Babinsa Jajaran Korem 022/PT Komit Sukseskan Swasembada Pangan

Sebarkan:
KORAMIL 05/TANJUNG TIRAM MELAKSANAKAN PENDAMPINGAN PETANI PANEN PADI



Koramil 05/Tanjung Tiram pada tanggal 29 Maret 2017 babinsa an. Serda Sukarno dan Kopda HT.Batubara melaksanakan pendampingan petani panen padi di sawah milik S.Sinambela Desa Sungaibale. Kecamatan Sungaibale. Kabupaten Batubara. dalam rangka percepatan tanam padi, Danramil Kapten Inf A.Zebua, Rabu (29/03/2017).

Kegiatan ini merupakan bentuk monitoring bidang pertanian, sebagai salah satu langkah menyukseskan program pemerintah swasembada pangan di Kabupaten Pinrang, khususnya di wilayah desa-desa binaannya di Kecamatan sungaibale.

Sementara itu, Kelompok Tani mengaku senang dengan adanya pendampingan dari Babinsa, yang terjun langsung membantu para petani dan memberikan penyuluhan dan bimbingan dalam bertani. “Dengan adanya pendampingan dari para Babinsa hasil panen tahun kali ini cukup bagus, sehingga kesejahteraan para petani dapat meningkatkan," terangnya.

Ia berharap hal ini bisa terus dilakukan oleh Babinsa, sehingga para petani bisa ikut serta mensukseskan swasemabada pangan secara nasional agar warga masyarakat tidak sampai kekurangan pangan.


KORAMIL 11/SIMPANG EMPAT MELAKSANAKAN PANEN JAGUNG


Koramil 11/Simpang Empat melaksankan panen jagung pada tanggal 28 maret 2017 sbb: di afd 1 kelompok tani besi tua 3377 kg .dgn harga rp 2700 / kg di apd 3 oleh kelompok tani sipirok 3069 kg degan harga rp 2700/ kg, hasil ubinan dr BPS Kabupaten Asahan 10 ton/Ha, di Desa Teluk Dalam. Kecamatan Teluk Dalam. Kabupaten Asahan, Rabu (29/03/2017).

Panen jagung ini merupakan hasil tanam para petani yang dilakukan beberapa bulan lalu. Tidak ada kendala berarti yang dihadapi oleh petani dalam musim tanam kali ini, bahkan dengan curah hujan yang cukup, dukungan bibit unggul serta pupuk dari dinas pertanian setempat, sehingga hasil yang diperoleh sangat memuaskan.

Kegiatan pendampingan panen jagung ini merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab Babinsa di wilayah binaannya desanya untuk memotivasi para petani, agar terus bersemangat menanam padi dan jagung.

“Itu lah makanya Babinsa selalu kita tekankan untuk mengecek dan mendampingi prongram ini”, imbuhnya.

Dengan adanya pendampingan dari TNI para Babinsa, hasil panen di daerah Teritorialnya bagus sehingga kesejahteraan para petani dapat meningkat.

Sementara itu, salah seorang kelompok tani mengaku, masyarakat sangat senang dengan adanya Babinsa yang terjun langsung membantu para petani.

“Dengan adanya pendampingan dari para Babinsa hasil panen kali ini cukup bagus, sehingga kesejahteraan para petani dapat meningkat, kami berharap ini terus dilakukan sehingga para petani bisa ikut menciptakan swasembada pangan secara nasional agar warga masyarakat tidak kekurangan pangan,”kata seorang kelompok tani.


KORAMIL 13/BUNTU PANE MELAKSANAKAN PENDAMPINGAN PENYEMPROTAN HAMA PADI


Koramil 13/Buntu Pane melaksanakan kegiatan ketahanan Pangan pada tanggal 29 Maret 2017. Babinsa an. Serda Mikdar melaksanakan pendampingan menyemprot hama padi di sawah milik D.Panjaitan, kelompok tani Purwodadi degan ketuanya Sadikun & luas sawah 7 Rante, di Desa Sei Silau Barat Kecamatan Setia Janji. Kabupaten Asahan. Danramil Kapten Inf Syaifullah & nama PPL Sahman, Nama Kepala PPL : Ketua Jumiran,SP. Jenis tanaman padi sawah Ciherang, usia tanaman padi 60 hari, Rabu (29/03/2017).

