[caption id="attachment_78764" align="aligncenter" width="454"]
Erwin Gultom, terpidana narkoba yang mendapat perlakuan istimewa di Lapas Kuala Simpang. Pakaiannya pun berbeda dengan tahanan lainnya[/caption]
Permintaan tim investigasi Metro Online untuk melihat sosok Erwin Gultom tak kunjung bisa diwujudkan pihak Lapas Kelas II-B Kuala Simpang. Blusukan secara mendadak yang dilakukan wartawan, membuat mereka tak bisa berbuat banyak.
Ini membuktikan, begitu sulitnya mengendalikan sang bandar narkoba antar provinsi itu lantaran sudah bebas melanglangbuana di luar LP sebelum waktunya. Setidaknya, itulah yang terlihat dalam investigasi yang berlangsung dua jam itu.
Seperti dalam tulisan edisi sebelumnya, saat dipertemukan dengan Rian Firmansyah, AmdIP SH MH di dalam Lapas, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana / Anak Didik dan Kegiatan Kerja pada Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kuala Simpang itu tak kunjung bisa menunjukkan keberadaan Erwin Gultom.
“Kalau ketemu sama dia (erwin-red) ya kita usahakan. Tapi kita nggak bisa menjanjikan juga. Karena menerima atau tidak tamu yang mau berkunjung, itu hak mereka. kita tidak bisa memaksa,” jawabnya.
Didesak untuk memastikan bisa atau tidak bertemu Erwin, Rian menjawab dengan nada keraguan. “Jadi begini, ketepatan bapak (Kalapas Masudi-red) kan sedang di Banda Aceh nih, ada kegiatan,” kata seraya meminta waktu untuk melapor dulu kepada Kalapas Masudi.
Untuk memberi kesempatan dalam kunjungan mendadak pada Selasa (16/5/2017) itu, tim lalu beranjak dari ruangan Rian pukul 12.15 wib ke satu tempat yang tak jauh dari lokasi Lapas guna menguntit dari jauh.
Barulah pada pukul 12.30 wib, redaksi menghubungi Kalapas Kuala Simpang, Masudi BcIP SPd. Namun tak kunjung dijawab, yang selanjutnya oleh tim dikirimi SMS pada pukul 12.31 wib dan dijawab orang nomor satu di Lapas itu dengan singkat pada pukul 12.41 wib, “Saya di Banda Aceh. Ada rapat dinas di Kanwil Aceh.”
Begitu diberitahukan redaksi sedang berkunjung mendadak ke Lapas, sesaat kemudian Masudi menghubungi. Dalam telepon singkat itu, Masudi berjanji akan menyuruh Erwin untuk muncul sebagai bukti keberadaannya.
Permintaan tim investigasi Metro Online untuk melihat sosok Erwin Gultom tak kunjung bisa diwujudkan pihak Lapas Kelas II-B Kuala Simpang. Blusukan secara mendadak yang dilakukan wartawan, membuat mereka tak bisa berbuat banyak.
Ini membuktikan, begitu sulitnya mengendalikan sang bandar narkoba antar provinsi itu lantaran sudah bebas melanglangbuana di luar LP sebelum waktunya. Setidaknya, itulah yang terlihat dalam investigasi yang berlangsung dua jam itu.
Seperti dalam tulisan edisi sebelumnya, saat dipertemukan dengan Rian Firmansyah, AmdIP SH MH di dalam Lapas, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana / Anak Didik dan Kegiatan Kerja pada Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kuala Simpang itu tak kunjung bisa menunjukkan keberadaan Erwin Gultom.
“Kalau ketemu sama dia (erwin-red) ya kita usahakan. Tapi kita nggak bisa menjanjikan juga. Karena menerima atau tidak tamu yang mau berkunjung, itu hak mereka. kita tidak bisa memaksa,” jawabnya.
Didesak untuk memastikan bisa atau tidak bertemu Erwin, Rian menjawab dengan nada keraguan. “Jadi begini, ketepatan bapak (Kalapas Masudi-red) kan sedang di Banda Aceh nih, ada kegiatan,” kata seraya meminta waktu untuk melapor dulu kepada Kalapas Masudi.
Untuk memberi kesempatan dalam kunjungan mendadak pada Selasa (16/5/2017) itu, tim lalu beranjak dari ruangan Rian pukul 12.15 wib ke satu tempat yang tak jauh dari lokasi Lapas guna menguntit dari jauh.
Barulah pada pukul 12.30 wib, redaksi menghubungi Kalapas Kuala Simpang, Masudi BcIP SPd. Namun tak kunjung dijawab, yang selanjutnya oleh tim dikirimi SMS pada pukul 12.31 wib dan dijawab orang nomor satu di Lapas itu dengan singkat pada pukul 12.41 wib, “Saya di Banda Aceh. Ada rapat dinas di Kanwil Aceh.”
Begitu diberitahukan redaksi sedang berkunjung mendadak ke Lapas, sesaat kemudian Masudi menghubungi. Dalam telepon singkat itu, Masudi berjanji akan menyuruh Erwin untuk muncul sebagai bukti keberadaannya.
