Dibakar, Dilempar, Dirusak. Keluarga Ini 4 Kali Diteror OTK

Sebarkan:
[caption id="attachment_77750" align="aligncenter" width="658"] personil Polsek Galang saat melakukan olah TKP[/caption]


Usaha pembibitan tanaman milik Tengku Afrizal (40) bapak beranak dua warga Gang Bilal, Dusun III, Desa Galang Suka Kecamatan Galang dirusak Orang Tak Dikenal (OTK) pada Sabtu (6/5). Akibatnya Afrizal mengalami kerugian sedikitnya sekira Rp 10 juta.

Pengerusakan ini pertamakali diketahui oleh Koko (63) abang ipar Afrizal sekira pukul 11.00 Wib yang juga bekerja di usaha pembibitan. Koko pun memberitahukan kepada Supri (47) abang ipar Afrizal yang sedang duduk di gubuk dilokasi usaha pembibitan. Selanjutnya Supri pun menghubungi Afrizal yang sedang menjemput anaknya disekolah.

Mendapatkan laporan dari Supri, Afrizal pun langsung pulang dan melihat usaha pembibitan miliknya yang berada dibelakang rumahnya. Afrizal pun dikejutkan dengan jaring paranet yang digunakan sebagai pembatas telah rusak. Tidak hanya itu sekira 8 ribu bibit Kopi Arabica juga rusak. Selanjutnya Afrizal pun menghubungi Polsek Galang dan melaporkan pengerusakan usaha pembibtannya.

Selang tak berapa lama, personil Polsek Galang yang mendapatkan laporan pun tiba di lokasi. Petugas pun langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Petugas juga mengamankan beberap bibit Kopi Arabica yang telah rusak.

Afrizal yang ditemui di lokasi menerangkan, ini merupakan teror ketiga yang dialami dirinya dan keluarganya. Dirincikan Afrizal, sekira tahun 2009 lalu rumahnya dilempari batu oleh OTK. Lalu pada tahun 2016 lalu rumahnya nyaris dibakar OTK. Beruntung Afrizal yang sedang menonton TV melihat ada orang di depan rumahnya dan mencium bau bensin.
"Ini merupakan teror ketiga. Akibat pengerusakan ini aku menderita kerugian sekira Rp 10 juta, kalau bibit Kopi Arabica biasa dijual ke Aceh dengan harga Rp 8 ribu per bibitnya. Pelaku masuk dari belakang dengan cara merusakan jaring paranet,” kata Afrizal.

Ditanya apakah dirinya memiliki musuh atau saingan usaha, Afrizal menegaskan, dirinya menduga yang merusak usaha pembibitan tanaman yang sudah dirintisnya sejak sekira dua puluh tahun lalu adalah orang suruhan Kepala Desa Galang Suka Ahmad Sofian Nasution yang sudah menjabat dua periode.

"Setiap saya mengkritik kinerja Kepala Desa Galang Suka Ahmad Sofian Nasution selalu ada teror yang saya alami. Terkahir saya mengkritik pembuatan portal di Dusun III yang tak jauh dari usaha pembibitan saya karena menyusahkan warga. Saya curiga yang melakukan pengerusakan ini orang suruhan Kepala Desa, pelakunya diperkirakan lebih dari dua atau tiga orang,” tegas Afrizal seraya berharap agar petugas kepolisian segera menangkap pelaku pengerusakan usaha pembibitannya.

Kapolsek Galang AKP Marhalam Napitupulu melalui Kanit Reskrim Iptu Masfan Naibaho saat ditemui di lokasi menegaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan. "Kita sudah melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti bibit tanaman yang dirusak. Kita masih melakukan penyelidikan,” tegas Masfan.

Sementara itu Kepala Desa Galang Suka Ahmad Sofian Nasution yang dihubungi melalui ponselnya menegaskan dirinya keberataan jika dituding menyuruh orang untuk merusak usaha pembibitan milik Afrizal. "Saya keberatan jika dituding menyuruh orang untuk merusaha usaha pembibitan Afrizal. Saya tidak tau sama sekali yang melakukan pengerusakan,” kata Ahmad Sofian Nasution.

Menurut Ahmad Sofian Nasution, dirinya tidak ada masalah dengan Afrizal. Dirinya pun mengakui baru-baru ini ada pertemuan untuk membahas permasalahan portal. Namun dirinya hanya menjembatani warga yang meminta agar portal dicabut dengan warga yang meminta agar portal tidak dicabut.

"Memang ada undangan dari Camat untuk membahas permasalahan portal yang sudah dipasang sejak lima tahun lalu. Saya hanya menjembatani warga yang meminta agar portal dicabut dengan warga yang meminta agar portal tidak dicabut. Saya tidak ada masalah dengan Afrizal, dia itu warga saya,” tegas Ahmad Sofian Nasution. (walsa)
Sebarkan:

Baca Lainnya

Komentar