Pada kesempatan itu Danramil buntu pane Kapten Inf syaifullah menjelaskan, di musim tanam padi ini perlu tenaga exstra dalam merawat tanaman, wujud nyata Babinsa serda mikdar lansung terjun kesawah bersama petani lakukan tindakan antisipasi serangan hama, yakni melakukan penyemprotan. Danramil berharap para petani harus selalu berkomunikasi dan koordinasi dengan Babinsa dan PPL sebagai penyuluh lapangan, terkait dalam meningkatkan swasembada pangan. Ujarnya.

Selanjutnya, Babinsa Serda mikdar mengajak para petani untuk selalu melakukan perawatan, dengan menyemprot secara serentak dan bersama-sama petani yang lain, agar hama–hama tersebut akan hilang dan tidak akan berpindah ke sawah yang lainya dan akan segera mati. Jelasnya.

Terpisah, D. panjaitan sangat berterimaksin kepada Danramil buntu pane Kapten Inf syaifullah dan Babinsa Serda mikdar yang selalu pro aktif melakukan pendampingan pertanian, dengan keberadaan Babinsa kami merasa terbantu terlebih hasil panenan kami meningkat dari panen sebelumnya. Ujarnya.


KORAMIL 04/TALAWI BABINSA SERKA SP. SARAGI MELAKSANAKAN PENDAMPINGAN PENYIANGAN RUMPUT DISAWAH



Koramil 04/Talawi babinsa an. Serka SP.saragi melaksanakan pendampingan kepada petani pada tanggal 29 maret 2017. penyiangan rumput disawah Jm.saragi di dusun 2. desa gunung rante. kecamatan Talawi. Kabupaten Batu Bara. Dalam rangka perawatan Tanam Danramil Kapten Inf. Hamlet Marpaung, Rabu (29/03/2017).

Rumput di sekitar tanaman padi jika dibiarkan akan mengganggu tanaman padi itu sendiri. Akibatnya tanaman menjadi kurang subur, bahkan akan menutup pertumbuhan padi yang dapat menjadikan tanaman kurang sehat.

“Selain itu penyiangan bertujuan untuk membersihkan tanaman yang sakit, mengurangi persaingan penyerapan hara, mengurangi hambatan produksi anakan dan mengurangi persaingan penetrasi sinar matahari,” kata Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 04/talawi, Serda sp. saragi saat mendampingi petani di Desa gunung rante, Kecamatan talawi, Kabupaten batu bara.

Sp. saragi juga melaksanakan kegiatan pendampingan pertanian dalam rangka penyiangan padi. Adapun tanaman padi tersebut sudah umur padi mikongga pada usia tanam 1 bulan dengan luas lahan 20 rante. Tanaman padi yang ditumbuhkan harus mendapatkan semua nutrisi dan air yang diberikan oleh petani agar mampu menghasilkan secara optimal.

Jm saragi, selaku pemilik sawah menuturkan, bangga kepada Babinsa yang membantu para petani. Dia mengatakan, pekerjaan cepat terselesaikan, meski panas menyengat namun semangat Babinsa luar biasa.

“Kegiatan pendampingan yang dilakukan Babinsa semata-mata karena merupakan tugas pokok dan upaya khusus pertanian. Peran Babinsa ini sebagai motivator, agar para petani terus bersemangat dalam merawat tanamannya di sawah,” kata jm. saragi.

Upaya Babinsa ini merupakan terobosan baru dalam usaha pendampingan, pihaknya (Babinsa) akan terus mengawal sampai tiba musim panen, sehingga program pemerintah terkait swasembada pangan akan tercapai, meski sampai saat ini target tersebut belum 100 persen selesai.


KORAMIL 02/AIR PUTIH BABINSA SERDA RISMAN MENDAMPINGI MEMBAJAK SAWAH


Koramil 02 /Air Putih pada tanggal 29 Maret 2017 Babinsa Serda Risman, sedang mendampingi Muliadi membajak sawah dilahan Bari luas 11 rante di Kelurahan Indrapura, Kecamatan Air Putih Kabupaten Batu Bara. Kelompok tani majujaya ketua Sudarmono, kelompok tani mutiara tani ketua Irwansah, PPL Jonson Sinaga, Danramil Kapten inf JR.sinaga, Rabu (29/03/2017).

