Alamak...! Habiskan APBD Rp1,2 M, Panitia MTQ Masih Kutip Masyarakat

Sebarkan:
Acara MTQ ke 50 di Kabupaten Langkat telah selesai diselenggarakan dengan sukses. Dimana pelaksanaan yang berlangsung di Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat beberapa waktu lalu ini habiskan anggaran sampai Rp1,2 miliyar.

Sayang, mesti habiskan anggaran hingga Miliyaran rupiah, panitia masih juga melakukan pungutan biaya kepada aparatur terkecil seperti kepsek, Kades dan masyarakat.

Pungutan bervariasi, mulai dari masyarakat yang dipungut Rp1.000 rupiah. Hingga kepala sekolah yang disebut dipungut Rp.300 ribu dan golongan D 3 dipungut Rp.75 ribu.

"Iya bang. Kami sebagai masyarakat dipungut biaya. Katanya sih untuk mensukseskan MTQ," terang Imran, salah satu masyarakat disana, Senin (17/4) siang.

Sementar Camat Wampu Samsul Adha SSTP, yang dihubungi via selular tidak membantah adanya kutipan anggaran yang dibebankan kepada masyarakat dan beberapa pemerintah terkecil. Namun ini bersifat keikhlasan dan tidak ada sedikitpun paksaan.

"Memang ada kita lakukan pengutipan anggaran kepada masyarakat. Tapi tidak ada pemaksan, bagi yang mau menyumbang ya dipersilahkan. Dan bagi yang tidak ingin menyumbang, ya tidak kami permasalahkan," terang Samsul.

Tamatan STPDN ini juga mengakui, kalau sumbangan itu dikutip atas kemufakatan. Dan hasil sumbangan dipergunakan untuk kepentingan panitia lokal atau Kecamatan. Dimana semuanya itu ada pertanggungjawabannya dan telah disampaikan oleh bendahara lokal.
"Jadi gini bang, untuk kepentingan panitia lokal di Kecamatan, seperti makan dan minum serta kepentingan lainya, kita menggunakan anggaran dari sumbangan tadi, kalau begitu dari mana kita anggaran untuk mensukseskan acara," terang dia.

Disinggung dengan adannya anggaran yang dikucurkan senilai 1,2 Miliyar diambil dari APBD. Dirinya mengakui, kalau anggaran itu diperuntukan untuk panitia tingkat Kabupaten. Jadi tidak ada hubungannya di panitia tingkat Kecamatan.

"Ya sumbanganya memang tergantung dari jabatan bang. Cuma saya bilang tadi, hanya sebatas sumbangan dan tidak ada pemaksaan sama sekali. Semua sudah kita bacakan pertanggungjawabannya oleh bendahara," timpal dia.

Kadis Kesejahteraan Sosial (Kesos) Syahrizal SSos mengakui, kalau panitian yang dibentuk oleh tingkat Kecamatan dan Kabupaten itu beda. Jadi untuk kepentingan kecamatan dan kabupaten sudah ada anggaran tersendiri.

"Untuk panitia kecamatan, mereka (pihak kecamatan) sendiri yang bentuk. Dan sebelum diselenggarakan di kabupaten, kecamatan terlebih dahulu mengadakan lomba. Dari setiap pemenang di kecamatan inilah yang dikirim untuk mengikuti tingkat kabupaten. Kebetulan saja Kecamatan Wampu jadi panitianya," terang Syahrizal.

Untuk anggaran yang dikucurkan 1,2 miliyar, menurutnya, hanya terealisasi sebagian saja. Karena ada beberapa juara yang memang tidak memenuhi standart untuk menjadi juara. Dan hadiahnya tidak kita serahkan dan akan dikembalikan.

"Hanya sebagian anggaran saja yang dipergunakan. Karena memang ada hadiah yang diperuntukan bagi sang juara tidak diserahkan. Karena tidak ada juaranya, karena finalis tidak memenuhi standart dari dewan juri," terang dia.

"Selain sebagai hadiah, angaran dipergunakan untuk membeli tropi, pengadaan tenda dan makan serta keperluan lainnya. Semua sudah tercatat oleh bendahara yang dibentuk panitia Kabupaten," timpal Syahrizal. (Lkt-1)
Sebarkan:

Baca Lainnya

Komentar