Babinsa Koramil 18/Brandan Barat Kodim 0203/Langkat Kopka Sunardi melakukan pendampingan Pok Tani di Desa Suka Mulia 2 Kec. Brandan Barat Penjemuran padi milik sdr. Sunanto, Sabtu (14/5).
Pendampingan petani yang dilakukan oleh Babinsa bertujuan untuk meningkatkan produksi padi dan mensukseskan Program Pemerintah dalam mewujudkan Swasembada Pangan Nasional.
Proses pengolahan gabah menjadi beras melalui proses pemanenan, perontokan, pengeringan, penggilingan dan penyimpanan. Gabah dipanen pada tingkat kadar air sekitar 22% sampai 25% basis basah.
Pendampingan petani yang dilakukan oleh Babinsa bertujuan untuk meningkatkan produksi padi dan mensukseskan Program Pemerintah dalam mewujudkan Swasembada Pangan Nasional.
Proses pengolahan gabah menjadi beras melalui proses pemanenan, perontokan, pengeringan, penggilingan dan penyimpanan. Gabah dipanen pada tingkat kadar air sekitar 22% sampai 25% basis basah.
Gabah dengan kadar air demikian tidak dapat langsung digiling karena kulitnya masih cukup basah 'sehingga sukar pecah dan terkupas. Gabah perlu dikeringkan hingga kadar airnya berkisar 14% basis basah.
Jika gabah tidak segera dikeringkan akan terjadi kerusakan pada butir beras yang akan dihasilkan, ditandai dengan warna beras yang tidak bisa putih. Gabah dengan kadar >15% tidak mempunyai ketahanan simpan.
Salah satu permasalahan klasik yang dihadapi petani dalam menjual padi hasil panen miliknya, adalah karena faktor kadar air. Untuk menyelesaikan masalah itu dibutuhkan arena penjemuran yang baik untuk meningkatkan kualitas padi.(022/pt)
Jika gabah tidak segera dikeringkan akan terjadi kerusakan pada butir beras yang akan dihasilkan, ditandai dengan warna beras yang tidak bisa putih. Gabah dengan kadar >15% tidak mempunyai ketahanan simpan.
Salah satu permasalahan klasik yang dihadapi petani dalam menjual padi hasil panen miliknya, adalah karena faktor kadar air. Untuk menyelesaikan masalah itu dibutuhkan arena penjemuran yang baik untuk meningkatkan kualitas padi.(022/pt)