Serda risman selaku babinsa di kelurahan inrapura terjun langsung mendampingi petani di sawah membajak dengan alat mesin traktor.Traktor merupakan sebuah alat mesin yang berfungsi untuk membajak sawah dengan cara di pegang dan mempercepat dalam pengolahan lahan sawah.

Dengan alat mesin traktor maka akan mempermudah dan mempecepat proses penyiapan lahan sawah yang akan di tanami padi,dan untuk mendukung program dari pemerintah swasembada pangan agar dapat tetep terjaga.


KORAMIL 03/LIMA PULU BABINSA MELAKSANAKAN KEGIATAN MEMBANTU PEMUPUKAN PADI


pada tanggal 29 Maret 2017 Babinsa an. Serma Srianto Melaksanakan Kegiatan Membantu pemupukan padi milik ngadiman Kelompok Tani Sederhana Ketua kelompok tani Karman luas lahan 7 Rantai, terletak di Desa lubuk besar. Kecamatan Lima puluh. Kabupaten Batu bara. Danramil Kapten Inf Zulfan, nama ppl Suheri Ketua ppl Jimmy Lenon SST, jenis tanaman padi.

Serma srianto menyampaikan, kegiatan tersebut di lakukan dalam rangka perawatan tanaman sehingga Padi nantinya dapat berkembangan dan tumbuh dengan baik. " Pemupukan ini sudah yang Kedua kalinya dilakukan, diharapkan pemupukan tersebut dapat merangsang pertumbuhan Buah Padi lebih banyak dan berisi padat," ujarnya.

Dengan di Dampingi PPL serta Babinsa yang sudah mengikuti palatihan Upsus maka di harapkan Petani dapat menerima Penjelasan secara benar dan terarah dalam perawatan Tanaman padi sehingga Nantinya akan menghasilkan Panen yang maksimal.

Ketua Kelompok Tani sederhana karman Beserta anggotanya sangat bersyukur dengan adanya pendampingan secara melekat yang di lakukan oleh Babinsa dan PPL selama ini dari mulai penyemaian benih hingga, Penanaman, Pembasmian Hama dan sekarang Pemupukan yang kedua selalu di arahkan oleh Babinsa Dan PPl. Bagi Babinsa dan Koramil Kegiatan ini selain Upaya Pencapaian Panen Yang maksimal juga dapat di manfaatkan sebagai wujud Komunikasi Sosial bersama Masyarakat.


KORAMIL 01/MEDANG DERAS BABINSA JAFREL MELAKSANAKAN PENDAMPINGAN PETANI MEMBANTU PENCABUTAN BIBIT PADI


Koramil 01/Medang Deras pada tanggal 29 Maret 2017 Babinsa an. Koptu Jafrel melaksankan pendampingan kepada petani membantu pencabutan bibit padi di lahan Hendrik luas lahan 17 rante, kelompok tani tunas baru ketua kelompok tani suroso di Desa Mandarsyah. Kecamatan Medang Deras. Kabupaten Batubara, Danramil Kapten Inf A. Rangkuti, ppl Abdul Hamid ketua ppl Robert Manalu, varietas bibit yang di gunakan Mikongga, Rabu (29/03/2017).

Sebelum ditanam, tanaman padi harus disemaikan lebih dahulu. Pesemaian itu harus disiapkan dan dikerjakan dengan baik, maksudnya agar diperoleh bibit yang baik, sehingga pertumbuhannya akan baik pula. Tempat untuk membuat pesemaian merupakan syarat yang harus diperhatikan agar diperoleh bibit yang baik, diantaranya tanahnya harus yang subur, banyak mengandung humus dan gembur. Tanah itu harus tanah yang terbuka, tidak terlindung oleh pepohonan, sehingga sinar matahari dapat diterima dan dipergunakan sepenuhnya.


Persemaian banyak membutuhkan air maka lokasinya harus berdekatan dengan air karena jika persemaian kering maka bibit yang dihasilkan kurang optimal. Apabila areal yang akan ditanami cukup luas sebaiknya tempat pembuatan persemaian tidak berkumpul menjadi satu tempat tetapi dibuat memencar. Hal itu untuk menghemat biaya atau tenaga pengangkutannya.


