[caption id="attachment_78028" align="aligncenter" width="817"]
Polisi lakukan pengamanan di lokasi bentrok garapan Sampali[/caption]
Lahan garapan Jln Cemara Abadi, Desa Sampali, Percut Sei Tuan kembali memanas. Dua Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP) terlibat bentrok dengan menggunakan senjata tajam. Sedikitnya 3 orang luka-luka ringan dan 4 orang diamankan, Selasa (9/5) siang.
Informasi dihimpun, bentrok terjadi sekira pukul 11.00 WIB. Namun kedua kubu yang saling serang langsung dibubarkan ratusan personel Shabara Polrestabes Medan dan Polsek Percut Sei Tuan. Seketika, lahan garapan yang diributi OKP tersebut aman dan kodusif.
Amatan wartawan di lapangan, seluruh pesonel melakukan penyisiran di lahan garapan. Sejumlah barang bukti berupa puluhan anak panah, kayu, kelewang, tembilang, bungkusan mercon, ketapel dan guli ditimukan. Sebuah gubuk dirubuhkan milik salah satu OKP.
Lahan garapan Jln Cemara Abadi, Desa Sampali, Percut Sei Tuan kembali memanas. Dua Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP) terlibat bentrok dengan menggunakan senjata tajam. Sedikitnya 3 orang luka-luka ringan dan 4 orang diamankan, Selasa (9/5) siang.
Informasi dihimpun, bentrok terjadi sekira pukul 11.00 WIB. Namun kedua kubu yang saling serang langsung dibubarkan ratusan personel Shabara Polrestabes Medan dan Polsek Percut Sei Tuan. Seketika, lahan garapan yang diributi OKP tersebut aman dan kodusif.
Amatan wartawan di lapangan, seluruh pesonel melakukan penyisiran di lahan garapan. Sejumlah barang bukti berupa puluhan anak panah, kayu, kelewang, tembilang, bungkusan mercon, ketapel dan guli ditimukan. Sebuah gubuk dirubuhkan milik salah satu OKP.
Tak hanya itu, lahan garapan yang dipagar tembok di pasang police line (garis pembatas). Sedangkan kondisi jalan dijaga ketat dan bagi warga yang melitas diperiksa petugas. Sementara 3 orang yang terluka di kaki dan kening akibat dipukul kayu dibawa ke RS Haji.
Setengah jam menjalani perawatan medis, ketiga korban dibolehkan pulang. Meski demkian, warga yang tengah ngumpul di pinggir jalan maupun di pekarangan rumah dibubarkan oleh aparat kepolisian. Sehingga suasana itu tidak memanas dan tidak terprovokasi.
Pejabat Sementara (Pjs) Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Harry Azhar saat berada di lokasi memerintahkan seluruh personel untuk tetap siaga. Sehingga bentrok susulan dapat dihindari. Kedua kubu juga diimbau agar bisa menahan diri atau tidak ada lagi keributan.
"Lokasi ini kita sterilkan dan dijaga. Bila kedua kubu itu tetap membandal dan tidak mengindahkan imbauan kita, maka kita tidak segan-segan mengambil tindakan tegas. Sejumlah barang bukti yang ditemukan dibawa ke komando," pungkas polisi dengan jabatan utama sebagai Wakasat Intel Polrestabes Medan ini.
Kata Harry, ke 4 orang yang diamankan itu sedang menjalani pemeriksaan. Seperti apa prosesnya, untuk sementara mereka ditahan. Semua itu atas periintah atasan. Bentrok dua kubu ini dipicu karena merebut lahan garapan. Lokasi tetap terus dipantau.
Kepala Desa (Kades) Sampali, Pecut Sei Tuan, Sri Astuti saat turun ke lokasi mengatakan, untuk sementara ini lahan garapan di stanvas. Artinya, segala kegiatan di lahan tersebut dihentikan. "Kita minta kedua kubu bisa menjaga kekondusifan daerah ini," pintahnya.(ist)
Setengah jam menjalani perawatan medis, ketiga korban dibolehkan pulang. Meski demkian, warga yang tengah ngumpul di pinggir jalan maupun di pekarangan rumah dibubarkan oleh aparat kepolisian. Sehingga suasana itu tidak memanas dan tidak terprovokasi.
Pejabat Sementara (Pjs) Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Harry Azhar saat berada di lokasi memerintahkan seluruh personel untuk tetap siaga. Sehingga bentrok susulan dapat dihindari. Kedua kubu juga diimbau agar bisa menahan diri atau tidak ada lagi keributan.
"Lokasi ini kita sterilkan dan dijaga. Bila kedua kubu itu tetap membandal dan tidak mengindahkan imbauan kita, maka kita tidak segan-segan mengambil tindakan tegas. Sejumlah barang bukti yang ditemukan dibawa ke komando," pungkas polisi dengan jabatan utama sebagai Wakasat Intel Polrestabes Medan ini.
Kata Harry, ke 4 orang yang diamankan itu sedang menjalani pemeriksaan. Seperti apa prosesnya, untuk sementara mereka ditahan. Semua itu atas periintah atasan. Bentrok dua kubu ini dipicu karena merebut lahan garapan. Lokasi tetap terus dipantau.
Kepala Desa (Kades) Sampali, Pecut Sei Tuan, Sri Astuti saat turun ke lokasi mengatakan, untuk sementara ini lahan garapan di stanvas. Artinya, segala kegiatan di lahan tersebut dihentikan. "Kita minta kedua kubu bisa menjaga kekondusifan daerah ini," pintahnya.(ist)