalan kami ini tidak pernah diaspal, tapi begitu diaspan kondisinya seperti ini. Pengerjaannya asal-asalan, kami pun kecewa dengan pengaspalan yang asa jadi ini,” ujarnya.(walsa)
Bantu Tarigan (59) kaker bercucu 7 warga Dusun III menerangkan jika sebelumnya tiga tahun yang lalu sempat dilakukan pengerasan jalan namun tidak jadi dilakukan pengaspalan.
Menurutnya bahwa pekerja proyek pengaspalan ini hanya sekedar menutup jalan yang sudah dikeraskan. "Sekira tiga tahun yang lalu sempat dilakukan pengerasan jalan tapi tidak diaspal. Lihat aja ini hanya ditutup sama pasir dan batu split saja. Bahan materialnya juga dibiarkan berserakan di bahu jalan yang dapat membahayakan pengendara dan jalan berabu,” terangnya.
Lanjut Bantu Tarigan jika sudah sejak puluhan tahun lalu jalan desa mereka tidak pernah diaspal dan mereka berharap banyak dengan pengaspalan ini. "Sejak puluhan tahun lalu jalan kami ini tidak pernah diaspal, tapi begitu diaspan kondisinya seperti ini. Pengerjaannya asal-asalan, kami pun kecewa dengan pengaspalan yang asa jadi ini,” ujarnya.(walsa)