PERAWATAN TANAMAN JAGUNG OLEH IBU RUSTI SARAGI DIDAMPINGI BABINSA KOPTU PONITRIN


Gulma adalah tanaman pengganggu yang tumbuh diantara tanaman utama. Gulma mengganggu karena bersaing dengan tanaman utama terhadap kebutuhan unsur hara, air, cahaya dan ruang tumbuh, sehingga produksi tanaman menjadi tidak optimal. Teknik pengendalian gulma pada dasarnya dapat dilakukan dengan berbagai teknik seperti secara manual, mekanis, teknik budidaya maupun dengan penggunaan bahan kimia (herbisida).

Bahkan penggunaan herbisida ternyata mampu menaikkan produktivitas petani seperti penggunaan tenaga kerja yang lebih sedikit, waktu pelaksanaan pengendalian gulma relatif singkat serta biaya yang lebih murah, ungkap Danramil 15/Sipispis Kapten Inf Ramlan.

Pada kesempatan ini Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 15/Sipispis Koptu Ponirin ikut serta mendampingi anggota Kelompok Tani Haruan Bolon Tua Ibu Rusti Saragih melaksanakan giat hanpangan perawatan serta pembersihan rumput dilahan tanaman jagung bersama sama dengan anggota PPL An. Sarkum dengan luas lahan jagung 10 rante dengan jenis tanaman jagung hibrida yang terletak di Desa Tinokah Kecamatan Sipispis Kabupaten Deliserdang, Rabu (29/03/2017).

Para Babinsa memiliki andil dalam membantu kesulitan warga di Desa binaannya, baik dalam membuka lahan atau pun melakukan perawatan lahan pertanian. Setelah membantu warga melakukan perawatan tanaman jagung, para Babinsa juga memberikan arahan bagaimana cara perawatan jagung dan pupuk apa yang harus digunakan agar hasil panen dapat dimaksimalkan seperti yang dikatakan Danramil 15/Sipispis Kapten Inf Ramlan kepada para Babinsa Koptu Ponirin.
Pada pelaksanaan pendampingan itu Babinsa Koramil 15/Sipispis Koptu Ponirin mengungkapkan tanaman jagung tersebut perlu di rawat agar bisa tumbuh optimal salah satunya adalah dengan pengendalian gulma dan tanaman pengganggu tanaman jagung, mulai dari penyiapan lahan sampai dengan pembedengan tanah sampai membersihkan tunas dan rumput pada tanaman jagung dilaksanakan secara bersama-sama antara dan masyarakat setempat.


BERSIHKAN RUMPUT PADA TANAMAN JAGUNG DI DESA TANJUNG RAJA DIDAMPINGI BABINSA KORAMIL 21/TJ


Danramil 21/TJ Kapten Arm M. Sihombing mengatakan, saat ini sudah semakin mudah bagi petani jagung untuk mengendalikan gulma (rumput) pada lahan mereka. Kalo sebelumnya harus melakukan pengendalian dengan cara manual (disiangi dengan tangan) yang tentu saja cukup merepotkan bagi yang mempunyai lahan yang cukup luas, atau dengan melakukan penyemprotan dengan menggunakan herbisida kontak, yang apabila terkena tanaman jagung bisa menyebabkan kerusakan. Gulma merupakan tanaman selain tanaman utama. Pengendalian gulma pada tanaman jagung perlu dilakukan karena gulma dapat menyebabkan kompetisi pupuk dan cahaya matahari. Selain itu gulma juga dapat menjadi inang hama penyakit.

Swasembada pangan adalah suatu program yang digalakkan oleh pemerintah RI dan salah satu komoditi yang sangat di unggulkan pada program ini adalah padi, jagung dan kedelai. Serka L. Sinurat mengatakan, dalam program ini Babinsa mendampingi petani untuk membersihan rumput (gulma) untuk kesuburan tanaman dan meningkatkan hasil panen.

Dengan kegiatan ini Babinsa Koramil 21/TJ Serka L. Sinurat jajaran Kodim 0204/Deli Serdang ikut serta mendampingi anggota Kelompok Tani Arih Ersada untuk melaksanakan pendampingan merumput dilahan tanaman jagung milik Josep Tarigan dilahan jagung seluas 7 rante dengan jenis tanaman jagung Bisi 18 untuk usia tanaman jagung 30 hari, kegiatan ini terlaksana bersama sama dengan PPL Sutarjo yang terletak di Desa Tanjung Raja Kecamatan STM. Hulu Kabupaten Deliserdang, Rabu (29/03/2017).