Namun menit demi menit hingga jam berlalu, sosok Erwin tak juga muncul-muncul di Lapas atau pun di kolam seperti yang disebut-sebut mereka. Informan redaksi yang bertugas di Lapas Kelas II-B Kuala Simpang, juga menyebutkan hal serupa. “Belum ada nampak dia bang. Nggak ada datang juga,” kata sumber.
Lalu pada pukul 13.41, atau satu jam setelah komunikasi pertama dengan Kalapas tadi, wartawan kembali menghubungi seluler Masudi yang tak kunjung bisa memunculkan keberadaan Erwin, seperti percakapan berikut:
Redaksi : Halo, Bang.
Kalapas : Halo, Gimana?
Redaksi : Ini sampai sekarang nggak muncul juga dia (Erwin Gultom-red) kan? Artinya, waduh... terlalu bebas kali lah dia itu, bang!
Kalapas : Harusnya dia (Erwin Gultom-red) ada tadi, di kolam.
Redaksi : Faktanya gini bang, aku sudah ke kolam, tidak ada dia. Aku sudah melihat lokasi itu seperti apa, aku sudah melihat. Kami juga sudah dari dalam tadi, baru kami ke samping kolam. Tidak ada dia.
Kalapas : Sudah ke kolam belum?
Redaksi : Sudah. Tidak ada dia di situ. Yah sudah, berarti tuntas lah investigasiku.
Belum lagi siap berbicara, Masudi menyela dengan mengatakan, “Itu keluar dia, itu lagi menuju ke situ (Kolam-red) dia tadi. Sudah saya telepon itu tadi. Mau ke lapas itu.”
Untuk memastikan benar tidaknya ungkapan Masudi, tim kembali memberi waktu. Namun hingga 20 menit berikutnya, atau tepatnya pukul 14.08 wib, sosok sang bandar narkoba yang kabur dari pengawalan Kejari Langkat ketika hendak divonis pada 2015 lalu itu tak kunjung bisa ditunjukkan.
Lalu tim undur diri dari lingkungan Lapas Kuala Simpang dan beranjak melanjutkan perjalanan pulang. Kemudian redaksi langsung mengangkatnya menjadi berita konsumsi publik.
Namun dengan jurusnya, Masudi membantah informasi ini seperti yang muncul di banyak media online. Bahkan dalam penerbitan sejumlah media lain, beberapa hari pasca dipublikasi Metro Online, sosok Erwin Gultom dimunculkan di foto, dengan kesan bahwa sang Bandar Narkoba mengikuti program asimilasi di kolam samping Lapas Kelas II-B Kuala Simpang, lengkap dengan baju tahanan berwarna orange nya, seperti tampilan berikut:
[caption id="attachment_79293" align="aligncenter" width="653"]
Erwin Gultom (baju tahanan orange di tengah) di lahan asimilasi[/caption]
(bersambung)
Lalu pada pukul 13.41, atau satu jam setelah komunikasi pertama dengan Kalapas tadi, wartawan kembali menghubungi seluler Masudi yang tak kunjung bisa memunculkan keberadaan Erwin, seperti percakapan berikut:
Redaksi : Halo, Bang.
Kalapas : Halo, Gimana?
Redaksi : Ini sampai sekarang nggak muncul juga dia (Erwin Gultom-red) kan? Artinya, waduh... terlalu bebas kali lah dia itu, bang!
Kalapas : Harusnya dia (Erwin Gultom-red) ada tadi, di kolam.
Redaksi : Faktanya gini bang, aku sudah ke kolam, tidak ada dia. Aku sudah melihat lokasi itu seperti apa, aku sudah melihat. Kami juga sudah dari dalam tadi, baru kami ke samping kolam. Tidak ada dia.
Kalapas : Sudah ke kolam belum?
Redaksi : Sudah. Tidak ada dia di situ. Yah sudah, berarti tuntas lah investigasiku.
Belum lagi siap berbicara, Masudi menyela dengan mengatakan, “Itu keluar dia, itu lagi menuju ke situ (Kolam-red) dia tadi. Sudah saya telepon itu tadi. Mau ke lapas itu.”
Untuk memastikan benar tidaknya ungkapan Masudi, tim kembali memberi waktu. Namun hingga 20 menit berikutnya, atau tepatnya pukul 14.08 wib, sosok sang bandar narkoba yang kabur dari pengawalan Kejari Langkat ketika hendak divonis pada 2015 lalu itu tak kunjung bisa ditunjukkan.
Lalu tim undur diri dari lingkungan Lapas Kuala Simpang dan beranjak melanjutkan perjalanan pulang. Kemudian redaksi langsung mengangkatnya menjadi berita konsumsi publik.
Namun dengan jurusnya, Masudi membantah informasi ini seperti yang muncul di banyak media online. Bahkan dalam penerbitan sejumlah media lain, beberapa hari pasca dipublikasi Metro Online, sosok Erwin Gultom dimunculkan di foto, dengan kesan bahwa sang Bandar Narkoba mengikuti program asimilasi di kolam samping Lapas Kelas II-B Kuala Simpang, lengkap dengan baju tahanan berwarna orange nya, seperti tampilan berikut:
[caption id="attachment_79293" align="aligncenter" width="653"]
(bersambung)