[caption id="attachment_73801" align="aligncenter" width="1032"]
13 TKW Diamankan di Bandara Kualanamu[/caption]
Sebanyak 13 Tenaga Kerja Wanita (TKW) diamankan petugas Imigrasi Bandara Kualanamu karena diduga ilegal. Mereka berusia 24 tahun hingga 40 tahun.
Dari informasi yang diperoleh, berikut nama-nama 13 TKW yang diamankan tersebut: Nengsih binti Iman Oha (37) warga Sukabumi, Patmawati binti Sudir Muksin(31) warga Mataram, Leni Marlina (29) warga Sumbawa Besar, Patiyah binti Nurdin Ujat (36) warga Kalianda, Dahlia (35) warga Sumbawa Besar.
Selain itu Ummah binti Asmono Horip (32) warga Pamekasan, Firdaus binti Farid Muhammad (40) warga Sumbawa Besar, Faridah binti Muhammad Hasan (38)warga Sumbawa Besar, Siti Aminah binti Tomo Asmani (30), Yati (36) warga Pamekasan, Fitri binti Ahyan Masna (29) warga Tangerang, Ratna Erus Gujing (24) warga Tangerang dan Karsem binti Kasnin Mangku (39) warga Depok.
Sebanyak 13 Tenaga Kerja Wanita (TKW) diamankan petugas Imigrasi Bandara Kualanamu karena diduga ilegal. Mereka berusia 24 tahun hingga 40 tahun.
Dari informasi yang diperoleh, berikut nama-nama 13 TKW yang diamankan tersebut: Nengsih binti Iman Oha (37) warga Sukabumi, Patmawati binti Sudir Muksin(31) warga Mataram, Leni Marlina (29) warga Sumbawa Besar, Patiyah binti Nurdin Ujat (36) warga Kalianda, Dahlia (35) warga Sumbawa Besar.
Selain itu Ummah binti Asmono Horip (32) warga Pamekasan, Firdaus binti Farid Muhammad (40) warga Sumbawa Besar, Faridah binti Muhammad Hasan (38)warga Sumbawa Besar, Siti Aminah binti Tomo Asmani (30), Yati (36) warga Pamekasan, Fitri binti Ahyan Masna (29) warga Tangerang, Ratna Erus Gujing (24) warga Tangerang dan Karsem binti Kasnin Mangku (39) warga Depok.
Sebelumnya petugas Imigrasi di Bandara Kualanamu mencegah keberangkatan 13 orang TKI yang diduga ilegal di Bandara Kualanamu. Rencananya, ke-13 TKW tersebut akan berangkat ke Singapura seterusnya menuju Oman.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan, Lilik Bambang mengatakan ke-13 perempuan yang diduga TKI ilegal tersebut diamankan pada Kamis (16/3) sekira pukul 20.00 Wib. "Mereka berasal dari NTT, Sumbawa, Karawang, Serang, Cianjur," kata Lilik.
Pencegahan ini bermula ketika petugas imigrasi mencurigai keberangkatan mereka. Atas kecurigaan ini, petugas kemudian mendalaminya. "Awalnya kita melakukan pemeriksaan, kita lihat paspornya dikeluarin di daerah Jawa, tapi kok berangkatnya di Bandara Kualanamu. Kita curiga," ujarnya.
Setelah dilakukan pendalaman, akhirnya petugas mengamankan mereka. Kepada petugas, mereka mengaku akan terlebih dahulu ke Singapura dan selanjutnya ke Oman. "Mereka mau terbang dan kita tolak ke luar negeri karena diduga menjadi TKI ilegal. Kata mereka, di Singapura ada yang ngurus untuk terbang ke Oman," terangnya.
Setelah dilakukan pemeriksaan sementara, mereka mengaku tidak membawa uang. Kemudian, petugas membawa ke-13 orang tersebut ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan. "Kita bawa mereka ke kantor untuk pemeriksaan dan pendalaman. Mereka ini nggak bawa uang," tegasnya.(walsa)
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan, Lilik Bambang mengatakan ke-13 perempuan yang diduga TKI ilegal tersebut diamankan pada Kamis (16/3) sekira pukul 20.00 Wib. "Mereka berasal dari NTT, Sumbawa, Karawang, Serang, Cianjur," kata Lilik.
Pencegahan ini bermula ketika petugas imigrasi mencurigai keberangkatan mereka. Atas kecurigaan ini, petugas kemudian mendalaminya. "Awalnya kita melakukan pemeriksaan, kita lihat paspornya dikeluarin di daerah Jawa, tapi kok berangkatnya di Bandara Kualanamu. Kita curiga," ujarnya.
Setelah dilakukan pendalaman, akhirnya petugas mengamankan mereka. Kepada petugas, mereka mengaku akan terlebih dahulu ke Singapura dan selanjutnya ke Oman. "Mereka mau terbang dan kita tolak ke luar negeri karena diduga menjadi TKI ilegal. Kata mereka, di Singapura ada yang ngurus untuk terbang ke Oman," terangnya.
Setelah dilakukan pemeriksaan sementara, mereka mengaku tidak membawa uang. Kemudian, petugas membawa ke-13 orang tersebut ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan. "Kita bawa mereka ke kantor untuk pemeriksaan dan pendalaman. Mereka ini nggak bawa uang," tegasnya.(walsa)