Dengan adanya kegiatan itu tanaman jagung yang ditanam akan tumbuh dengan maksimal dan hasil yang akan dicapai petanipun akan melimpah. Hal ini tidak boleh lepas dari pengawasan Babinsa dan PPL karena dengan adanya pendamping petani maka segala kendala yang dihadapi petani di lapangan akan terpecahkan.


PENGOLAHAN LAHAN PERSAWAHAN DI DESA KUTA BAYU DIDAMPINGI BABINSA KORAMIL 22/GUNUNG MERIAH


Agar memberikan hasil maksimal, lahan sawah haruslah diolah secara baik. Pengolahan lahan yang baik sebelum padi ditanami adalah salah satu kunci utama dari keberhasilan panen. Pengolahan lahan yang diperuntukan bagi tanaman padi sangatlah penting untuk diperhatikan.

Karena lahan sawah (tanah sawah) merupakan tempat mengambil cadangan hara yang dibutuhkan bagi tanaman padi. Oleh karena itu, pertumbuhan tanaman padi diantaranya akan dipengaruhi oleh sejauh mana proses pengolahan yang dilaksanakan sebelum ditanami, Ungkap Danramil 22/Gunung Meriah Kapten Kav B. Hermanto.

Pada kegiatan pengolahan lahan ini Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 22/Gunung Meriah Koptu G. Simatupang ikut serta mendampingi pada pelaksanaan kegiatan pengolahan lahan sawah dengan meratakan tanah yang sudah diolah menggunakan Handtracktor dilahan milik anggota kelompok tani Ibu Maria Br Tarigan dengan luas lahan yang di olah 17 rante yang terletak di Dusun 2 Desa Kuta Bayu Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Deliserdang, kegiatan ini dilakukan bersama sama dengan anggota PPL Dingin Br Barus, adapun kegiatan ini terlaksana untuk percepatan penanaman padi dengan menggunakan bibit padi Mikonga, Rabu (29/03/2017).

Disela-sela kegiatan itu Babinsa Koptu G. Simatupang mengungkapkan sertamengajak seluruh para kelompok tani dan gabungan kelompok tani di Desa ini khususnya, agar segera melakukan pengolahan lahan dan tebar benih cepat pada masa tanam pertama kali ini, kita tidak boleh ketinggalan dengan daerah lain, pada percepatan kali ini tetap kami mengikuti prosedur pertanian agar hasil yang diharapkan bisa meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, ujarnya.


RAWAT TANAMAN KACANG KEDELAI BABINSA KORAMIL 23/BERINGIN SERTU JUNAEDI ABDILLAH IKUT SERTA DAMPINGI


Danramil 23/Beringin Mayor Inf AS. Marpaung mengungkapkan, produksi kedelai di Indonesia hanya 0.8=1,2 t/ha,sedangkan kebutuhan dalam negeri hingga mencapai 2,2 juta ton sehingga untuk memenuhi kebutuhan kedelai selalu impor setiap tahun. Peningkatan produksi merupakan salah satu strategi untuk memenuhi kebutuhan selain menekan impor kedelai, Upaya peningkatan produksi kedelai kita dihadapkan dengan masalah hama, serangan hama juga berpotensi menurunkan kwalitas dan kwantitas hasil. oleh karena itu gejala tersebut perlu diidentifikasi agar penyebabnya dapat diketahui dengan tepat untuk menentukan cara pengendalian atau pemulihan tanaman dengan efektif dan efesien.

Mengingat dampak negatif dalam penggunaan pestisida yang tidak terkendali, pemerintah mengintroduksikan suatu paket teknologi pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan disebut Teknologi Pengendalian Hama Terpadu.(PHT) pada dasarnya terdiri atas kegiatan pengendalian yaitu 1. Usaha=usaha pencegahan(preventive control). 2.Penggunaan pestisida (pesticide controls). Penggunaan pestisida boleh dilakukan apabila cara pertama sudah digunakan tetapi belum memberikan hasil yang optimal.,sebagai mana dalam penerapan Prinsip PHT yaitu, 1)Budidaya Tanaman Sehat,2)Pengamatan secara berkala,3)Pelestarian Musuh Alami,4)Petani sebagai ahli PHT. Dari semua konsep PHT teknologi tersebut bertujuan untuk membatasi penggunaan insektisida sintesis dengan memperkenalkan Konsep Pengendalian Hama Terpadu berdasarkan penetapan secara ambang ekonomi.

