Ender Pane, Sastrawan Medan yang Dilupakan itu Telah Berpulang...

Sebarkan:
Tengah malam tadi patik dapat W.A dari Neta S.Pane yang juga Ketua IPW, "Bang mengabarkan, Ayahku ....Ender Pane meninggal dunia sore tadi".

Siapa yang kenal Ender Pane, penulis belasan novel, puluhan cerpen dan cerita rakyat dalam "sastra koran" Medan yang tidak digubris dan tidak dicatat dalam sejarah sastra Medan?

Dia sejajar dengan sastrawan Medan lain yang juga terlupakan, Elbe Nasution yang juga menulis puluhan novel cerita bersambung di surat kabar.

Para pengarang novel dalam bentuk cerita bersambung di koran, sayangnya sering dipandang sebelah mata oleh para "pengamat" sastra.

Ender Pane, sama seperti Elbe Nasution, dua pengarang produktif yang bersahaja ini, tidak memposisikan dirinya masuk dalam "dinasti" para pengurus sastra Medan pada zamannya.
Juga tidak berteriak teriak memproklamasikan dirinya sebagai sastrawan yang harus dicatat dalam leksikon sastra. Dan oleh karena itu tidak dikenal. Padahal dia sudah menulis di berbagai koran Medan sejak tahun 1960 an antara lain di Koran Waspada, Mimbar Umum, Analisa, Sin Po, Aneka Ria, Sinar Pembangunan.

Setahun yang lalu patik sempat mengunjunginya setelah 34 tahun tidak bertemu. Patik peluk tubuh ringkihnya di usia 85 tahun itu.

Ingatannya sangat kuat, " Ichwan, kita terakhir jumpa tahun 1982 di Jalan Timor", ah patik tak ingat ini. Lalu terbayanglah masa masa kami hampir tiap sore jalan kaki ke stasion Sambu dari kantor koran Sinar Pembangunan (sekarang Medan Pos), tempat masa remaja dulu patik bekerja. Dia sudah belasan tahun bekerja di situ sebagai pengarang cerita bersambung.

Sewaktu dua kali mengunjungi rumahnya (lebih tepat gubuk kecil) di jalan Ayahanda Ujung setahun lalu, tak terduga dia masih menyimpan ribuan lembar koran lama, majalah dan buku buku tua, termasuk belasan karya karya novelnya. Patik berjanji dan mengajak Neta S Pane, puteranya, menyelamatkan karya karya dan arsip penting ini ke tempat yang lebih layak.

Juga menerbitkan ulang dalam bentuk buku semua novel novel Ender dalam waktu tidak terlalu lama. Neta sangat setuju, waktu itu dia lagi di luar negeri tapi merencanakan akan melakukannya. Berbagai kesibukan patik , telah menyebabkan rencana ini tidak dilanjutkan. Patik menyesal ketika W.A Neta tadi malam datang.

Selamat jalan pak Endar Pane, semoga ada tenaga menerbitkan kembali semua karya karyamu. Innalillahi wa innalilahi Rajium. Al Fateha...

(Ichwan Azhari,, Sejarawan)
Sebarkan:

Baca Lainnya

Komentar