Personil Yonif 121 Macan Kumbang Tewas Digilas Bus Sekolah

Sebarkan:
[caption id="attachment_77067" align="aligncenter" width="360"] personil Sat Lantas Polres Deliserdang melakukan olah TKP [/caption]



Kecelakaan maut terjadi di Jalinsum Dusun I Desa Pagar Jati Kecamatan Lubuk Pakam pada Selasa (25/4) sekira pukul 18.45 Wib. Prajurit Satu (Pratu) Sutriono personil Yonif 121 Macan Kumbang, Galang tewas digilas bus sekolah. Sedangkan temannya Prajurit Dua (Prada) Sarmin selamat setelah melompat dari atas sepeda motor.

Sebelumnya korban mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion BK 6614 OO melaju dari arah Lubuk Pakam menuju Perbaungan. Saat itu korban yang rencananya akan pulang ke rumahnya di Kampung Tempel, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) berboncengan dengan Prada Sarmin. Tiba dilokasi kejadian, korban yang mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi terpelanting karena jalan aspal yang tidak rata atau bergundukan.
Karena hilang kendali, sepeda motor korban yang terpelanting ketengah aspal langsung masuk kekolong Bus Sekolah BK 7930 DO yang dikemudikan Herianto Nababan (31) warga PT SMA Desa S2 Kecamatan Bilah Hulu, Aek Nabara yang melaju dari arah Perbaungan menuju Lubuk Pakam.

Sedangkan Prada Sarmin langsung melompat dari atas sepeda motor. Seketika korban digilas dan tewas bersimbah darah ditempat kejadian dengan kondisi kepala luka robek.

"Sepeda motor dan korban langsung masuk ke kolong mobil. Aku tidak bisa mengelak ke kiri karena ada mobil,” sebut Herianto seraya menerangkan bus sekolah dikemudikannya membawa 27 murid SD, SMP, SMA yang mendapat bea siswa dari Tanato Foundation dari Aek Nabara tujuan Tasbih, Medan.

Tak berapa lama setelah kejadian, personil Sat Lantas Polres Deli Serdang turun kelokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan. Kejadian itu membuat warga sekitar langsung berbondpng-bondong kelokasi kejadian. Selain sibuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), personil Sat Lantas juga disibukkan mengatur arus lalu lintas dari dua arah yang macet hingga puluhan meter akibat peristiwa kecelakaan itu.

"Kami dari Bataliyon 121 MK mau pulang ke rumah korban di Kampung Tempel, Perbaungan,” sebut Prada Sarmin. (walsa)
Sebarkan:

Baca Lainnya

Komentar