[caption id="attachment_74473" align="aligncenter" width="1040"]
Jurnalis korban preman dan aparat[/caption]
Kasus kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi di Kota Medan. Kali ini, korbannya Adi Palapa Harahap (40), seorang Kontributor iNews TV Biro Medan.
Adi diserang dan dianiaya oleh sekelompok preman dan 2 oknum aparat kepolisian dan oknum marinir, dirumahnya di Pasar 3 Mabar Hilir, pada Kamis (23/3/2017) kemarin malam sekira jam 21.30 WIB.
Diduga, Adi diserang oleh kelompok preman yang merupakan orang suruhan pemilik gudang semen ilegal di Jalan H Anif. Karena, sebelumnya Adi memberitakan keberadaan gudang semen ilegal tersebut. Gudang tersebut diketahui sudah dua kali dirazia, namun tetap beroperasi.
Kasus kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi di Kota Medan. Kali ini, korbannya Adi Palapa Harahap (40), seorang Kontributor iNews TV Biro Medan.
Adi diserang dan dianiaya oleh sekelompok preman dan 2 oknum aparat kepolisian dan oknum marinir, dirumahnya di Pasar 3 Mabar Hilir, pada Kamis (23/3/2017) kemarin malam sekira jam 21.30 WIB.
Diduga, Adi diserang oleh kelompok preman yang merupakan orang suruhan pemilik gudang semen ilegal di Jalan H Anif. Karena, sebelumnya Adi memberitakan keberadaan gudang semen ilegal tersebut. Gudang tersebut diketahui sudah dua kali dirazia, namun tetap beroperasi.
"Saya sebelumnya memberitakan mengenai keberadaan gudang semen ilegal dan penjualan lahan garapan di seputaran Jalan H Anif. Kemudian, kemarin malam datang belasan preman bersama aparat ke rumah," ujar Adi di Polrestabes Medan, Jumat (24/3/2017).
Rencananya, kata Adi, dirinya akan diculik dan dimasukkan ke dalam mobil oleh kelompok preman tersebut. Namun, Adi melawan hingga akhirnya dipukuli oleh para pelaku.
"Karena saya enggak mau dibawa, mereka mengamuk dan menganiaya saya. Baju dinas saya sampai robek akibat ditarik para pelaku," jelasnya.
Lantaran takut aksinya didengar warga yang tinggal di Jalan Pasar 3, Mabar Hilir, kelompok penyerang lantas pergi. Adi dibiarkan begitu saja dengan luka di sekujur tubuhnya. Akibat penganiayaan tersebut, dia mengalami luka memar dibagian bibir, wajah, kepala,dan dada.
"Mungkin kalau mereka (pelaku) berhasil menculik saya, sudah habis saya ini," kata Adi.
Adi rencananya akan melapor ke Polrestabes Medan. Namun, karena lokasi kejadian berada di wilayah Labuhan Deli, pihak Polrestabes menyarankan korban membuat laporan ke Polda Sumut.
"Saya berharap adanya perlindungan dari pihak kepolisian," pungkas Adi.(sandy)
Rencananya, kata Adi, dirinya akan diculik dan dimasukkan ke dalam mobil oleh kelompok preman tersebut. Namun, Adi melawan hingga akhirnya dipukuli oleh para pelaku.
"Karena saya enggak mau dibawa, mereka mengamuk dan menganiaya saya. Baju dinas saya sampai robek akibat ditarik para pelaku," jelasnya.
Lantaran takut aksinya didengar warga yang tinggal di Jalan Pasar 3, Mabar Hilir, kelompok penyerang lantas pergi. Adi dibiarkan begitu saja dengan luka di sekujur tubuhnya. Akibat penganiayaan tersebut, dia mengalami luka memar dibagian bibir, wajah, kepala,dan dada.
"Mungkin kalau mereka (pelaku) berhasil menculik saya, sudah habis saya ini," kata Adi.
Adi rencananya akan melapor ke Polrestabes Medan. Namun, karena lokasi kejadian berada di wilayah Labuhan Deli, pihak Polrestabes menyarankan korban membuat laporan ke Polda Sumut.
"Saya berharap adanya perlindungan dari pihak kepolisian," pungkas Adi.(sandy)