[caption id="attachment_75967" align="aligncenter" width="492"]
Wakil Walikota Hadiri Pemakaman Pembunuhan Sekeluarga
[/caption]
Suasana duka menyelimuti pemakaman pembunuhan sekeluarga di Jalan Kayu Putih, Lingkungan 11, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Senin (10/4).
Ratusan warga dari segala penjuru memadati rumah duka, isak tangis terpancar dari keluarga, sanak saudara dan masyarakat yang ikut merasakan kesedihan.
Berbagai ucapan duka dalam bentuk papan bunga terpampang di sepanjang jalan lokasi tempat persemayaman, Irianto (40), istrinya, Yani (35) dan kedua anaknya, Naya (14) dan Gilang Raksono (10) serta mertuanya, Marni (60).
Di sela - sela proses pemakaman berlangsung, Wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution beserta jajaran dari Pemko Medan dan anggota DPRD Medan, Mulia Asri Rambe serta Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Yemi Mandagi turut hadir menyaksikan proses pemakaman.
Proses pemakaman dengan iringan isak tangis tak dapat dibendung dari kalangan keluarga maupun masyarakat, pengurus fardhu kifayah mempersiapkan prosesi Shalat kepada kelima jenazah di halaman rumah orang tua Iriyanto.
Masuk waktu Zuhur, kelima jenazah di letakkan secara sejajar dengan tenda teratak yang telah bediri. H Ilyas Ali menjabat sebagai Kabag Agama di Pemko Medan menjadi imam Shalat kelima jenazah.
[/caption]
Suasana duka menyelimuti pemakaman pembunuhan sekeluarga di Jalan Kayu Putih, Lingkungan 11, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Senin (10/4).
Ratusan warga dari segala penjuru memadati rumah duka, isak tangis terpancar dari keluarga, sanak saudara dan masyarakat yang ikut merasakan kesedihan.
Berbagai ucapan duka dalam bentuk papan bunga terpampang di sepanjang jalan lokasi tempat persemayaman, Irianto (40), istrinya, Yani (35) dan kedua anaknya, Naya (14) dan Gilang Raksono (10) serta mertuanya, Marni (60).
Di sela - sela proses pemakaman berlangsung, Wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution beserta jajaran dari Pemko Medan dan anggota DPRD Medan, Mulia Asri Rambe serta Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Yemi Mandagi turut hadir menyaksikan proses pemakaman.
Proses pemakaman dengan iringan isak tangis tak dapat dibendung dari kalangan keluarga maupun masyarakat, pengurus fardhu kifayah mempersiapkan prosesi Shalat kepada kelima jenazah di halaman rumah orang tua Iriyanto.
Masuk waktu Zuhur, kelima jenazah di letakkan secara sejajar dengan tenda teratak yang telah bediri. H Ilyas Ali menjabat sebagai Kabag Agama di Pemko Medan menjadi imam Shalat kelima jenazah.
Prosesi pemakaman pun berlangsung dengan suasana histeris dari yang berduka, kelima jenazah dinaikkan ke dalam ambulan diberangkatkan ke pemakamanan umum di Jalan Kawat 7, Gang Wakaf, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, dengan pengawalan polisi dari Polres Pelabuhan Belawan.
Dengan dipadati ratusan para pelayat mengiringi pemakaman, satu persatu jenazah dikeluarkan dari ambulan. Masing - masing jenazah dikuburkan secara terpisah.
Jenazah Iriyanto dan istrinya, Yani serta mertuanya, Marni dikebumikan di liang yang berbeda, sedangkan kedua anaknya, Naya dan Gilang Raksono dikebumikan satu liang dengan empat liang secara berjajar.
Setelah prosesi pemakaman berlangsung, Wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution mengatakan, pembunuhan sekeluarga yang menimpa keluarga tergolong kejam.
"Pelaku ini sangat biadab dengan tega menghabisi satu keluarga. Untuk itu, kita harapkan kepada polisi untuk dapat mengungkap pelakunya," kata Akhyar di rumah duka.
Dijelaskan orang nomor dua di Pemko Medan ini, pihaknya sebagai pejabat Pemko Medan berjanji akan memberikan perhatian terhadap Kinara yang selamat dan masih menjalani perawatan di rumah sakit.
"Untuk biaya kesehatan Kinara akan ditanggung oleh Pemko Medan, kita sudah cek kondisi korban melalui Dinas Kesehatan yang kini masih dirawat," ungkap Akhyar.
Disinggung mengenai nasib pendidikannya apakah akan ditanggung pemerintah, Akhyar mengaku, pihaknya akan berupaya memberikan bantuan demi masa depan anak yang selamat.
"Untuk masa depan si anak, kita akan lakukan kordinasi dengan pihak ahli waris, jadi kita masih menunggu perundingan dari ahli waris mengenai nasib anak ini," sebut Akhyar. (mu-1)
Dengan dipadati ratusan para pelayat mengiringi pemakaman, satu persatu jenazah dikeluarkan dari ambulan. Masing - masing jenazah dikuburkan secara terpisah.
Jenazah Iriyanto dan istrinya, Yani serta mertuanya, Marni dikebumikan di liang yang berbeda, sedangkan kedua anaknya, Naya dan Gilang Raksono dikebumikan satu liang dengan empat liang secara berjajar.
Setelah prosesi pemakaman berlangsung, Wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution mengatakan, pembunuhan sekeluarga yang menimpa keluarga tergolong kejam.
"Pelaku ini sangat biadab dengan tega menghabisi satu keluarga. Untuk itu, kita harapkan kepada polisi untuk dapat mengungkap pelakunya," kata Akhyar di rumah duka.
Dijelaskan orang nomor dua di Pemko Medan ini, pihaknya sebagai pejabat Pemko Medan berjanji akan memberikan perhatian terhadap Kinara yang selamat dan masih menjalani perawatan di rumah sakit.
"Untuk biaya kesehatan Kinara akan ditanggung oleh Pemko Medan, kita sudah cek kondisi korban melalui Dinas Kesehatan yang kini masih dirawat," ungkap Akhyar.
Disinggung mengenai nasib pendidikannya apakah akan ditanggung pemerintah, Akhyar mengaku, pihaknya akan berupaya memberikan bantuan demi masa depan anak yang selamat.
"Untuk masa depan si anak, kita akan lakukan kordinasi dengan pihak ahli waris, jadi kita masih menunggu perundingan dari ahli waris mengenai nasib anak ini," sebut Akhyar. (mu-1)