Untuk mengukur Intensitas hama pada tanaman haru mengetahui tipe siklus hidup dari hama yang bersangkutan, Babinsa Koramil 23/Beringin Sertu Junaedi Abdillah ikut serta mendampingi petani melaksanakan penyemprotan kacang kedelai milik anggota Kelompok Tani Suka Tani Saudara Denan dengan luas lahan tanaman kacang kedelai 10 rante yang terletak di Dusun Damai Desa Beringin Kecamatan Beringin Kabupaten Deliserdang, kegiatan ini dilaksanakan bersama sama dengan anggota PPL Monita Sipayung, Rabu (29/03/2017).


PANEN PADI MILIK BAPAK LEGIRAN DIDAMPINGI BABINSA KORAMIL 23/BERINGIN KOPTU HERI PURWANTO


Panen pada masa kini dapat dilakukan dengan mesin pemanen seperti combine harvester, tetapi dalam budi daya yang masih tradisional atau setengah trandisional orang masih menggunakan sabit atau bahkan ani-ani. Panen tanpa mesin merupakan salah satu pekerjaan dalam budi daya yang paling memakan banyak tenaga kerja. Kegiatan ini dapat langsung diikuti dengan proses pasca panen atau pengeringan terlebih dahulu.

Mesin panen Kubota yang memadukan pemanen dan penanam padi, membantu proses mekanisasi penanaman dan pemanenan padi, proses yang paling padat karya dalam penanaman padi, sehingga mengurangi jumlah tenaga kerja dan meningkatkan efisiensi. Pada pertanian padi yang secara cepat berubah menjadi proses mekanisasi, Kubota menerapkan teknologi mesin pertanian padi yang unggul untuk mengembangkan solusi bagi para pelanggan. Kubota telah memproduksi mesin pemanen dan penanam padi selama lebih dari 50 tahun. Sebagai spesialis di bidang ini, Kubota menawarkan teknologi andalan untuk menyokong petani sebanyak mungkin demi memproduksi lebih banyak bulir padi di Wilayah Indonesia, terang Danramil 23/Beringin Mayor Inf AS. Marpaung, Rabu (29/03/2017).

Kegiatan pendampingan terhadap petani yang di laksanakan oleh Babinsa di wilayah binaanya untuk peningkatan percepatan swasembada pangan Nasional di mana sudah ada MOU antara Mentan dan TNI AD dalam program pemerintah tentang swasembada pangan. Di tengah bermacam kesibukan melaksanakan tugas pokoknya seorang Babinsa di tuntut mau dan mampu melaksanakan pendampingan kepada petani, tentu hal ini di lakukan dengan cara berkoordinasi dan bersinergi dengan dinas terkait seperti Distan dan PPL di lapangan. Kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk memotivasi Petani sekaligus untuk mencapai target dengan hasil yang lebih meningkat.

Pendampingan panen padi ini dilakukan oleh Babinsa Koramil 23/Beringin Koptu Heri Purwanto dilahan milik Legiran anggota Kelompok Tani Tumpatan Bersatu dengan luas lahan 12 rante yang terletak di Dusun Sedar Desa Tumpatan Kecamatan Beringin dengan jenis tanaman Ceherang untuk usia tanam 92 hari dengan hasil yang dicapai 200 kg.


PEMUPUKAN TANAMAN JAGUNG DIDAMPINGI SERTU FRAYETNO DI DESA DENAI LAMA


Danramil 23/Beringin Mayor Inf AS. Marpaung mengungkapkan Setelah mengetahui hama dan penyakit jagung, kita perlu bahas tentang cara pemupukan jagung yang tepat. Ini adalah bagian dari budidaya jagung yang tepat. Jagung rata-rata berumur 100-110 hari tergantung varietasnya. Dengan rentang umur yang tak jauh berbeda, metode pemupukan yang diberikan sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan hasil panen jagung. Dengan pemupukan yang tepat, hasil panen bisa meningkat hingga 0,5 – 1 ton/ ha. Pemupukan menjadi penting karena ekosistem jagung saat ini adalah ekosistem buatan yang berbeda dengan ekosistem asli jagung. Kenapa berbeda? Karena mayoritas jagung dibudidayakan secara monokultur atau tumpang sari dengan komoditas tertentu-terbatas sehingga suplai nutrisi dari alam kurang mencukupi sebab hara dari tumbuhan lain berkurang dan terjadi kompetisi antar tanaman.

Anggapan budidaya tanpa perhatian kepada pemupukan sudah kadaluarsa. Budidaya secara intensif berarti perhatian kepada unsur hara sebagai makanan jagung juga semestinya sangat diperhatikan. Lantas kapan jagung sebaiknya dipupuk? Jagung sebaiknya dipupuk pada masa sebelum tanam, umur 15 HST, dan 30 HST. Dosis yang akan saya berikan pada artikel ini adalah dosis yang menggunakan pupuk bersubsidi. Banyak variasi metode yang lain, tapi metode ini dapat dijadikan panduan.

Kali ini Babinsa Koramil 23/Beringin Sertu Frayetno, melaksanakan pendampingan petani membantu pemupukan jagung jenis pertiwi seluas 6 rante milik anggota Kelompok Tani Palonaga Ibu sumeh yang terletak di Dusun lV Desa Denai Lama Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deliserdang dengan menggunakan jenis pupuk Poska,SP 36 dan Urea agar hasil pertumbuhan Jagung lebih meningkat dari tanaman sebelumnya dengan jenis jagung hibrida Varietas Bisi 16, Rabu (29/03/2017).

Banyak petani yang bertanya kepada Babinsa tentang dosis pemupukan yang benar. menurut Babinsa Sertu Frayetno, untuk menjawab pertanyaan dosis dan cara pemupukan tanaman pada jagung sangatlah sulit karena dosis pemupukan tanaman jagung sangat relatif sekali, sangat tergantung dari cuaca atau iklim, jenis tanah, ketersediaan unsur hara dalam tanah, ketersediaan bahan organik dalam tanah, varietas tanaman padi, jenis pupuk yang diberikan dan cara pemberian pupuk yang pada intinya di sesuaikan dengan kondisi tanaman.


PEMBERSIHAN RUMPUT DILAHAN TANAMAN KACANG KEDELAI DIDAMPINGI SERDA JUMINO


Program Pemerintah pada saat ini adalah Mensukseskan Swasembada pangan dengan maksud dan tujuan adalah suatu program yang digalakkan oleh pemerintah RI dan salah satu komoditi yang sangat di unggulkan pada program ini adalah padi, jagung dan kedelai. Danramil 23/Beringin Mayor Inf AS. Marpaung mengungkapkan dalam program ini Babinsa mendampingi petani untuk membersihan rumput (gulma) untuk kesuburan tanaman dan meningkatkan hasil panen yang maksimal. Dengan adanya kegiatan itu tanaman Kacang Kedelai yang ditanam akan tumbuh dengan maksimal dan hasil yang akan dicapai petanipun akan melimpah. Hal ini tidak boleh lepas dari pengawasan Babinsa dan PPL karena dengan adanya pendamping petani maka segala kendala yang dihadapi petani di lapangan akan terpecahkan, Rabu (29/03/2017).

Kegiatan seperti ini sangat disambut baik oleh petani, hal ini terlihat dari antusias petani dalam membersihkan rumput tanaman Kacang Kedelai terlihat sangat semangat walupun panas matahari sangatlah terik dan menyengat badan Babinsa Koramil 23/Beringin Serda Jumino menurutnya gulma adalah salah satu kendala utama dalam memperoleh hasil yang tinggi dalam budidaya kacang kedelai. Persaingan gulma dengan kacang kedelai dalam stadia pertumbuhan hingga masa pematangan sangat besar sekali pengaruhnya terhadap penurunan hasil panen, gulma dapat menurunkan hasil panen karena adanya persaingan antara gulma itu sendiri dengan kacang, di samping itu ada beberapa gulma yang dapat dijadikan tanaman inang oleh hama dan penyakit tanaman kacang kedelai. Kalau membiarkan gulma tumbuh tanpa dikendalikan, jelas kerugian akan didapatkan termasuk kerugian akibat peledakan hama dan penyakit.

Pengendalian gulma pada tanaman Kacang kedelai, umumnya sudah dilakukan oleh para Babinsa dan petani, baik dengan penggunaan tenaga manusia (penyiangan tangan) dengan peralatan khusus (landak/gasrok) ataupun cara kimiawi dengan penggunaan herbisida,” imbuhnya. Dengan adanya kegiatan itu, tanaman kacang kedelai akan tumbuh subur dan diharapkan hasil panen maksimal.(022/pt)
Sebarkan:
Komentar